33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Kampanye Makanan Nabati, Siapkan Pasar Sehat Semarang

Lebih Dekat dengan Nia Nurdiansyah, Penggagas Komunitas Sehat

Must Read

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM – Sering terkena flu hampir setiap hari hingga sempat didiagnosa memiliki kista membuat Nia Nurdiansyah bertekad untuk mengubah pola hidupnya agar lebih sehat. Ia mengganti sejumlah makanan yang dikonsumsinya dengan bahan nabati dan non MSG. Ia juga menggagas berdirinya Komunitas Sehat. Seperti apa?
AFIATI TSALITSATI
PERUBAHAN pola makan ini dimulai oleh Nia Nurdiansyah usai dirinya merasa lelah karena sering terkena alergi dan flu hampir setiap hari. Nia pun mulai mengubah pola hidupnya yang diawalinya dengan mengubah bahan asupan makanan dari yang berbahan hewani menjadi nabati. Itu dilakukan sejak 2012 silam.
Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Nia mengaku tak sendirian menjalani pola hidup sehat ini. Ia juga mengajak kawan-kawannya hingga terbentuk Komunitas Sehat. Nia mencoba membuat beberapa masakan dengan bahan-bahan pengganti. Salah satunya adalah mayonaise yang semula bahan dasarnya telur menjadi bahan nabati.
“Itu berlangsung lama sampai akhirnya bikin resep kecil-kecilan yang dicobain sama teman-teman Komunitas Sehat. Kegiatannya ya soal pola hidup sehat, olahraga bareng, makan sehat, dan sebagainya,” ujar wanita kelahiran Boyolali ini.
Hal itu berlangsung lama, hingga di awal 2015, Nia mulai menjual kuliner sehat lewat online. Sejak awal, Nia memang mengonsep toko online-nya hanya menjual makanan skala rumahan. Untuk menikmati makanan sehat buatan Nia, pelanggan harus memesan terlebih dahulu atau pre-order. Nantinya pesanan akan dikirim melalui jasa pengiriman maupun ojek online.
Setelah membuka toko kuliner online, Nia menambah varian menu lain, seperti cemilan dan minuman sehat. Di antaranya, ada cia pudding, kue-kue kering non tepung terigu dengan bahan pengganti dari ubi singkong, ganyong, hingga memakai bahan-bahan buah.
“Misalnya kalau mau bikin katering sehat, vegetarian, food combining itu bisa kontak langsung via medsos atau nomor HP yang saya cantumkan di medsos,” katanya.
Selain berbisnis kuliner sehat, kesibukan lain Nia adalah sebagai blogger. Tulisannya pun tidak jauh dari tema pola hidup sehat. Menurutnya, menyebarkan virus pola hidup sehat tidak mudah. Namun ia meyakini, lama-kelamaan teman-teman bahkan keluarganya pasti akan tertular.
“Suami saya kadang ikut juga, tapi on-off. Jadi, kadang ikut kadang tidak, tapi alhamdulillah support terus. Saya nulis juga sekalian untuk support diri saya sendiri,” bebernya.
Salah satu menu yang unik adalah teh biru. Dinamakan teh biru, lantaran warna seduhan airnya memang berwarna biru. Hal itu disebabkan bahan pembuatannya, yakni bunga Telang. Nia mengatakan, bunga yang identik dengan warna birunya itu ternyata memiliki antioksidan yang kaya. “Ini salah satu varian menu yang paling laku, kalau baru open PO. Bahkan belum disebarluaskan, seringkali sudah habis,” tuturnya.
Lebih dari 6 tahun mengubah pola hidup, Nia mengaku banyak perubahan yang dirasakannya. Ia yang dulunya sering mengalami migrain, flu yang hampir setiap hari dan mudah terkena alergi, kini jauh lebih fit. Ke depan ia akan fokus untuk menjalankan Pasar Sehat Semarang dengan menggandeng sejumlah komunitas.
“Kalau dalam waktu dekat, sekitar April nanti akan ada Pasar Sehat Semarang di salah satu kafe kawasan Menteri Supeno. Kami melibatkan komunitas lari. Ini untuk menyebarkan virus pola hidup sehat,” katanya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This