31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Pemekaran Wilayah Dinilai Kurang Tepat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rencana pemekaran wilayah di Kota Semarang dinilai oleh DPRD kurang tepat. Seharusnya pemekaran didasarkan pada basis pelayanan kepada masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono.
Menurutnya, jika berbasis pelayanan, maka seharusnya pemekaran itu dilakukan pada kelurahan. Sebab, pelayanan paling bawah dan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat berada di tingkat kelurahan.
“Meskipun tidak menutup kemungkinan pemekaran dilakukan di tingkat kecamatan, mengingat ada pelayanan yang juga dilakukan di tingkat kecamatan, di antaranya pelayanan e-KTP,” katanya.
Setidaknya Pemkot Semarang harus menitikberatkan rencana pemekaran tersebut pada pelayanan masyarakat. “Mestinya kelurahan yang diperbanyak. Sehingga melihat rasio jumlah penduduk dengan petugas, maka lebih banyak masyarakat yang terlayani,” ungkapnya.
Dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Kelurahan yaitu Perda Nomor 14 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan telah dibahas secara rinci
“Pemkot tinggal menindaklanjutinya dengan penyediaan fasilitas di kelurahan,” katanya.
Apalagi, lanjut dia, sejumlah kelurahan di Kota Semarang memiliki jumlah penduduk cukup banyak. Di antaranya Muktiharjo Kidul, Tlogosari Kulon, Sendangmulyo, Meteseh dan lain-lain. Pelayanan kelurahan ini sangat penting karena menjadi kepanjangan tangan pemerintah.
“Kinerja pemerintah bisa ditingkatkan untuk pelayanan, meminimalisasi terjadinya komplain maupun ketidakpuasan pelayanan,” katanya.
Tetapi bukan berarti pemekaran kecamatan tidak diperlukan. Artinya perlu kajian wilayah kecamatan mana yang memiliki luasan sangat besar. “Semua tergantung kajiannya seperti apa. Misalnya Kecamatan Semarang Barat terlalu besar,” katanya.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sebelumnya mengungkapkan mengenai rencana pemekaran wilayah di Kota Semarang. Menjadi kota metropolitan dengan luas kurang lebih 373.67 km2 dengan penduduk 1,7 juta jiwa, aktivitas Kota Semarang semakin padat.
Luas dan kesibukan aktivitas di kota Atlas tersebut hanya terbagi sebanyak 16 kecamatan dengan membawahi sebanhyak 177 kelurahan. Jumlah tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang cukup menyulitkan penataan.
Maka muncul adanya wacana pemekaran wilayah agar pembangunan bisa lebih optimal.  “Idealnya, Kota Semarang dilakukan pemekaran menjadi 32 kecamatan,” katanya.
Dibanding dengan kota besar lain seperti Bandung dan Surabaya, Ibukota Jawa Tengah ini masih ketinggalan dalam segi pembangunannya. “Kota Bandung, saat ini memiliki luasan 167 Km persegi memiliki 30 kecamatan membawahi 151 Kelurahan, sedangkan Kota Surabaya, memiliki luasan 350 Km persegi memiliki 31 Kecamatan membawahi 163 Kelurahan,” katanya.
Hal itu memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi lebih cepat. “Idealnya, Kota Semarang memiliki 30-32 kecamatan dengan luas wilayah saat ini. Pemekaran wilayah ini menjadi lebih memokuskan pembangunan,” katanya. (amu/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here