33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Efektif Tanamkan Budi Pekerti

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM – WIDYO Leksono ‘Babahe’, sosok seniman kawakan di Semarang yang masih konsisten menjadi seorang pendongeng dari sekolah ke sekolah. Wajar, jika pria berambut putih panjang itu dekat dengan dunia anak-anak.
Bahkan tidak hanya di Kota Semarang, ia juga kerap menularkan tradisi mendongeng di luar Kota Semarang, Karimunjawa hingga Kalimantan. Berbagai inovasi dengan melibatkan seniman muda, tak jarang melahirkan karya-karya kekinian.
Mulai dari mendongeng menggunakan wayang buatan, penulisan buku, hingga mentransfer dongeng anak kekinian menjadi sebuah film. Sebab, dongeng dianggap menjadi media tutur yang efektif untuk pendidikan budi pekerti, karakter, kepribadian maupun kecerdasan anak. Anak diajarkan nilai kejujuran, percaya diri, sopan santun, setia kawan, dan tanggungjawab.
“Bahwasanya bahasa tutur itu telah menjadi tradisi nenek moyang. Namun selama ini kian luntur. Saya merasa terpanggil untuk merawat tradisi itu,” kata Babahe kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (17/3).
Babahe kemudian menularkan metode mendongeng tersebut di sejumlah sekolah, terutama sekolah dasar. Penerapannya, metode mendongeng tersebut ada yang dimasukkan menjadi kurikulum intra maupun ektra.
“Biasanya disisipkan 5-10 menit di akhir pelajaran. Materi cerita bisa pengalaman saya sendiri saat naik gunung dan lain sebagainya. Tujuannya agar anak terinspirasi, khususnya mengajarkan budi pekerti, karakter dan lain-lain,” katanya.
Edukasi mengenai budi pekerti dan pendidikan karakter, menurut dia, paling pas melalui ‘mendongeng’ tersebut. Pengalaman di Kalimantan, ia menerapkan pendidikan anak dengan pola bermain. “Pada tahapan tertentu, anak diminta mengumpulkan cerita berdasarkan pengalamannya dengan cara mendongeng. Bahkan setelah tersusun dongeng-dongeng pengalaman anak, kemudian difilmkan,” katanya.
Sehingga dongeng tersebut mampu menanamkan kesan pada diri anak. Materinya tidak terbatas, bahkan guru matematika, fisika, bahasa Inggris, berdiskusi kemudian mencoba proses belajar mengajar dengan metode mendongeng. “Konsep bercerita bisa diterapkan untuk materi apa saja,” ujar Babahe yang sudah melakoni aktivitas mendongeng sejak 1990-an silam.
Hingga sekarang, Babahe masih sering menjadi ‘guru terbang’ dari sekolah ke sekolah. Terutama sebagai guru teater atau drama. Salah satunya di SDN Pekunden.
Perkembangan saat ini seiiring dengan pesatnya penggunaan teknologi, metode mendongeng ini mengalami stagnan. Bukan berarti hilang, tetapi minat untuk memelajari ilmu mendongeng terbilang minim. “Kalau Guru TK, PAUD, saat ini masih banyak menggunakan metode mendongeng. Nah, setelah masuk di SD, anak-anak jarang mendapatkan dongeng,” ungkap dia.
Menurut dia, mendongeng dibutuhkan kreativitas menyusun sebuah cerita. Tidak harus menggunakan cerita pakem, misalnya cerita nabi-nabi. Justru mendongeng akan lebih berkembang apabila bisa mengembangkan cerita berdasarkan pengalaman dan perkembangan zaman.
“Bulan puasa lalu, saya pernah punya pengalaman di sebuah pesantren. Saya menceritakan ada tiga binatang, yakni kambing, anjing dan kucing. Saya tawarkan pilih binatang mana? Mereka memilih kucing, alasannya bahwa kucing adalah binatang kesayangan Nabi Muhammad SAW. Saya tanya balik, kalau kucing itu mencuri ‘gereh’ bagaimana? Mereka bingung,” katanya.
Nah, sebetulnya nilai cerita hanya ingin mengajak anak-anak berpikir bahwa bukan persoalan memilih kambing, kucing ataupun anjing. Tetapi nilai yang hendak disampaikan adalah lebih ke siapa dia dan bagaimana berperilaku. “Itu nilai budi pekerti,” katanya.
Perkembangan teknologi semakin pesat, mendongeng juga perlu gerakan dan inovasi, Babahe berkolaborasi dengan seniman muda dengan membentuk Serikat Wayang Kontemporer Semarang. “Kami juga mendongeng menggunakan media wayang. Ada wayang tenda, wayang kardus, wayang rotan, dan lain-lain. Ada workshop mengenai bagaimana cara mendongeng, di situ kami ajak anak-anak membuat mainan wayang dari rotan. Wayang buatan tersebut sebetulnya hanya media, intinya mendongeng. Agar lebih mendekatkan dengan dunia anak,” katanya. (amu/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dinas Kesehatan Jawa Tengah Dorong Milenial Menjadi Agent Of Change Kesehatan.

RADARSEMARANG.ID-Semarang- Rabu pagi (10/10/18) Gedung Pertemuan Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), yang berlokasi di kawasan Sriwijaya, mendadak riuh dengan “serbuan” ratusan pelajar SMU sekota...

4 Siswa Absen Ujian Sekolah

TEMANGGUNG—Pelaksanaan ujian sekolah (US) untuk siswa SD/MI pada hari pertama dengan mapel Bahasa Indonesia, kemarin, berjalan lancar. Pantauan koran ini, satu jam sebelum pelaksanan...

Tanamkan Pendidikan Toleransi Sejak Dini

TEMANGGUNG - Nyonya Sinta Nuriyah Wahid, istri Presiden RI ke-4 (alm) Abdurrahman Wahid alias Gus Dur berbuka puasa bersama warga Temangggung, Senin (5/6) sore....

Pegadaian Perbanyak Jumlah Agen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PT Pegadaian (Persero) Kanwil XI Semarang terus menambah jumlah agen, khususnya di wilayah yang selama ini jauh dari kantor cabang Pegadaian....

Peduli Kesehatan dan Cegah Kanker

RADARSEMARANG.COM - Sejumlah pelajar dari negara Maroko dengan jurusan  Ilmu Kesehatan yang tergabung AISSEC menggelar cek darah gratis di Car Free Day (CFD) Jalan...

Banjir Bikin Macet Total

SEMARANG - Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan banjir menggenangi beberapa wilayah Kota Semarang, tidak terkecuali kawasan Simpang Lima yang menjadi pusat kota. Banjir yang...