33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Hujan Es, Pohon dan Antena Radio Tumbang 

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, WONOGIRI – Suara air hujan yang berjatuhan di genting dan seng rumah warga Tegal Rejo, Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri tidak seperti biasanya, Sabtu (17/3). Lebih bergemuruh. Setelah dicek, ternyata air hujan bercampur butiran es sebesar kelereng.
Fenomena alam yang terjadi selama tiga menit tersebut membuat, Nonis Murwanika Sari, 36, warga setempat terheran-heran. Sebab, pada pagi harinya cuaca cukup terik. “Pukul 13.30 mulai mendung, lalu hujan. Terdengar suara dari genting seperti disiram pasir. Saat dicek ternyata ada butiran-butiran es sebesar kelereng,” ujarnya.
Selain di sebagian Selogiri, hujan es juga terpantau hingga ke Wonogiri kota. “Di sini juga hujan es. Sekitar jam 14.00, sebesar kerikil. Suaranya juga seperti kerikil kalau dilempar ke genting,” tutur Henry Wasi Dipa warga Wonokarto, Wonogiri Kota.
Sebelumnya, lanjut Henry, turun hujan lebat disertai angin dan gemuruh petir. Hujan es hanya terjadi sesaat. Butiran es juga cepat mencair.
Kepala Seksi Data Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang Iis Widya Harmoko menjelaskan, hujan es merupakan femonena yang lazim terjadi di daerah tropis. Penyebabnya adalah terbentuknya awan kumulonimbus (CB) dan jaraknya cukup dekat dengan permukaan bumi.
“Durasinya (hujan es, Red) sangat singkat. Sekitar tiga sampai lima menit. Karena itu sifatnya lokal dan tidak merata,” ujarnya. Ciri-ciri akan terjadinya hujan es, lanjut Iis, biasanya disertai angin puting beliung.
Memang, hampir bersamaan dengan hujan deras, dua dahan pohon di Jalan Nguter-Wonogiri, tepatnya sebelah utara terminal Giri Adipura Wonogiri tumbang diterjang angin kencang.
Dampaknya, terjadi kemacetan kendaraan sekitar satu jam. Ekor kemacetan di sisi selatan terjadi di traffic light Krisak, sedangkan dari arah Solo di depan SPBU Kalikatir.
“Ada dua pohon tumbang. Terjadi saat hujan es sekitar pukul 14.00. Di depan SMPN 4 Wonogiri juga ada pohon tumbang, tapi hanya di pekarangan,” papar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Hariyanto.
Dampak lainnya, antena RSPD Giri Swara Wonogiri di Wonokarto setinggi 70 meter ambruk dan melintang di Jalan Yudistira XII, serta menimpa atap gudang masjid setempat. “Untuk sementara jalan lingkungan ditutup,” katanya. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. (kwl/wa/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Musthofa Raih Leadership Award 2017

JAKARTA- Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo mengaku bangga dengan banyaknya kepala daerah yang inovatif dan dengan kepemimpinan terbaik. Ini dinilainya salah satunya berdasarkan...

Tiga Petugas Diganjar Balok Ganjal Emas

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Tiga petugas kepolisian Polres Semarang mendapatkan apresiasi dari Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono. Penghargaan diberikan berupa trophy berbentuk balok ganjal...

Kapolres Apresiasi Jawa Pos Radar Kedu

MAGELANG—Jajaran redaksi dan manajemen Jawa Pos Radar Kedu kemarin beranjangsana ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Magelang Kota. Kunjungan diterima oleh Kapolres Magelang Kota Ajun...

Tidak Tahan Lama

Tanya dr Andi: Saya sering sulit bertahan lama, paling 1 menit sudah tidak tahan. Bagaimana agar bisa tahan lama dalam berhubungan ya dok? Terimakasih sebelumnya. Bpk....

Bentuk Forum Anak, Sekolah Ramah Anak, serta Puskesmas Ramah Anak

DPRD Kabupaten Magelang menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak dalam rapat paripurna, beberapa waktu lalu. SETELAH melalui proses pembahasan di Pansus IV,...

Klaim Menderita di Penampungan

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Persatuan Pedagang Pasar Induk Wonosobo (PPIW) meminta Pemkab konsisten dalam pembangunan Pasar Induk. Selain tepat waktu, selama proses relokasi, hendaknya dilakukan...