Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Berbahasa Inggris

spot_img

RADARSEMARANG.COM – SEBAGAI seorang guru selayaknya terus mengembangkan kompetensi yang menyangkut hal teknis maupun non teknis dalam pembelajaran. Kompetensi bebahasa adalah salah satu kemampuan guru yang harus dikembangakan. Bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang masuk di dalam pelajaran yang telah dimuat dalam kurikulum layak dipelajari oleh guru. Bukan hanya oleh guru Bahasa Inggris, tetapi juga oleh guru mata pelajaran yang lain.
Hal ini telah dimulai oleh Dinas Pendidikaan Kota Semarang yang mewajibkan Tuesday English atau wajib berbahasa Inggris setiap Selasa. Peraturan ini berlaku di seluruh sekolah di Kota Semarang. Kebiasaan berbahasa Inggris pada hari Selasa dimulai dengan doa dalam bahasa Inggris. Walaupun sebatas doa dan pengantar di pagi hari, namun kegiatan ini mengubah paradigma bahwa bahasa Inggris bukanlah bahasa yang sulit dipelajari. Guru mulai familiar dengan kosa kata doa berbahasa Inggris.
Hal ini terlihat ketika beberapa orang guru merespons dengan cara menjawab “yes,yes”. Begitu pula ketika kepala sekolah membuka briefing dengan mengucapkan sepatah dua patah kata dalam Bahasa Inggris, walaupun kemudian dalam isi briefing diucapkan dalam Bahasa Indonesia. Hal ini mampu menstimulasi kedua belah pihak, yaitu guru dan kepala sekolah untuk mulai berbahasa Inggris dengan cara yang sederhana yang mereka bisa.
Tidak hanya melalui moment formal, dalam momentum informal pun guru mulai berbicara dengan guru yang lain dalam bahasa Inggris dengan tema kehidupan sehari-hari. Hal ini biasa dilakukan guru mata pelajaran lain dengan guru mata pelajaran Bahasa Inggris. Tema yang dibicarakan mulai dari pengalaman selama hari libur, fenomena sosial  dan tema tema ringan yang lain. Dalam hal ini guru Bahasa Inggris secara tidak langsung bertindak sebagai instruktur dan guru mata pelajaran lain sebagai pembelajar. Implikasinya bahwa baik guru Bahasa Inggris maupun guru mata pelajaran yang lain yang berdialog menggunakan bahasa inggris sedang dalam proses sama sama belajara dan berusaha meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.
Tentu saja, hal ini berdampak positif pada anak didik. Ketika guru mempunyai kemampuan dalam menggunakan Bahasa Inggris akan memberikan motivasi kepada guru untuk menggunakan Bahasa Inggris di dalam kelas walaupun dengan persentase yang kecil. Anak didik pun akan termotivasi untuk meningkatkan kemampuan   berbahasa Inggris mereka. Di mana anak didik akan lebih antusias dan tertarik ketika guru memakai Bahasa Inggris di tengah proses pembelajaran dan di luar proses pembelajaran. Guru dapat memulai percakapan Bahasa Inggris dengan anak didik di luar jam pelajaran ketika saling menyapa saat bertemu, mengobrol santai di teras kelas atau saat ekstrakurikuler.
Peningkatan kemampuan berbahasa Inggris tidak hanya selama di dalam kelas, namun juga saat di luar kelas. Selain secara langsung, berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris juga bisa lewat tertulis. Hal ini telah dilakukan guru maupun siswa ketika menuliskan pesan lewat sosial media. Sebagai contoh dari hasil survei kecil menunjukkan dari 36 siswa di kelas yang memiliki Instagram sebanyak 25 orang, dan yang pernah menggunakan Bahasa Inggris dalam status atau quotes di Instagram sebanyak 15 orang. Rinciannya, 5 orang sering menggunakan Bahasa Inggris dalam menyampaikan status di Instagram, sedangkan 10 orang yang lainnya jarang menggunakan Bahasa Inggris, tetapi pernah walaupun hanya sekali.
Kendala yang dihadapi guru dan siswa dalam menggunakan Bahasa Inggris pada umumnya sama, yaitu masalah keterbatasan kosa kata yang diketahui. Sehingga terkadang merasa sulit untuk mengemukakan pendapat menggunakan Bahasa Inggris. Hal yang perlu diingat adalah bahwa untuk bisa dan terbiasa berbahasa Inggris adalah dengan sering memakai Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari- hari, maka kosa kata yang diketahui akan bertambah. Selain itu, guru dan siswa tidak perlu takut dengan kesalahan yang dibuat dalam hal struktur atau tata bahasa dalam Bahasa Inggris. Bahwa dalam bercakap- cakap menggunakan Bahasa Inggris tidak perlu terlalu mengkhawatirkan struktur atau grammar-nya. Sepanjang apa yang disampaikan dapat dimengerti oleh lawan bicara dan  mendapat respons yang sesuai, maka dapat dikatakan percakapan itu telah berhasil dilakukan sesuai dengan fungsi serta maksud dan tujuannya.
Tentu upaya peningkatan kompetensi atau kemampuan guru dalam berbahasa Inggris perlu terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Karena kunci dari kemahiran berbahasa Inggris adalah dengan terus mempraktikkannya. Tanpa adanya kesinamnbungan, maka kemampun awal yang dimiliki guru dala berbahasa Inggris tidak akan berkembang atau mungkin bisa berkurang.  Karena bahasa sifatnya adalah aplikatif, maka semakin sering mempergunakan akan semakin bisa kita mengemukakan pendapat menggunakan kosa kata Bahasa Inggris yang kita punya dengan menyesuaikan pada konteks percakapan yang ada. Walaupun masih sangat terbatas, kita akan terbiasa mencari padanan kata yang sama guna menyampaikan sebuah maksud. (as3/aro)
Guru SMP Negeri 23 Semarang

Author

Baca juga:   Belajar Sistem AC Mobil Lebih Menarik dengan Video Pembelajaran

Populer

Lainnya