33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Ida Dicurhati Minimnya Pupuk

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SRAGEN – Cawagub Jateng Ida Fauziyah terus mendapat keluhan dari petani terkait ketersediaan pupuk.  Mereka menyatakan, swasembada pangan tak akan tercapai jika pupuk sulit didapat.
“Saya itu jadi petani sejak kecil, turun temurun. Tanpa adanya pupuk ya sulit untuk meningkatkan produksi. Saya paham akan hal ini,” ujar Sadimin, warga Masaran, Kabupaten Sragen saat bertemu Ida.
Mendapat keluhan itu, Ida menanyakan apakah melihat debat kandidat gubernur-wakil gubernur Jateng, Kamis (15/3) lalu. Kata Ida, dalam debat itu, urusan pupuk saat ini tertata baik “Siapa bilang sae (baik)? Kalo debat, saya juga berani berdebat. Saya gak percaya Pak Gubernur,” kata Sadimin.
Sadimin pun menegaskan, saat ini semua petani kesulitan mendapatkan pupuk. “Kalau mau swasembada beras atau pangan, pupuk harus diperbanyak,” bebernya.
Baginya, kata Sadimin, harga pupuk cukup mahal tak masalah, asalkan ketersediaan terjaga. “Harga mahal pun kita beli, karena memang kita butuh agar tanaman kita produksi,” terangnya.
Dia mengakui, ada upaya baik dalam setiap peraturan yang ditetapkan pemerintah. Hanya saja soal pelaksanaan dibawah selalu nol. “Gak bener kalau dibawah itu pupuk aman. Semua petani nyatanya kesulitan,” tegasnya.
Sementara itu, Ida Fauziyah mengatakan, program kartu tani kemungkinan niatnya baik. Namun seiring banyak keluhan soal sulitnya mendapat pupuk, dirinya bersama Sudirman Said bakal melakukan evaluasi. “Kita gagas adanya program petani mukti,” jelasnya.
Bagian dari petani mukti itu adalah bagaimana meyakinkan kepada masyarakat bahwa pupuk aman tersedia. “Mungkin soal subsidi terbatas. Tapi tentu bukan berarti dibiarkan saja, sehingga petani kesulitan,” tandasnya. (fth/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gugatan Ditolak, Siap Lapor ke KY

SEMARANG – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang menolak gugatan 68 warga Kebonharjo, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, yang terkena dampak penggusuran oleh PT KAI. Majelis...

Tak Ingin Muspro, Fajar Gandeng Pedagang

WONODRI – Tidak ingin revitalisasi pasar tradisional muspro alias tidak berfungsi karena pedagang enggan menempati bangunan baru, Dinas Perdagangan Kota Semarang, mulai menggelar sosialisasi...

Sragen United-Persipur Berbagi Poin

SEMARANG- Sragen United harus berbagi poin dengan Persipur (Purwodadi) di Stadion Krida Bakti, Purwodadi dengan skor kacamata 0-0, Minggu (27/8). Begitupun hasil pertandingan lain antara...

Kampung Perempuan di Ngawi Ternyata Cuma Mitos Dunia Maya

JawaPos.com - Jika anda berselancar di dunia maya, mencari perkampungan yang hanya berisi perempuan muncullah nama "Kampung Wadon". Dalam bahasa Jawa, wadon adalah perempuan. Sekumpulan...

Ikut Sebar Hoax, PNS Diberi Sanksi

PEKALONGAN-Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kota Pekalongan yang turut turut menyebarkan berita hoax, akan ditindak tegas dijatuhi sanksi....

Butuh 500 Kantong Darah

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Bulan puasa merupakan masa paceklik bagi PMI. Selama Ramadan, jumlah pendonor darah menurun drastis, sementara kebutuhan darah malah meningkat. "Maka kami jemput bola...