33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Nasi Goreng Sidoarjo di Negeri Jiran

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

– Nama Anda siapa?
+ Pak Cik Abin, pak.
– Maksud saya, nama Anda yang sebenarnya…
+ Pak Cik Abin pak. Ini kartu nama saya…
Dia berdiri mengambil dompet dari saku celana. Menyerahkannya ke saya. Di situ tertulis namanya: Pak Cik Abin.
Saya tahu dia bohong. Tapi saya tidak ngotot mengusut lebih lanjut.
Dalam hati saya justru kagum. Kagum pada konsistensinya untuk memajukan bidang usahanya.
Dia telah rela mengubur nama aslinya. Mewujud (meminjam istilah dalam kitab Injil) dalam merk usaha yang lagi ditekuninya.
Anak muda itu memang seorang pengusaha. Yang semangatnya melebihi Barcelona saat ingin membeli Countinho dari Liverpool.
Dia sengaja memilih duduk di kursi kosong di sebelah saya. Langsung minta foto bersama. Rupanya dia kenal saya. Saat itulah saya bertanya siapa namanya.
– Usaha Anda apa?
+ Nasi goreng.
– Di mana?
+ Malang, Mojokerto, Sidoarjo dan ini ada tawaran buka di Johor Baru Malaysia.
Saya pun merangkulnya. Untuk difoto. Bukan main. Jualan nasi goreng berada di ruang tunggu bandara internasional Juanda. Satu pesawat dengan saya menuju Singapura.
Saya akan check up kesehatan. Dia akan meneruskan perjalanan ke Johor Baru untuk ekspansi usaha. Nasi goreng.
Saya pun ikut antusias menggali latar belakangnya. Sambil belajar bagaimana mulai bangkit menjadi pengusaha.

Ternyata Pak Cik Abin sudah punya enam restoran. Nama reatorannya, ya itu tadi, Pak Cik Abin. Dengan logo sosok dirinya. Yang mungkin akan bisa seperti logo KFC nantinya. Amiin.
Usut punya usut, nasi goreng itu ternyata hanya satu saja dari puluhan menu di Pak Cik Abin.
Menu lainnya adalah mie aceh, roti jala, nasi lemak, laksa dan makanan melayu Medan lainnya.
– Mengapa ketika pertama saya tanya tadi Anda mengatakan jualan nasi goreng?
+ Kalau saya jawab jualan masakan melayu nanti bapak meragukan saya. Kok di Jatim jualan masakan Melayu. Bodoh anak ini. Mana laku…
– Hahahaa…. Anda ini pinter sekali. Anda ini orang marketing sejati. Konsekwen dalam membangun brand dan tahu cara menghindari resiko diremehkan…
Pak Cik Abin memang nama yang sangat Melayu. Ternyata dia memang orang Pangkalan Susu. Setelah malang-melintang bekerja di berbagai proyek infrastruktur dia kenal wanita asal Malang. Saat itu Pak Cik Abin bekerja di proyek listrik Paiton, Probolinggo.
Di Malanglah Pak Cik Abin memilih jualan nasi goreng. Di pinggir jalan. Ternyata laku. Lalu dia kembangkan menjadi restoran masakan Melayu.
Orang tuanya yang di Pangkalan Susu dia boyong ke Malang. Semua adiknya juga dibawa ke Malang. Semua dia ajak bekerja keras mengembangkan Pak Cik Abin.
Kami berpisah di bandara Changi. Saya menuju rumah sakit. Bertemu dokter Benjamin Chua yang mengoperasi aorta saya. Pak Cik Abin jalan darat menuju Johor Baru.
Seminggu kemudian…… saya WA Pak Cik Abin.
– Jadikah buka Pak Cik Abin di Johor Baru?
+ Rupanya jadi pak. Lokasinya cocok. Tempatnya juga baik.
– Tapi di Johor Baru harga jual makanan kan murah sekali…bisa untung?
+ Memang diukur dari pendapatan masyarakat termasuk murah sekali tapi masih bisa.
Saya suka anak ini. Rendah hati. Mudah bergaul. Tidak segan mengatakan hanya tamat SMA di Pangkalan Susu.(dis)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

SMP Teuku Umar Gelar Outbond

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Mempersiapkan diri menghadapi ujian nasional, SMP Teuku Umar Semarang menggelar outbound baru-baru ini. Sebanyak  220 siswa kelas IX turut serta dalam...

Bangun Jalan Sepanjang 1 Kilometer

MUNGKID - Puluhan anggota Kodim 0705/Magelang dan masyarakat bergotongroyong mengerjakan pembangunan cor blok jalan sepanjang 1 kilometer yang menjadi penghubung antara Desa Keditan dengan...

Dongkrak Wisatawan Asing Lewat Momentum HUT

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Beberapa tahun terakhir, jumlah wisatawan Kota Semarang mengalami peningkatan yang signifikan. Tercatat pada tahun 2017, jumlah kunjungan wisata ke Kota Semarang dalam...

Gelar Wayang Keliling Seluruh Kecamatan

MUNGKID—Bupati Magelang Zaenal Arifin S.IP menggelar pentas wayang keliling di seluruh kecamatan. Kegiatan tersebut  untuk melestarikan tradisi dan kebudayaan. “Kegiatan ini dalam rangka aktualisasi pelestarian...

41 Pejabat Mangkir Diperikasa

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kendal memanggil 41 Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin (30/7). Para pejabat eselon III itu dipanggil untuk dimintai...

Tak Ingin Muspro, Fajar Gandeng Pedagang

WONODRI – Tidak ingin revitalisasi pasar tradisional muspro alias tidak berfungsi karena pedagang enggan menempati bangunan baru, Dinas Perdagangan Kota Semarang, mulai menggelar sosialisasi...