PPK Songsong Generasi Emas Bangsa

spot_img

RADARSEMARANG.COM – PEMUDA merupakan ujung tombak suatu bangsa dimana sebuah negara akan menjadi besar dengan adanya pemuda yang pedulidengankemajuanbangsanya. Pemuda sebagai agent of change (agen perubahan) adalah aset untuk meneruskan pemerintahan dan peradaban suatu bangsa dan negara.
Bung Karnodalampidatonyamengatakan,”Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia.”
Indonesia akan mengalami fase bonus demografi yang puncaknya ada di tahun 2030. Bonus demografi merupakan kondisi di mana populasi usia produktif lebih banyak dari usia nonproduktif. Ini menjadi tantangan apa kita siap beranjak menuju negara yang maju atau sebaliknya hanya memiliki pemuda yang tidak berkompeten untuk memimpin negara kita.
Perlu persiapan dari berbagai pihak untuk mewujudkan pemimpin-pemimpinbangsa yang berahlakulkarimah, tangguh, dan berkompeten di semua lini pemerintahan. Pemerintah telah menyiapkan program diantaranya melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan wajib belajar bagi peserta didikguna mengurangi jumlah anak putus sekolah. Peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) bukan satu-satunya prioritas dalam menyongsong peradaban bangsa yang lebih mulia. Ahlakdanbudipekerti yang mulia merupakan hal yang menjadi pondasi dari Sumber Daya Manusia yang tangguh, andal, dan berkompeten sehingga akan tercipta generasi emas yang siap memimpin bangsa kita.
Membangun karakter merupakan salah satu wujud perhatian pemerintah dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang berbudaya. Membekali generasi penerus dengan nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab, dipandang perlu dalam penguatan pendidikan karakter. UntukituPresiden Joko WidodotelahmenandatanganiPeraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Satuan pendidikan perlu melakukan penguatan nilai-nilai utama antara lain: Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong Royong, dan Integritas dalam kegiatan pembelajaran maupun habituasi (pembiasaan) dalam setiap kegiatan pendidikan.
Satuan pendidikan formal dapat berkolaborasi dengan PPK berbasis masyarakat yang berwujud lembaga, komunitas, dan masyarakat lain di luar lingkungan sekolah yang dapat menumbuhkan karakter positif seperti pembelajaran di sanggar seni, cagar budaya, kelas inspirasi, sanggar-sanggar baca, literasi digital, kerjasama dengan komunitas keagamaan dan sebagainya. Kegiatan pembiasaan ini selanjutnya menjadi sebuah gerakan yang menjadi tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan melibatkankerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).
PPK dapat terlihat dan terintegrasikan dalam kegiatana. Intrakurikuler; b. Kokurikuler; dan c. Ekstrakurikuler, dan dilaksanakan di dalam dan atau di luar lingkungan Satuan Pendidikan Formal.
Penyelenggaraan PPK dalam kegiatan Intrakurikuler merupakan penguatan nilai-nilai karakter melalui kegiatan penguatan materi pembelajaran, metode pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sedangkan penyelenggaraan PPK dalam kegiatan Kokurikulermenguatkan nilai-nilai karakter yang dilaksanakan untuk pendalaman dan/ atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler sesuai muatan kurikulum.Penyelenggarannya juga harus terprogram oleh sekolah.
Penyelenggaraan PPK dalam kegiatan Ekstrakurikuler meliputi kegiatan krida, karya ilmiah, latihan olah bakat/olah minat, dan kegiatan keagamaan, serta kegiatan penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa merupakan penguatan nilai-nilai karakter dalam rangka perluasan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerja sama, dan kemandirian Peserta Didik secara optimal.
PPK yang diimplementasikan dalam kehidupan keluarga, sekolah, dan masyarakat bukan hanya wacana, akan tetapi patut dilaksanakan dan dibiasakan. Sehingga diharapkan mampu menelurkan banyak kaum muda yang berkarakter kebangsaan, religius, dan mandiri.Marilah kita tunggu generasi emas bangsa Indonesia yang berkarakter mulia dan handal sesuai tuntutan zaman dari apa yang telah kita tanamkan dari program PPK. (tj3/aro)
Guru SMP Negeri 18 Semarang

Author

Baca juga:   Terampil Membaca Puisi dengan Model ATM

Populer

Lainnya