32 C
Semarang
Selasa, 22 Juni 2021

Bentuk Tim Percepatan Pembangunan

DPMPTSP Dorong Pengembangan Kawasan Industri di Jawa Tengah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pengembangan Kawasan Industri di provinsi ini. Keberadaan Kawasan Industri diharapkan mampu menggenjot masuknya investasi. Berbagai dukungan diberikan agar jumlah Kawasan Industri bertambah.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo mengatakan keberadaan Kawasan Industri berpengaruh signifikan terhadap meningkatnya investasi. “Saat pengusaha masuk ke kawasan industri, semua infrastruktur sudah siap sehingga mereka dimudahkan. Bayangkan jika harus mengurus lahan, ketersediaan air baku, dan izin PLN sendiri, tentu merepotkan,” katanya.
Meski begitu, banyak pengembangan Kawasan Industri yang kesulitan membebaskan lahan. Banyak diantara mereka bertemu dengan spekulan tanah. Karena itu, pihaknya telah membentuk Tim Percepatan Pembangunan Kawasan Industri. Keberadaan tim akan diperkuat dengan Pergub. “Saat ini tim sudah bekerja. Diantaranya membantu penyelesaian lahan di Demak yang selama beberapa tahun terkatung-katung,” ungkapnya.
Prasetyo mengakui, pengembangan Kawasan Industri saat ini masih terpusat di daerah utara. Hal tersebut karena infrastruktur di wilayah utara lebih tersedia. Diantaranya pelabuhan, jalur pantura, hingga rel ganda Kereta Api (KA). “Meski begitu kami optimistis daerah Selatan akan berkembang. Nanti saat bandara Jogjakarta jadi, efeknya akan sampai wilayah Kebumen dan Purworejo. Sebab di Jogja sudah tidak ada lahan,” tandasnya.
Data DPMPTSP Jawa Tengah menunjukkan, realisasi investasi di Jawa Tengah tahun 2017 lalu tercatat sebesar Rp 51,54 triliun. Jumlah itu mencapai 124 persen dari target yang telah ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp 41,7 triliun.
Tahun 2018 ini, jumlah target investasi yang dipatok untuk Jawa Tengah mencapai Rp 47,5 triliun. Pihaknya optimistis target tersebut bisa terlampaui. “Kita masih punya stok pendaftaran investasi hingga Rp 160 triliun, terutama dari sektor energi yang belum direalisasikan. Dari jumlah itu, prediksinya yang direalisasikan bisa mencapai sepertiganya,” katanya.
Di Jawa Tengah saat ini setidaknya ada 9 Kawasan Industri. Yaitu Kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Bukit Semarang Baru, Kawasan Industri Candi, Kawasan Industri Terboyo, Kawasan Industri LIK Bugangan Baru, dan EPZ of Tanjung Emas Semarang. Keenamnya ada di Kota Semarang. Kemudian ada Kawasan Industri Kendal, Kawasan Industri Cilacap, dan Kawasan Industri Sayung (PT Jatengland) di Kabupaten Demak.
Jumlah tersebut dipastikan akan bertambah dengan adanya 7 rencana Kawasan Industri. Yakni Rencana Kawasan Industri (PT Sentra Adi Karya) di Kota Semarang, dan Rencana Kawasan Industri (PT Primandiri Indonesia) di Cilacap.
Lalu ada tiga Rencana Kawasan Industri di Demak yang masing-masing dikembangkan PT Buana Cipta Megah, PT Mitra Bumi Padi Mukti, dan PT Jasamas Graha Utama. Selain itu ada Rencana Kawasan Industri (PT Azam Laksana Intan Buana) di Grobogan, serta  Rencana Kawasan Industri Tekstil di Boyolali.
Prasetyo mengatakan minat investor untuk menanamkan modalnya di Jawa Tengah cukup tinggi. “Tercatat kedatangan mereka (investor) semakin banyak. Beberapa sudah menyampaikan komitmennya masuk Jateng,” tandasnya.
Investasi di Jateng tahun lalu didominasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp31,67 triliun (61,4 persen) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 19,86 triliun (38,5 persen).
Dia menambahkan jumlah PMA cenderung naik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 37 persen. Sementara PMDN turun dari tahun sebelumnya yang besarnya 63 persen. “Sektor yang mendominasi kinerja investasi PMA adalah Listrik, Gas, dan Air sebesar US$ 1.079.114, Industri Lainnya US$ 377.427, Industri Kayu US$ 269.077, Industri Kulit, Barang dari kulit dan sepatu US$ 189.543, dan Industri Tekstil US$ 145.041,” katanya.
Selama 2017 lanjutnya, total proyek investasi PMA di Jateng sebanyak 955 buah dengan penyerapan tenaga kerja asing 716 orang dan tenaga kerja Indonesia 83.204 orang. Kabupaten Jepara selama 4 triwulan berturut-turut menempati urutan pertama realisasi investasi PMA dengan nilai investasi US$ 1.042.725.70 dengan jumlah proyek 160 buah. “Sedangkan negara asing yang paling banyak berinvestasi di Jateng adalah Jepang dengan 77 proyek dan nilai investasi US$ 1.123.898.80,” ungkapnya
Dikatakannya, perolehan nilai investasi PMDN 2017 tertinggi ditempati sektor transportasi gudang telekomunikasi, tekstil, industri makanan, dan jasa lainnya. “Untuk proyeksi 2018, kami masih mengandalkan sektor energi dari beberapa proyek yang masih belum tuntas. Diantaranya PLTU Batang, Cilacap, dan Jepara. Juga dari industri tekstil dan alas kaki,” paparnya.
Pemerintah sendiri telah mendorong perbaikan infrastruktur demi peningkatan jumlah investasi yang masuk. Upaya yang dilakukan adalah meningkatkan konektivitas barang, jasa, dan orang. Di bidang non fisik, dukungan diberikan melalui regulasi. “Di level SDM, kami mendorong pelayanan lebih mudah melalui sistem online. DPMPTSP juga sudah membentuk Satgas Percepatan Pelaksanaan Usaha untuk menyelesaikan semua bottle neck yang dihadapi investor,” ujarnya.
Sekretaris Himpunan Kawasan Industri (HKI) Koordinator Wilayah Jawa Tengah, Setyo Adi Paminto mengajak pemerintah daerah menyiapkan diri untuk menerima investor melalui pengembangan Kawasan Industri. Menurutnya adanya Kawasan Industri akan mempermudah investor menjalankan usahanya.
Dia menilai Jawa Tengah sangat kondusif untuk berinvestasi. Dengan situasi tersebut, Adi yakin investasi di Jateng akan berkembang denganbaik. “Dari sisi perizinan, progresnya luar biasa. Ada progres untuk mempermudah izin investasi,” imbuhnya.
Meski begitu dia meminta pemerintah menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan bagi keberadaan Kawasan Industri. Diantaranya terkait akses, ketersediaan air bersih, kematangan lahan, hingga suplai tenaga kerja. “Banyak investor masuk mengeluhkan kebutuhan tenaga kerja yang tidak terpenuhi. Perlu sinergi dengan Dinas Tenaga Kerja agar ketika ada investor masuk, kebutuhan SDM bisa terpenuhi,” katanya. (ric)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here