24.9 C
Semarang
Rabu, 14 April 2021

50 Mahasiwa Bantu Kuatkan KB Di Desa Terpencil

spot_img
spot_img

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sebanyak 50 mahasiswa program studi (Prodi) Kesehatan Masyarakat Universitas Pekalongan (Unikal), Jumat (16/3) kemarin, mulai menjalankan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di 10 Kampung Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Pekalongan. Para mahasiswa tersebut memiliki misi memberikan pengetahuan tentang hidup sehat, serta pemberdayaan masyarakat.
Adapun desa yang dijadikan penguatan KB yakni di Desa Salit Kecamatan Kajen, Desa Dadirejo Kecamatan Tirto, Desa Podo Kecamatan Kedungwuni, Desa Randumuktiwaren Kecamatan Bojong, Desa Galangpengampon Kecamatan Wonopringgo, Desa Mejasem Kecamatan Siwalan, Desa Pegandon Kecamatan Karangdadap, Desa Karangsari Kecamatan Karanganyar, dan Desa Pakumbulan Kecamatan Buaran serta Desa Warukidul Kecamatan Wiradesa.
Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengungkapkan bahwa kesehatan masyarakat adalah satu hal yang harus mendapat perhatian serius. Karena saat ini, pemerintah masih dihadapkan pada persoalan mewujudkan keluarga yang sejahtera, dengan pemenuhan kebutuhan dasar yang harus terus menerus dipenuhi yaitu pelayanan kesehatan.
“Yang penting adalah kekuatan keluarga, karena saat ini kekuatan ini banyak mengalami penurunan. Oleh karena itu, kita akan membuat norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera, demi kesejahteraan masyarakat,” ungkap bupati.
Bupati mengatakan, sudah menjadi tugas bersama menyiapkan generasi yang kuat, sejahtera, serta berpendidikan. Pendidikan formal dan agamanya juga harus seimbang.
Untuk itu perlu adanya pembangunan mental dan spiritual, bukan hanya pembangunan secara fisik saja. Keduanya harus seimbang, untuk menyiapkan generasi berkualitas yang bermental mulia.
“Ayo bangun dua-duanya jiwa dan raga. Saya yakin, adik-adik dapat memberi motivasi pada masyarakat yang sudah ikut KB, untuk meningkatkan pendidikan baik formal maupun spiritual,” kata Bupati Asip.
Sementara itu, Rektor Unikal Suryani, bahwa 50 mahasiswa yang melakukan PPL, untuk mendapat pelajaran dan arahan, agar mereka mendapatkan pengalaman belajar di lapangan.
“Semakin mereka berinteraksi dengan masyarakat secara langsung maka mereka akan semakin terasah ketrampilannya, terasah kemampuan komunikasinya dan akan terbiasa menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi di masyarakat,” tegas Suryani. (thd/zal)

spot_img

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here