33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Prihatin Komik Vulgar, Buat Serial Sarat Pesan Moral

Lebih Dekat dengan Doni Kudjo, Komikus Semarang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – Geliat komik di Indonesia, Semarang punya seorang komikus yang berusaha berkarya sembari berdakwah. Istilahnya, sambil menyelam minum air. Sembari menyalurkan hobi, ia juga menyampaikan pesan moral lewat serial komik yang diproduksinya.
SIGIT ANDRIANTO
KEMAJUAN teknologi, utamanya media sosial, dirasa banyak membantu para komikus dalam mem-publish karyanya. Bermacam genre komik ini, dengan mudah dapat dinikmati secara gratis, asalkan tersambung jaringan internet.
Sayangnya, kemudahan ini juga dimanfaatkan beberapa kalangan untuk menampilkan komik vulgar melalui gambar maupun kata-kata. Padahal banyak pengguna media sosial berasal dari kalangan rentan, seperti anak-anak.
”Dari situ, beberapa komikus menyatukan visi. Dan saya membuat Kudjo Komik, dengan harapan konten-konten yang disampaikan bisa menjadi alternatif bacaan yang aman serta memberi pengetahuan,” jelas Doni Kudjo kepada Jawa Pos Radar Semarang.
”Juga sebagai pengingat pribadi saya sendiri untuk lebih mendalami agama yang saya anut, supaya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” timpalnya.
Salah satu komik yang ia ciptakan untuk misi ini adalah komik Kudjo. Sebuah komik dengan satu tokoh bernama Kudjo, pria dengan rambut yang menutupi mata dan memakai Fez, semacam kopyah merah khas Turki salah satu peninggalan Kesultanan Utsmani (Ottoman). Melalui tokoh ini, hendak menyampaikan sejumlah pesan moral kepada pembacanya.
”Di Kudjo, kopyah dan rambut menjadi ciri khasnya. Seperti yang saya pelajari, dalam pembuatan karakter, memang harus ada ciri khas khusus untuk membedakan dengan yang lain,” jelas pria yang mengidolakan Albert Uderzo ini. Yakni, komikus asal Prancis yang mempengaruhi gaya menggambarnya.
Melalui komik ber-genre slice of life, Doni menampilkan keseharian Kudjo yang memiliki keinginan berbuat baik dan menjadi lebih baik. Lengkap dengan kalimat-kalimat mengandung pesan moral.
Ia menceritakan, keinginan untuk menyampaikan kebaikan melalui komik ini didasari oleh keyakinannya bahwa komik bisa menjadi sarana menyampaikan informasi, gagasan, ide dan pengaruh kepada pembaca. Benar saja, belajar melalui hal menyenangkan dinilai lebih efektif karena jauh dari kesan menjemukan.
”Saya berharap ke depan semakin banyak komikus-komikus yang bisa berkarya dan mengangkat tema-tema yang aman untuk para pembaca, terutama untuk anak-anak dan remaja,” harapnya.
Hingga kini, pria yang menggemari komik sejak kecil ini sudah menghasilkan sejumlah karya. Beberapa di antaranya ada Islam is Me (Qultum media-2015), Liqomik (Salsabila-2017), Geng Bedug (Rekomika-2017), 100 Kebiasaan Nabi #2 (Salsabila-2017), Kudjo Komik (Self Publishing-2018).
”Saya suka komik memang dari kecil. Tapi baru aktif kembali dan ikut meramaikan komik sejak 2-3 tahun lalu,” ujarnya. (*/ida)

Berita sebelumyaVan Gogh
Berita berikutnyaWayang Gaga, Dobrak Imajinasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kunjungi Presiden, Agnes Kena Hoax

JawaPos.com - Aktivitas selebriti kerap menjadi bahan untuk menciptakan kabar palsu. Kejadiannya nyata, tapi ditambahi cerita ngawur plus foto dan capture potongan video. Hasilnya...

Atiqoh Boleh Ikut Ganjar Kampanye

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Istri petahana Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Siti Atiqoh Supriyanti yang masin berstatus aparatur sipil negara (ASN), sempat dipermasalahkan saat menemani suaminya mendaftar sebagai...

Dibully dan Membully

RASA kita terkoyak oleh pemberitaan di media massa tentang tewasnya siswa SD di Sukabumi yang masih berusia 8 tahun akibat kekerasan fisik yang dilakukan...

20 Jajanan Berformalin Dijual Bebas

KENDAL—Jajanan anak yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin dan perwarna tekstil masih banyak dijumpai di Kendal. Hal itu terungkap dari temuan Dinas Kesehatan (Dinkes)...

Polines Buka Program Magister Terapan Teknik Telekomunikasi

SEMARANG - Politeknik Negeri Semarang (Polines) secara resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru angkatan I program Magister (S2) Terapan Teknik Telekomunikasi. Program magister pertama di...

PU Kewalahan Tangani Jalan Ambles

SEJUMLAH titik jalan di Kota Semarang yang memiliki karakteristik tanah bergerak, sudah berulang kali dilakukan perbaikan pembangunan, namun kondisi jalan kembali rusak dan bergelombang....