33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Mayat Perempuan, Terjepit Ranting, Wajah Rusak

Diduga Terbawa Arus Sungai Trangkil

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Warga sekitar Hutan Lindung Tinjomoyo digegerkan temuan mayat tanpa identitas di tepi Sungai Trangkil Kecamatan Gunungpati, Sabtu (17/3) sekitar pukul 15.30. Belum diketahui penyebabnya, mayat yang diduga perempuan tersebut dalam kondisi wajah sudah rusak dan membusuk.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, mayat kali pertama ditemukan oleh dua orang, yakni Adi Susilo, 35, dan Wahyu, warga Karangrejo Kelurahan Tinjomoyo Gunungpati yang sedang berjalan menyisir sungai untuk mencarin ikan. Tanpa sengaja, keduanya mencium bau menyengat tak sedap.
Keduanyapun lantas berinsiatif mencari sumber bau tersebut. Setelah dilihat, ternyata tubuh manusia tersangkut dan terjepit ranting-ranting pohon di tepi sungai. Mayat tersebut dalam kondisi telentang tanpa busana dan kepala sudah tidak bisa dikenali, karena bagian wajah tinggal tengkorak.
Atas temuan itu, Adi dan Wahyu langsung lari keluar dari sungai dan mencari bantuan pada pengurus objek wisata hutan Tenjomoyo. Temuan tersebut langsung disampaikan ke Polsek Gunungpati dan diteruskan ke Inafis Polrestabes Semarang.
Sedangkan lokasi penemuan tersebut berada jauh dari pemukiman penduduk. Akses menuju lokasi juga curam naik turun dengan kondisi sangat sepi. “Sudah membusuk, wajahnya rusak, hampir tinggal tengkorak. Diperkirakan sudah lebih dari 3 hari. Menyengat sekali baunya,” ungkap petugas SAR, Agung di lokasi penemuan, Sabtu (17/3) kemarin.
Wakasatreskrim Polrestabes Semarang, AKP Galih Wisnu Pradipta menyatakan masih melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat tersebut. Saat ini, jenazah sudah dievakuasi dan dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang guna dilakukan visum awal dan otopsi.
“Jenis kelamin perempuan. Tapi kami belum mengetahui identitas yang bersangkutan. Pada saat ditemukan, sudah hancur. Dimungkinkan terbawa hanyut arus sungai, sudah lebih dari satu hari,” bebernya.
Terkait adanya bekas tanda kekerasan atau penganiayaan, Galih juga belum bisa menjelaskan. Namun demikian, pihaknya akan melakukan penyelidikan dengan pengecekan kembali di lokasi penemuan. Menurutnya, medan lokasi penemuan sangat curam dan proses evakuasi sangat sulit karena posisi di tengah hutan dan waktu evakuasi sudah gelap.
“Setelah kami melakukan evakuasi mayat, nanti akan menyisir kembali. Belum diketahui ada luka-luka. Kami terkendala medan yang cukup curam dan kondisi hujan, jadi membutuhkan tenaga esktra. Tadi dibantu petugas Basasrnas, SAR dan PMI,” terangnya.
Sementara, Kapolsek Gunungpati, Kompol Budi Abdai menambahkan pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait temuan tersebut. Dugaan sementara, mayat perempuan tersebut meninggal karena hanyut terseret arus sungai. “Usianya sekitaran 30-an. Diperkirakan orang tersebut hanyut terbawa arus pada waktu hujan,” ujarnya. (mha/ida)
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bapak dan Anak Dituntut 1 Tahun 7 Bulan

PEKALONGAN - Diduga melakukan tindak pidana korupsi proyek pembuatan pintu intrusi air asin di Desa Mulyorejo, RT 13 RW 2, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, bapak dan dua anak kandung...

UNBK Lancar Meski Server Sempat Mati

SALATIGA – Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada hari ketiga berlangsung lancar. Namun sempat terjadi gangguan, server off line beberapa saat. Hal itu terungkap saat Pj...

Nikah Gratis di KUA Sesuai Jam Kerja Kemenag Gencar Tolak Pungli

DEMAK-Kementerian Agama (Kemenag) Demak hingga kini terus menggencarkan gerakan tolak pungli dalam pelayanan publik yang ada di lingkungannya. Ini dilakukan sebagai wujud tekad dan...

Diajak Belajar Toleransi

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO—Sebanyak 89 orang mengikuti seleksi tahap II Mbak dan Mas Wonosobo di kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Wonosobo, Kamis (12/7) lalu. Mereka mengikuti tes...

Ditreskrimsus Gerebeg Penjual Kosmetik Ilegal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebuah gudang penyimpanan obat dan kosmetik ilegal di Perum Permata Tlogosari, Kecamatan Pedurungan digerebeg aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda...

Budaya Literasi Bikin Mahasiswa Semakin Kritis

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Budaya literasi atau membaca dan menulis menjadi hal penting yang harus dimiliki mahasiswa guna memajukan peradaban negara. Mengakarnya budaya literasi akan...