33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Ajak NU-Muhammadiyah Beri Warna Pembangunan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SRAGEN – Cawagub Jateng Ida Fauziyah menyatakan, dukungan dari berbagai elemen masyarakat untuk dirinya maju Pilgub terus mengalir. Pasangan dari Sudirman Said ini pun optimistis bisa merebut hati masyarakat, dalam upaya membangun Jateng menjadi lebih baik.
Hal itu diungkapkan Ida usai bersilaturahmi dengan pengurus dan kader NU serta Muhammadiyah di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Minggu (19/3). Saat bersilaturahmi dengan warga Muhammadiyah, Ida menyatakan dirinya membutuhkan dukungan semua pihak.  “Karena tentu tanpa dukungan bapak, ibu semua, tentu tidak akan bisa,” ujarnya.
Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU ini bertekad mengajak semua ormas yang ada untuk memberi warna dan menjadi inspirasi yang kuat dalam pembangunan di Jateng. “Ini bagian untuk menjadikan Jateng lebih baik. Semua harus mendapat manfaat dari pembangunan,” paparnya.
Hal serupa juga dia ungkapkan saat bersilaturahmi dengan pengurus dan kader NU Kecamatan Masaran, di Desa Dawungan, Masaran. Mantan Ketua Umum Fatayat ini menerangkan, kesiapannya maju dalam Pilgub Jateng karena bagian panggilan jiwa. “Jateng itu provinsi strategis. Potensi alamnya luar biasa. Tapi angka kemiskinan tinggi,” jelasnya.
Atas dasar itu, kata dia, bersama Sudirman Said hal utama yang dia prioritaskan adalah menurunkan angka kemiskinan di provinsi ini. “Dari sekitar 12 persen menjadi 6 persen dalam 5 tahun,” katanya.
Ia mengaku hal itu, bukan sesuatu yang mustahil. Apalagi pada kepemimpinan Gubernur Bibit Waluyo, mampu menurunkan angka kemiskinan dari 19 persen menjadi 14 persen. “Memang saat sekarang ada penurunan, namun baru 2 persen selama hampir 5 tahun,” jelasnya.
Untuk mengatasi tingginya angka kemiskinan itu, kata Ida, dirinya bersama Sudirman Said akan mengupayakan adanya 5 juta lapangan pekerjaan.  “Kita juga akan sinergi dengan pemerintahan desa, membuka peluang-peluang bagi masyarakat untuk berwirausaha, sehingga masyarakat tidak perlu ke luar daerah, apalagi harus ke luar negeri,” bebernya.
Selain kemiskinan, upaya membangun sumber daya manusia (SDM) juga menjadi prioritas. “Pendidikan masyarakat, rata-rata masih SMP ke bawah. Imbasnya tak memiliki daya saing. Karena itu akan terus kita kejar dan tingkatkan,” tandasnya.
Ida juga bersilaturahmi dengan mantan Ketua PD Muhammadiyah, Kabupaten Sragen Moh Sauman. Dalam kesempatan itu, Ida juga meminta doa sekaligus restu dari Sauman. “Nyuwun direncangi, diewangi,” ujar Ida. (fth/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

UPGRIS Dukung Pengembangan Curug Jeglong

KENDAL—Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melalui program pengabdian masyarakat mendampingi pengembangan wisata Curug Jeglong yang terletak di Dusun Jeplak Desa Bendosari Kecamatan Plantungan. Tidak hanya...

Dewan Jateng Bertambah Jadi 120

SEMARANG – Jumlah anggota DPRD Jateng pada periode mendatang dimungkinkan bertambah dari 100 menjadi 120 orang. Sementara jumlah anggota DPRD Kabupaten/Kota dimungkinkan membengkak dari...

Akan Buka Lagi setiap Minggu Pagi

RADARSEMARANG.COM - KOMUNITAS Generasi Pesona Indonesia (GenPI) membantah jika Pasar Semarangan Tinjomoyo disebut mangkrak. Pasar ini tidak buka sementara lantaran sedang dilakukan evaluasi dan...

Manjakan Pelanggan Setia Mitsubishi

WONOSOBO–Kemeriahan, kehangatan, dan keakraban antara diler kendaraan dan konsumennya, sangat tampak pada gelaran tema test drive experience week yang diselenggarakan oleh PT Sun Star...

Cetak Wirausahawan, JNE Hadirkan Pakar Bisnis

Semarang– Menginjak usianya yang ke 27 tahun sebagai perusahaan ekspedisi, JNE merasa turut dibesarkan oleh bisnis e-commerce.Pertumbuhan e-commerce yang semakin pesat membuat JNE terusmelebarkan sayap, baik dari segi pengembangan produk maupun infrastruktur. Salah satunya dengan penambahan titik layanan, mulai dari kota besar sampai kabupaten hingga kecamatan di seluruh Indonesia untuk men dekatkan dan melayani pengguna jasa pengiriman. Hal ini melatarbelakangi keinginan JNE untuk turut berkontribusi bagibisnis e-comerce di Indonesia. Salah satunya adalah menggelar workshop kewirausahaan di berbagai daerah. Setelah Mei lalu menggelar workshop di Sragen, JNE melanjutkan gawenya di Kabupaten Sukoharjo. Kali ini JNE...

Dicerai Suami, Jadi Penjual Sabu-Sabu

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Lantaran dicerai oleh suami dan tidak lagi punya penghasilan, Siti Sachuriyah Souliena, 42, warga Kelurahan Pasir Sari, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota...