31 C
Semarang
Minggu, 22 November 2020

Pemkab Siap Kerjasama dengan Google

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi berharap para habaib dan kyai, untuk bisa mengikuti perkembangan zaman, termasuk salah satunya cara mempertahankan sistem pendidikan yang telah dirancang oleh para kyai yaitu sekolah madrasah mulai dari MI hingga MA.
Hal tersebut diungkapkan bupati disela pengajian di Pondok Pesantren Al-Amin Kauman Wiradesa, Minggu (18/3) malam. “Kita harus melakukan pembaharuan, utamanya dalam mengakses informasi atau memberikan ilmu pengetahuan,” kata bupati.
Bupati mengungkapkan bahwa Pemkab Pekalongan beberapa waktu kedatangan tim dari Google, yang mengajak kerjasama tentang teknologi informasi yang dibutukan dan bermanfaat untuk masyarakat.
Diharapkan, kedatangan tim Google membawa perubahan yang positif bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan, khususnya bagi kalangan pondok pesantren untuk memperluas dan menambah ilmu pengetahuan secara umum.
“Beberapa waktu yang lalu pihak Google datang ke tempat kami di Kajen menawarkan kerjasama. InsyaAllah akan kami terima kerjasama tersebut. Tetapi kontennya nanti adalah yang berkaitan dengan bagaimana kita mengajarkan ilmu-ilmu agama yang bisa dijadikan aplikasi dan bisa diakses secara luas dan mudah oleh masyarakat,” ungkap Asip. (thd/zal)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...