33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Ekspor Kayu ke Pasar Amerika

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pasar ekspor Amerika yang sebelumnya belum bisa ditembus oleh ekspor kayu di Indonesia, kini mulai berubah dan bisa ditembus Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI). Yaitu dengan melakukan inovasi perdagangan kayu olahan secara online (e-commerce) ‎melalui Indonesian Timber Exchange (ITE).
Ketua Umum APHI, Indroyono Susilo‎ mengatakan sistem ITE saat ini bisa mendukung transaksi produk kayu olahan antara produsen dan konsumennya. Melalui sistem tersebut, 40 Hak Pengusaha Hutan (HPH) telah bergabung dan bisa melakukan ekspor. Sebelumnya di tahun 2017, transaksi produk kayu ‎dan kayu olahan mencapai US$ 11 miliar setiap tahunnya.
“Jumlah tersebut diperkirakan meningkat, karena ada kemudahan transaksi yang ditawarkan APHI melalui sistem ITE. Jadi konsumen tidak perlu datang ke Indonesia, transaksi bisa dilakukan melalui online,” katanya saat Ekspor Perdana Produk Kayu Olahan dengan Sistem ITE E-Commerce Berbasis V-Legal di CV Indo Jati Utama, Senin (19/3).
Ia menjelaskan, untuk mensinergikan Sistem Informasi Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (SI-PHPL) yang dikembangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan pemasaran hasil hutan oleh pelaku usaha sektor kehutanan. APHI bekerjasama dengan PNORS Technology Group saat ini mengembangkan pilot ITE E-Commerce. “Tujuan adalah untuk memfasilitasi perdagangan produk hasil hutan Indonesia secara online sehingga diperoleh margin yang lebih baik,” jelasnya.
Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono mengatakan jika saat ini Jateng punya potensi hutan yang cukup besar. Yaitu mencapai 1.387 ribu hektare hutan negara negara dan rakyat atau sekitar 34 persen dari total wilayah yang ada. Wilayah Perhutani Divisi Regional I Jateng merupakan produsen hasil hutan terbesar dibandingkan daerah lainnya. “Total komoditas yang diproduksi setiap tahunnya yang terbesar kayu jati 175.000 m3, kemudian mahoni, sonokeling dan sonokembang sebesar 80 m3, serta getah pinus sebesar 40.000 ton,” ucapnya.
Dengan besarnya potensi yang ada, lanjut Sri Puryono, bisa dimanfaatkan industri pengolahan kayu untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Mayoritas komoditas yang menjadi andalan adalah produk dari kayu jati, mahoni, sonokeling dan sonokembang, yang tersebar di hutan negara dengan luas 647 ribu hektare. “Angka tersebut belum termasuk hutan rakyat yang memiliki luas sekitar 740 ribu hektare, sehingga totalnya mencapai 1.387 ribu hektare hutan rakyat dan negara.” bebernya.
Direktur CV Indo Jati Utama, Gunawan Budikentjana‎ menjelaskan, pada ekspor perdana kali ini, dikirim sebesar 40 m3 kayu olahan merbau untuk pasar Amerika, yang dijadikan lantai di dalam ruangan dan juga luar ruangan. Nilai ekspor olahan kayu tersebut menyentuh angka Rp 1 miliar “Pasar mereka memang susah ditembus, dan akan terus kami genjot untuk menggarap potensi yang ada,” ujarnya.
Dalam satu bulan, kira-kira 30 kontainer, dalam satu kontainer berisi sekitar 20 meter kubik. Pihaknya memasarkan paling banyak ke luar negeri, yaitu 60 persen ke Australia, New Zealand, 30 persen ke Tiongkok,  dan 10 persen ke India,  Korea dan Eropa. (den/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Berburu Spot Foto di Brown Canyon

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Lahan bekas galian C di daerah Rowosari, Kecamatan Tembalang, atau yang dikenal dengan Brown Canyon, diburu warga karena menjadi spot menarik...

Ida Diwanti-wanti Jangan Korupsi

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO – Cawagub Jateng Ida Fauziyah terus melakukan silaturahmi dengan masyarakat. Saat menyapa masyarakat di Pasar Suronegaran, Kabupaten Purworejo, ia diwanti-wanti agar tidak...

Jelang Pilgub, Kursi Ketua PKS Diganti

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sekretaris Wilayah Daerah Jateng, Jatim, dan DIJ Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdul Fikri Faqih diutus menggantikan Kamal...

Mantan Kepala BPN Divonis 5 Tahun Penjara

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Mantan Kepala Kantor Pertanahan Nasional Kota Semarang, Priyono, akhirnya dijatuhi hukuman pidana selama 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidair 6...

Ratusan Warga Babadan Sempat Mengungsi

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Sekitar 370 warga Dusun Babadan 2 Desa Paten Kecamatan Dukun sempat mengungsi di balai desa setempat, Jumat (1/6) malam. Tindakan ini...

Semula Matic Biasa, Kini Kendarai Mesin Yang Lebih Besar

Sekarang ini bikers perempuan kian memesona di jalanan. Kepiawaian berkendara saat touring, tak kalah dengan kaum pria. Tentu saja, ini fenomena yang berbeda dengan...