33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

KPU Dianggap Berlebihan

Larangan Gambar Bung Karno di APK

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jateng menganggap larangan pemasangan gambar Bung Karno pada alat peraga kampanye (APK) berlebihan. Sebab, PDIP memiliki hubungan historis dengan mantan Presiden RI pertama tersebut. Aturan tersebut tercantum dalam PKPU No 4 tahun 2017.
Wakil Ketua Bidang Hukum DPD PDIP Jateng Bona Ventura Sulistiana mengatakan tokoh nasional seperti Soekarno seharusnya dapat dijadikan panutan. Begitu pula dengan tokoh lainnya seperti mantan Presiden RI Abdurahman Wahid (Gus Dur). “Kami justru melihat tokoh nasional dijadikan panutan dan teladan. Siapapun boleh memasang gambar Bung Karno, tidak hanya PDIP,” katanya.
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melarang gambar tokoh nasional yang bukan pengurus parpol dipasang di alat peraga kampanye.
Menurut Bona, Bung Karno sudah menjadi milik bangsa. “Kami bertanya, apa yang mendasari dibuatnya aturan tersebut? Sehingga tidak boleh memasang gambar tokoh nasional yang bukan pengurus partai,” ungkapnya.
Dia menambahkan seharusnya regulasi yang dibuat tidak jauh dari tata nilai kepastian, manfaat, dan rasa keadilan di masyarakat.
PDIP Jateng juga menyikapi fenomena penegakan hukum yang terjadi akhir-akhir ini. Diantaranya pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo tentang ada beberapa calon kepala daerah di Indonesia yang 95 persen akan jadi tersangka.
Menurutnya hal tersebut bisa mempengaruhi opini publik jika salah mengartikan sebanyak 95 persen calon yang maju pilkada akan menjadi tersangka. “Statemen Pak Agus Rahardjo jelas, ada beberapa calon yang kemungkinannya 95 persen jadi tersangka. Bukan jumlah calonnya. Maka kami mengimbau masyarakat yang sudah cerdas agar berhati-hati membangun opini,” paparnya.
Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo menjelaskan, sesuai aturan, desain dan materi APK dilarang mencantumkan foto atau nama Presiden dan Wakil Presiden, dan atau pihak lain yang tidak menjadi pengurus parpol.
“Jadi misalnya kalau PDI Perjuangan mau memasang foto atau nama Mantan Presiden Soekarno, tidak boleh. Kan bukan pengurus partai. Termasuk Pak Presiden Jokowi. Meski dari PDI Perjuangan, kan bukan pengurus partai,” terangnya.
Meski begitu, ketika pengajuan desain APK dari tim pemenangan masing-masing paslon yang meramaikan bursa Pilkada 2018, tidak ada yang memasang foto mantan presiden. “Kemarin memang ada yang memasang foto tokoh yang bukan pengurus partai politik, kemudian kami revisi. Tapi itu bukan foto Pak Karno,” bebernya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dorong UMKM

SEJUMLAH ibu rumah tangga mengikuti workshop Sulam Pita di DP Mall Semarang, kemarin. Komunitas Sulam Pita dan Dinas Koperasi Kota Semarang memberikan pelatihan ini...

Uang Rp 300 Raib

KEBUMEN -- Nasib malang menimpa Sugeng Haryadi, 37, warga Desa Candiwulan Kecamatan Adimulyo Kebumen. Uang yang baru saja diambil dari Bank BCA Gombong sebesar...

Bantu Penuhi hak Anak

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo mengukuhkan pengurus Forum Anak Kreatif Wonosobo (Forkos) periode 2018-2020di Pendopo Wakil Bupati, Selasa (26/10). Dalam sambutannya...

Harus Lewati Final Berat

SEMARANG -  Pebulutangkis unggulan kedua asal PB USM Jaya, Ridhwan dipaksa main di rubber game setelah Hilbram Putra Al Maulana, pemain PB Tugumuda Semarang...

Orangtua Sebagai Inspirator dan Motivator

Orangtua merupakan sosok yang ada di belakang apa yang telah Royyan capai saat  ini. Untuk itu, ia selalu menghargai kedua orangtuanya. Orangtua, dalam kehidupan...

Perkuat Layanan Non Tunai di Tol

SEMARANG - Peningkatan pelayanan terhadap masyarakat dalam pembayaran tarif tol secara non tunai, terus digeber oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Semarang. Sejak...