Outdoor Activity Berbasis Project

spot_img

RADARSEMARANG.COM, FENOMENA rendahnya sikap dan tingkat keberhasilan peserta didik dalam pembelajaran, dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang cenderung monoton dan tidak variatif. Di antaranya, mengeluarkan buku, mendengarkan, mengerjakan soal, mencatat, menyalin tugas, dan mengerjakan pekerjaan rumah.
Untuk itu, guru dituntut selalu mengembangkan soft skill dalam pembelajarannya. Yakni, menjadi pengarah, sekaligus sumber energi dalam mewujudkan sasaran pembelajaran yang diinginkan. Satu sisi, beratnya beban mengajar dan kompleksitas masalah pembelajaran, dapat menjadi motor pendorong pengembangan soft skill guru. Maka, sejalan dengan itu, penulis mengembangkan pembelajaran outdoor activities berbasis project.
Konsep pembelajaran outdoor activities adalah pembelajaran yang mengidentifikasi lingkungan sebagai salah satu sumber belajar. Artinya, bukan sekadar memindahkan pembelajaran dari dalam kelas pindah keluar kelas. Tetapi, lingkungan digunakan sebagai sumber inspirasi, motivator, dan faktor pendorong dalam meningkatkan pemahaman peserta didik.
Outdoor activities juga bisa diartikan kegiatan di di luar kelas yang bersifat menyenangkan, melihat, menikmati, mengagumi, dan belajar mengenai ciptaan Tuhan. Pembelajaran dapat disajikan dalam bentuk permainan, observasi/pengamatan, simulasi, diskusi, dan petualangan sebagai media penyampaian materi, juga memanfaatkan lingkungan sebagai laboratorium alam (mata pelajaran sain). Ini penting dilakukan karena bangkitnya motivasi intrinsik siswa, sangat dipengaruhi oleh motivasi ektrinsik, yaitu behavior (lingkungan).
Pendekatan pada kegiatan outdoor activities adalah play and learn in the open air (PLOA), predict-observe control-explain (POCE), prove through action and construction (PAC) dan explore authentic problems (EAP). Pendekatan yang dilakukan di atas dapat diartikan bermain dan belajar di udara terbuka (PLOA), memprediksi-amati kontrol-jelaskan (POCE), buktikan melalui tindakan dan konstruksi (PAC), serta jelajahi masalah authentic (EAP).
Dari pembelajaran outdoor activities, penulis memadukan dengan metode pembelajaran berbasis project (project based learning) yang merupakan penerapan pembelajaran aktif, didasarkan pada motivasi tinggi dalam melakukan penyelidikan/ investigasi, mengembangkan keterampilan, dan kemampuan merancang. Juga kemampuan memecahkan masalah (problem solving), melaksanakan pengambilan keputusan dan keterampilan membuat karya.
Harapannya, dengan outdoor activity berbasis project, dapat meningkatkan hasil belajar yang meliputi perubahan tingkah laku, pengalaman individu menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor. Hasil belajar dipengaruhi oleh kemampuan peserta didik dan kualitas pengajaran. Kedua faktor tersebut mempunyai hubungan berbanding lurus dengan hasil belajar. Artinya, semakin tinggi kemampuan dan kualitas pengajaran, maka semakin tinggi pula hasil belajarnya.
Hasil tindakan penelitian yang penulis lakukan menunjukkan hal positif. Rerata sikap kerja sama tiap siklus pembelajaran mengalami peningkatan signifikan dari kondisi awal 60,83%, siklus I 70,94% dan siklus II 85,00%. Nilai rata-rata hasil belajar ranah pengetahuan mengalami peningkatan kondisi awal 74,68, siklus I 80,50 dan siklus II 94,33. Nilai rerata hasil belajar ranah keterampilan mengalami peningkatan dari kondisi awal 71,90, siklus I sebesar 79,17 dan siklus II sebesar 85,94.
Persentase ketuntasan belajar pengetahuan meningkat dari kondisi awal 56,67%, siklus I mencapai 73,33% dan siklus II mencapai 100%. Persentase ketuntasan belajar ketuntasan belajar keterampilan meningkat dari kondisi awal 56,67%, siklus I mencapai 73,33% dan siklus II mencapai 90,00%. Persentase peningkatan sikap kerjasama 24.17%, pengetahuan 19,65% dan keterampilan 33.33%.
Hasil di atas menunjukkan bahwa melalui outdoor activity berbasis project, dapat digunakan sebagai acuan pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran yang lain. Dalam konteks ini, guru dapat selalu mengembangkan soft skill-nya, kreatif, dan inovatif dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, sesuai karakteristik mata pelajaran yang diampu. (*/isk)
Guru SMK 1 Salam, Kab. Magelang

Author

Baca juga:   Mudah Pahami Hardware Komputer dengan AZ Screen Recorder di G-Class

Populer

Lainnya