33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

PPK Songsong Generasi Emas Bangsa

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – PEMUDA merupakan ujung tombak suatu bangsa dimana sebuah negara akan menjadi besar dengan adanya pemuda yang pedulidengankemajuanbangsanya. Pemuda sebagai agent of change (agen perubahan) adalah aset untuk meneruskan pemerintahan dan peradaban suatu bangsa dan negara.
Bung Karnodalampidatonyamengatakan,”Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia.”
Indonesia akan mengalami fase bonus demografi yang puncaknya ada di tahun 2030. Bonus demografi merupakan kondisi di mana populasi usia produktif lebih banyak dari usia nonproduktif. Ini menjadi tantangan apa kita siap beranjak menuju negara yang maju atau sebaliknya hanya memiliki pemuda yang tidak berkompeten untuk memimpin negara kita.
Perlu persiapan dari berbagai pihak untuk mewujudkan pemimpin-pemimpinbangsa yang berahlakulkarimah, tangguh, dan berkompeten di semua lini pemerintahan. Pemerintah telah menyiapkan program diantaranya melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan wajib belajar bagi peserta didikguna mengurangi jumlah anak putus sekolah. Peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) bukan satu-satunya prioritas dalam menyongsong peradaban bangsa yang lebih mulia. Ahlakdanbudipekerti yang mulia merupakan hal yang menjadi pondasi dari Sumber Daya Manusia yang tangguh, andal, dan berkompeten sehingga akan tercipta generasi emas yang siap memimpin bangsa kita.
Membangun karakter merupakan salah satu wujud perhatian pemerintah dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang berbudaya. Membekali generasi penerus dengan nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab, dipandang perlu dalam penguatan pendidikan karakter. UntukituPresiden Joko WidodotelahmenandatanganiPeraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Satuan pendidikan perlu melakukan penguatan nilai-nilai utama antara lain: Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong Royong, dan Integritas dalam kegiatan pembelajaran maupun habituasi (pembiasaan) dalam setiap kegiatan pendidikan.
Satuan pendidikan formal dapat berkolaborasi dengan PPK berbasis masyarakat yang berwujud lembaga, komunitas, dan masyarakat lain di luar lingkungan sekolah yang dapat menumbuhkan karakter positif seperti pembelajaran di sanggar seni, cagar budaya, kelas inspirasi, sanggar-sanggar baca, literasi digital, kerjasama dengan komunitas keagamaan dan sebagainya. Kegiatan pembiasaan ini selanjutnya menjadi sebuah gerakan yang menjadi tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan melibatkankerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).
PPK dapat terlihat dan terintegrasikan dalam kegiatana. Intrakurikuler; b. Kokurikuler; dan c. Ekstrakurikuler, dan dilaksanakan di dalam dan atau di luar lingkungan Satuan Pendidikan Formal.
Penyelenggaraan PPK dalam kegiatan Intrakurikuler merupakan penguatan nilai-nilai karakter melalui kegiatan penguatan materi pembelajaran, metode pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sedangkan penyelenggaraan PPK dalam kegiatan Kokurikulermenguatkan nilai-nilai karakter yang dilaksanakan untuk pendalaman dan/ atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler sesuai muatan kurikulum.Penyelenggarannya juga harus terprogram oleh sekolah.
Penyelenggaraan PPK dalam kegiatan Ekstrakurikuler meliputi kegiatan krida, karya ilmiah, latihan olah bakat/olah minat, dan kegiatan keagamaan, serta kegiatan penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa merupakan penguatan nilai-nilai karakter dalam rangka perluasan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerja sama, dan kemandirian Peserta Didik secara optimal.
PPK yang diimplementasikan dalam kehidupan keluarga, sekolah, dan masyarakat bukan hanya wacana, akan tetapi patut dilaksanakan dan dibiasakan. Sehingga diharapkan mampu menelurkan banyak kaum muda yang berkarakter kebangsaan, religius, dan mandiri.Marilah kita tunggu generasi emas bangsa Indonesia yang berkarakter mulia dan handal sesuai tuntutan zaman dari apa yang telah kita tanamkan dari program PPK. (tj3/aro)
Guru SMP Negeri 18 Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gali Potensi Anak Kampung Pelangi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Peduli dengan perkembangan anak-anak yang tinggal di kawasan Gunung Brintik, Yayasan Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) mengadakan kegiatan...

Pakai Mukena, Ternyata Laki-Laki

SALATIGA – Jemaah salat subuh di masjid As Sarkowi, Kelurahan Pulutan, Sidorejo geger. Salah satu jemaah saat yang bermukena ternyata seorang pemuda. Sontak, pemuda yang...

Rustriningsih Masih Pantas Maju

RADARSEMARANG.COM - MANTAN Wakil Gubernur Jateng periode 2008-2013 dinilai masih pantas maju di bursa Pilgub Jateng, 2018 mendatang. Dia bisa berkolaborasi dengan Sudirman Said...

Bos Warteg Dukung Sudirman Jadi Jateng 1

JAKARTA- “Sik..sik ..Pak Dalang, mandeg sik. Waktune wis mepet.” Pertunjukan wayang yang tengah seru-serunya itu pun berhenti. Di bawah panggung, seorang laki-laki memegang mikrofon,...

LIBAS Kandang Tandang

DUA kali berlaga, dua kali poin absolut diraih. Ya, PSIS mengawali kompetisi Liga 2/2017 dengan hasil positif. Setelah mempermalukan Persipur Purwodadi 2-1 dalam laga...

Tewas Terlindas KA

KAJEN-Perlintasan kereta api tanpa palang pintu kembali memakan korban, seorang pengendara sepeda onthel, Sabtu (23/9) kemarin. Kali ini terjadi di Dukuh Gempol Desa Tanjungsari,...