33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Tanah Wakaf Harus Segera Disertifikatkan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Program percepatan pensertifikatan tanah wakaf di Provinsi Jateng menjadi target utama pemerintah. Hal itu diperuntukkan kepada masyarakat sebagai barang bukti kepemilikan secara sah. Sehingga mempunyai kekuatan hukum yang tidak bisa diganggu oleh orang lain.
“Jika bukti kepemilikan berupa sertifikat sudah atas nama pemiliknya, tidak akan mungkin terjadi sengketa. Apalagi ada tanah wakaf menjadi objek sengketa dengan pemilik sebelumnya,” kata Kakanwil ATR/BPN Provinsi Jateng, Heri Santosa.
Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan kerjasama dengan Kemenag Provinsi Jateng yang sudah dilakukan sejak tahun 2015. Tanah Wakaf, merupakan bidang tanah yang dikuasai oleh orang yang tergabung dalam kepengurusan lembaga, dengan syarat utama tanah tersebut dikuasai dan tidak menjadi objek sengketa. ”Meskipun tanah wakaf bermacam-macam jenis tanahnya, sekarang ini bisa disertifikatkan secara keseluruhan atau sebagian,” ujarnya.
Ia menambahkan, banyak kasus tanah wakaf yang bermasalah karena tidak ada batas yang jelas. Tetapi tanah wakaf yang dijadikan tempat ibadah seperti masjid, setelah terkena proyek pemerintah berupa jalan tol dan bandara, baru terjadi keributan. Sesuai dengan dasar hukum pasal 19 UU nomor 5 tahun 1960 dan PP nomor 24 tahun 1997, tanah itu harus mempunyai tanda bukti hak tanah yang dimiliki oleh seseorang atau kelembagaan. Misalnya, seperti tanah milik masjid yang ada pengurus takmirnya. “Jika tanah itu kena proyek untuk kepentingan umum, maka tukar ganti harus sesuai RT RW, sehingga penggantinya harus sudah bersertifikat juga,” tambahnya.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Jateng, Farkhani menjelaskan bahwa berdasarkan data tanah peribadatan di bawah Kementerian Agama sampai sekarang jumlahnya mencapai 318 bidang/lokasi. Dari jumlah itu yang sudah bersertifikat, baru mencapai 206.617 bidang, yang belum masih terdapat 12.257 bidang/lokasi. “Data ini kami peroleh dari Direktorat Binmas Islan Kementerian Agama RI,” katanya.
Ia menambahkan, sampai saat ini tanah wakaf di Provinsi Jateng, jumlahnya mencapai 81.922 lokasi/bidang. Namun yang sudah bersertifikat baru mencapai 63.225 lokasi dan ada 18.697 lokasi belum bersertifikat. “Berdasarkan data itu, setidaknya ada jumlah besar lokasi atau bidang tanah wakaf yang perlu didaftarkan kepengurusan sertifikatnya di BPN Jateng, supaya tidak terjadi sengketa tanah wakaf. Kemenag Jateng terpanggil untuk mengamankan tanah wakf tersebut,” tambahnya. (fth/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Target Menangkan Prabowo

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-DPC Partai Gerindra Kabupaten Demak mulai memanasi mesin politik untuk menghadapi Pilgub Jateng 2018 maupun Pileg dan Pilpres 2019. Ketua DPC Partai Gerindra...

Bisnis Hotel Bintang I Kurang Prospektif

SEMARANG–Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang 1 di Jawa Tengah selama beberapa tahun terakhir, berada pada peringkat terbawah bila dibandingkan dengan hotel-hotel berbintang 2,...

Berharap Tak Ada Perubahan

SEMARANG – Head coach PSIS, Subangkit berharap sudah tidak ada lagi perubahan jadwal babak delapan besar Liga 2 sehingga timnya bisa benar-benar fokus menatap...

Putus Cinta, Gantung Diri

UNGARAN-Sungguh nekat apa yang dilakukan Septian Dwi Arya Saputro, warga Kelurahan Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur ini. Diduga karena putus cinta, pemuda 23 tahun ini...

Selangkah Lagi ke Liga 1

BANDUNG-Tim PSIS Semarang akhirnya mewujudkan ambisinya untuk melaju ke babak semifinal Liga 2 setelah mengakhiri laga terakhir babak delapan besar Grup Y dengan hasil...

Dewan Jateng Bertambah Jadi 120

SEMARANG – Jumlah anggota DPRD Jateng pada periode mendatang dimungkinkan bertambah dari 100 menjadi 120 orang. Sementara jumlah anggota DPRD Kabupaten/Kota dimungkinkan membengkak dari...