33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Gus Sallaf Kembali Pimpin PKB Kota Magelang

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sallafudin atau akrab dipanggil nama Gus Sallaf kembali menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kota Magelang untuk periode 2018-2023. Sebelumnya, Gus Sallaf  menjadi ketua periode 2013-2018 lalu. Hal ini ditetapkan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kota Magelang, Minggu (18/3) kemarin di Gedung Kyai Sepanjang Kota Magelang.

Alhamdulillah atas kepercayaan rekan-rekan dan juga partai yang kembali mempercayakan memimpin PKB di Kota Magelang. Tugas berat sudah ada di depan mata karena saat ini adalah tahun politik, untuk itu semua elemen harus bersatu memenangkan PKB,” kata Gus Sallaf usai muscab.

Sementara, Dewan Syuro PKB Kota Magelang, KH Agus Syaiful Anam meminta agar konsentrasi partai tidak hanya di dapil utara dan selatan tetapi juga seluruh dapil.

“Pemilu sebelumnya, PKN mampu meraih suara 6 ribu. Ke depan, paling tidak harus sama dan lebih dari itu. Mari membangun bersama PKB,” kata Gus Anam, panggilan akrab KH Agus Syaiful Anam.

Ketua DPW PKB Provinsi Jawa Tengah, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf mengatakan Muscab merupakan upaya konsolidasi internal untuk membawa PKB lebih maju dan mampu memenangkan pertarungan dalam tahun politik. Untuk itu, Gus Yusuf meminta semua elemen bisa menjadi satu.

“Kaum nahdiliyin sangat besar jumlahnya. PKB sangat identik dengan NU. Oleh karena itu warga NU harus digandeng dalam kepengurusan PKB di manapun. Unsur NU seperti Fatayat, Banser, Anshor serta lainnya harus diberi kesempatan di partai. Semua tujuannya untuk memenangkan PKB,” tutur Gus Yusuf.

Terkait dengan tahun politik, Gus Yusuf menuturkan bahwa tahun ini memasuki tahun politik dan semua elemen dan kader harus bekerja keras. Terlebih pekerjaan pertama adalah memenangkan Pilgub Jawa Tengah yaitu Sudirman Said-Ida Fauziah dan pekerjaan selanjutnya mendukung langkah ketua umum Muhaimin Iskandar menjadi cawapres.

“Oleh karena itu, Pilgub Jateng rasa pilpres. PKB harus all out untuk masa depan yang lebih baik. Pemimpin yang antikorupsi adalah kunci kesejahteraan masyarakat. Pemimpin ibarat air grojogan yang aliran alirnya menentukan aliran bawahnya. Jika grojogan-nya butek, maka aliran bawahnya juga butek,” pungkas Gus Yusuf. (had/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Tidak Ada Kejutan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG — Pilkada di dua wilayah eks karesidenan Kedu (Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung) pada Juni mendatang, tidak ada kejutan. Sosok yang diprediksi...

Bakar Ban

RADARSEMARANG.COM - Massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Wonosobo menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Wonosobo, Selasa (17/7). Peserta aksi...

Galang Dana dengan Drumblek

SALATIGA - Momen berkumpul masyarakat Salatiga sekitarnya dalam memanfaatkan udara pagi untuk berolahraga, tak disia-siakan Paguyupan Drumblek Salatiga (PDS), Minggu (10/12). Sedikitnya, 20 grup...

Tembakau Nusantara; Komoditas Seksi Sarat Kontroversi

Tekanan rezim kesehatan global yang mengatasnamakan isu kesehatan publik melalui skema Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), membuat pemerintah setengah hati melindungi tembakau Nusantara....

5.610 Kotak Suara Didistribusikan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menargetkan ribuan logistik Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah dapat diselesaikan Sabtu (23/6) hari...

Ajak 30 Anak Panti Asuhan Bergembira

SEMARANG - Senyum gembira terlihat dari 30 anak yatim piatu, siang kemarin. Ya, mereka mendapatkan hadiah Lebaran berupa baju baru dari Hotel Ciputra Semarang...