33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Tak Berdaya Kendalikan Kredit Kendaraan

Atasi Persoalan Kemacetan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Persoalan kemacetan menjadi ancaman besar di setiap kota, tak terkecuali Kota Semarang. Pertumbuhan infrastruktur jalan dengan pertumbuhan kendaraan di Kota Semarang tidak seimbang.
Tercatat, pertumbuhan kendaraan di Kota Semarang mencapai 12 persen per tahun. Sedangkan pertumbuhan jalan hanya 0,9 persen per-tahun. Saat ini, sedikitnya tercatat ada 1,6 juta kendaraan roda dua dan 500 ribu kendaraan roda empat di Kota Semarang. Jika kondisi ini dibiarkan, maka persoalan kemacetan akan menjadi ancaman besar di Kota Lumpia.
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso, mengatakan bahwa salah satu faktor penyebab pesatnya pertumbuhan kendaraan adalah mudahnya proses pembelian kendaraan dengan cara kredit. Sedangkan pemerintah sendiri tidak berdaya untuk sekadar melakukan pengendalian. “Pemerintah mestinya segera membuat kajian mengenai solusi kemacetan. Mumpung belum terlanjur dan masih bisa ditolong,” katanya, Kamis (15/3).
Menurutnya, perlu kajian secara detail agar bisa ditemukan solusi yang tepat dan terbaik. Misalnya, pertama mengenai percepatan pengadaan angkutan masal, strategi rekayasa lalu-lintas, maupun pengendalian pertumbuhan kendaraan. “Selain itu Pemkot Semarang harus mampu mengoptimalkan pengelolaan jalan. Misalnya dengan cara memerbanyak jalan tembus atau jalan alternatif,” terangnya.
Prinsipnya, kata dia, pemerintah harus memiliki strategi mengatasi kemacetan. Termasuk mengoptimalkan penggunaan angkutan masal. Supaya masyarakat banyak menggunakan angkutan masal. “Saat ini, orang bisa dengan mudah membeli motor dengan cara kredit sangat murah. Bahkan Rp 500 ribu bisa membawa pulang motor. Ini sangat memengaruhi terjadinya kemacetan yang semakin parah,” tuturnya.
Joko mengakui pengendalian pertumbuhan kendaraan memang tidak mudah. Sebab, hal tersebut bagian dari kewenangan pemerintah pusat juga. Pemkot Semarang sendiri tidak bisa berbuat banyak. Kebijakan tersebut harus berskala nasional. “Misalnya pemerintah berani menentukan kebijakan bahwa uang muka kredit motor maupun mobil harus 50 persen dari harga pembelian, mungkin itu bisa mengurangi,” katanya.
Praktisi Bike to Work, Nana Podungge mengatakan, pihaknya melihat sejauh ini tidak ada keseriusan pemerintah untuk mengatasi kemacetan. Bahkan berbagai kebijakan pemerintah yang diterapkan justru memperparah kemacetan. “Bahkan macet atau tidak, jalur sepeda onthel tetap diserobot pengguna jalan lain. Artinya Pemkot ini tidak serius menyelesaikan problem kemacetan,” kata dia.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Muhammad Khadik mengakui persoalan kemacetan dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya, adanya kesenjangan cukup besar antara kapasitas jalan dengan pertumbuhan kendaraan di Kota Semarang.
“Tercatat pertumbuhan kendaraan di Kota Semarang mencapai 12 persen per tahun. Sedangkan pertumbuhan jalan hanya 0,9 persen per-tahun. Samsat mencatat sedikitnya ada 1,6 juta kendaraan roda dua dan 500 ribu kendaraan roda empat. Padahal, jumlah warga di Kota Semarang kurang lebih 1,6 juta,” katanya.
Hasil penelitian lembaga riset Inrix, rata-rata, tingkat kemacetan di Kota Semarang mencapai 37 jam dalam setahun. Lama waktu yang dibutuhkan pengendara saat macet 17 persen. Pada jam sibuk, persentase waktu berkendara meningkat menjadi 21 persen dan 19 persen di luar jam sibuk.
Kota Semarang menempati urutan kesembilan di antara kota besar di Indonesia. Secara berurutan, Jakarta menempati ranking pertama. Disusul Bandung, Malang, Jogjakarta, Medan, Pontianak, Tarogong, Surabaya, Semarang, dan Sungai Pinang. (amu/ida)

Berita sebelumyaPSIS Pecat Subangkit
Berita berikutnyaTargetkan Jadi Partai 3 Besar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Siswa Dibiasakan Mengamalkan Alquran

TEMANGGUNG- Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Kartika Kranggan kembali mengadakan wisuda takhfidz bagi para siswanya. Wisuda takhfidz angkatan IX ini digelar di Aula Kantor...

Waroeng HAM Peringati Hari Ibu

DISKUSI bulanan jejaring Warga Ngobrol Bareng Sosial Hak Asasi Manusia (Waroeng HAM) mengangkat tema Fenomena Ibu Gagal Menyusui : Menyoroti Fasilitas & Tenaga Kesehatan...

Kantor Kecamatan Kalsel Jadi Gudang Kayu Bakar

KENDAL — Kantor Kecamatan Kaliwungu Selatan (Kalsel) di Desa Magelung, kondisinya semakin parah.  Lebih dari 13 tahun sejak dibangun 2004 silam, hingga kini belum...

Hijab Ambassador Harus Bisa Baca Alquran

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Setelah melalui serangkaian seleksi yang ketat, sebanyak 34 peserta Pemilihan Hijab Ambassador 2018 dinyatakan lolos. Kamis (12/4), mereka mengikuti pembekalan di...

5 Karya Dosen dapat Hak Paten

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG—Universitas Muhammadiyah Magelang semakin menunjukkan diri sebagai perguruan tinggi yang berkualitas dan berkemajuan. UMMagelang berhasil meloloskan 41 proposal yang dikirim mahasiswa dalam PKM...

“Revitalisasi SMK” Untukmu SMK Tercinta

RADARSEMARANG.COM - “KAMU harus sekolah SMK, supaya bisa langsung kerja”. Itulah sepenggal harapan yang sering  terucap dari mulut orang tua terhadap anaknya yang akan...