33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Ajukan 600 CPNS, Hanya Sanggup Bayar 200

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Setelah mengajukan 600 CPNS baru ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (KemenPAN-RB), Pemerintah Kabupaten Batang, mengaku hanya mampu membayar  200 CPNS baru.

Walaupun sebenarnya Kabupaten Batang Kekurangan PNS 3.000 orang, tetapi melihat kemampuan keuangan daerah, Pemkab mengusulkan 600 CPNS.

“Tetapi berdasarkan penghitungan terakhir pada anggaran 2018 Pemkab hanya mampu membayar  200 CPNS baru. Andaikan 600 CPNS itu disetujui tetap akan kita upayakan dan kita harus siap,” beber Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Batang Alimudin, saat pelantikan, 240 pejabat baru di lingkungan pendidikan Batang, Senin (19/3).

Dari 600 CPNS yang diajukan tersebut 50 persen didominasi oleh guru. Menurutnya kendala pendidikan di Kabupaten Batang adalah kekurangan guru. Kekurangan tersebut dipenuhi dengan guru honorer atau wiyata  bhakti.

Pada kesempatan kemarin, ratusan kepala sekolah dari tingkat TK, SD dan SMP dikukuhkan oleh Bupati Batang Wihaji di Pendopo Batang. Pelantikan kepala sekolah tingkat TK sebanyak 3 orang, SD 173, SMP 12. Pejabat struktural 9, auditor 2, Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah (P2UPD) 2 orang, pengawas SD 35,dan penilik 4 orang. Untuk pejabat struktural dan fungsional itu dilantik sedangkan kepala sekolah itu dikukuhkan.

Dari jumlah tersebut ada 188 kepala sekolah yang dilantik sedangkan 40 persennya adalah kepala sekolah baru. Dijelaskan Alimudin kepala sekolah yang dipindah karena masa periode jabatan kepala sekolah selama 4 tahun sudah habis. Kemudian karena penyegaran sekaligus mendekatkan kepala sekolah yang senior dengan yang yunior.

Bupati Batang Wihaji menekankan kepada kepala sekolah untuk membantu Kabupaten Batang dalam menaikan indeks pembangunan manusia (IPM)  sebab IPM di Kabupaten Batang dinilai masih rendah.

Hal yang pertama dilakukan, dengan mengajak kepala sekolah, untuk curhat ke bupati, dengan mengelompokkan masing-masing tingkat sekolah.

“Curhat bertujuan agar pemda mendengar langsung problem-problem pendidikan di Kabupaten Batang dan semaksimal mungkin mencari solusinya,” katanya.

Wihaji menerangkan tantangan guru ke depan semakin kompleks, terutama terkait dengan perkembangan teknologi  yang luar biasa. Dampaknya moralitas anak didik yang merosot sehingga perlu diantisipasi.

“Pendidikan karakter menjadi gerakan kita untuk menanggulangi hal tersebut, dan itu sudah kami lakukan dengan mengajar langsung ke SD dan SMP,” bebernya.

Wihaji berpesan kepala sekolah harus memiliki moralitas dan tanggung jawab. Sebab moralitas tidak hanya menyangkut anak didik tetapi juga moralitas guru dan kepala sekolah harus diperhatikan.

Bupati mengaku setelah 22 Januari lalu melantik pejabat struktural sekarang melantik kepala sekolah memang sedikit keberatan karena takut membuat kerja tidak nyaman. Tetapi karena aturan, yang mana kepala sekolah dengan masa jabatan di atas empat tahun harus dipindah.

“Harapannya di manapun kepala sekolah ditempatkan itu merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” tandasnya. (han/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Persiapkan Karate Menuju Olimpiade Jepang 2020

SEMARANG - Sebanyak 266 karateka dari tujuh negara di Asia Tenggara mengikuti Kejuaraan Karate Internasional 6th (SEAKF) Championship tahun 2017  yang digelar di Balairung...

Ribuan Botol Miras dan Sabu Dimusnahkan

UNGARAN–Sebanyak 3.452 miras kemasan dan barang bukti berupa 99,34 gram sabu dimusnahkan Polres Semarang di Alun-alun Bung Karo Ungaran, Senin (19/6) kemarin. Miras tersebut...

Suami ‘Minta’ Tiap Hari

Dokter Andi, bagaimana ya menghadapi suami yang ‘minta jatah’ terus tiap hari? Apakah saya harus minum obat agar bisa mengimbangi suami? Usia saya 33...

Kuncinya Banyak Bersedekah dan Ramah

Risa Fadhila Jauhary adalah ibu rumah tangga yang sukses menekuni bisnis fashion. Ia mengaku memilih berbisnis karena waktunya fleksibel dan bisa tetap fokus mengurus...

Vonis Pelaku Politik Uang Dikurangi

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Semarang telah memutus perkara banding atas praktik politik uang dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Temanggung...

Pemilik Talut Siap Tanggung Jawab

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Tingginya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Semarang berdampak terhadap bencana tanah longsor. Kali ini longsor menerjang rumah Sungkono, 65, warga Kuncen...