33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Sepakat Perda RTRW Direvisi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kalangan legislatif sepakat untuk merevisi Peraturan Daerah (Perda) Jateng Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jateng 2009-2010. Pasalnya, sudah banyak terjadi perkembangan kebijakan tata ruang mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Jateng, Samsul Bahri menjelaskan, perkembangan tata ruang wilayah dipengaruhi faktor dari dalam dan luar wilayah. Faktor dari luar meliputi dicanangkannya Nawacita dalam pelaksanaan pembangunan di Indonesia, yang dijabarkan dalam Peraturan Presiden Nomor 2 tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019. Kemudian terjadinya perubahan beberapa peraturan perundangan yang menjadi dasar hukum pembentukan Perda Nomor 6 Tahun 2010.
“Dalam perkembangan perubahan dasar hukum Perda Nomor 6 Tahun 2010, muncul kebijakan-kebijakan baru yang dapat memengaruhi substansi materi muatan Perda Nomor 6 Tahun 2010,” jelasnya, Kamis (15/3).
Sementara yang menjadi faktor internal, salah satunya perkembangan pembangunan di daerah yang dapat memengaruhi atau ditanggapi perkembangannya oleh RTRW Jateng. Kajian dinamika internal ini didapat dari kajian kondisi lingkungan strategis dan dinamika pembangunan, serta penjaringan informasi dari stakeholder, utamanya dari kabupaten/ kota.
Anggota Komisi A DPRD Jateng Sriyanto Saputro menambahkan, RTRW punya peran sentral dalam proses pembangunan daerah karena menjadi acuan atau pedoman dalam penyusunan rencana pembangunan jangka pendek, menengah maupun panjang. Karena itu, pihaknya berpendapat jika perubahan RTRW harus mampu menyinkronkan dan menyinergikan daerah-daerah di Jateng. “Jadi tidak, akan terjadi tumpang tindih kepentingan antara kabupaten/ kota di Jateng,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko setuju dengan kalangan legislatif. Menurutnya, raperda RTRW perlu dibahas serius oleh eksekutif dan legislatif. “Saya menyarankan kepada teman eksekutif mengundang para pakar dan stakeholder untuk bersama membahas dengan legislatif. Supaya kita mengerjakan sesuatu, yang saya pikir bernilai strategis tidak tanggung-tanggung. Meski membutuhkan anggaran besar, tapi manfaatnya juga lebih besar,” bebernya.
Mengenai tata ruang, mantan Bupati Purbalingga ini mengakui, Jateng menghadapi kendala ketersediaan tata ruang untuk keperluan investasi bagi investor. Sehingga, dia pernah meminta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk tidak menghadiri undangan promosi investasi di Thailand.
“Saya rem dulu. Nggak usah ke sana dulu karena yang sudah datang kesini belum semua bisa terlayani. Kalau lebih banyak yang datang, lebih banyak yang tidak terlayani, saya khawatir Jateng akhirnya malah ditinggalkan,” tandasnya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Belajar Pembahasan LKPJ dan Pengembangan Industri Kreatif Berbahan Baku Lokal

DPRD Kabupaten Demak belum lama ini melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Bali. Tepatnya ke DPRD Kabupaten Bangli, Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar. Ini...

Gandeng JFE Engineering Jepang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –  PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) bekerjasama dengan JFE Engineering Jepang  membangun Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) di Pabrik Tuban. Proyek...

Hasil Survei Bisa Berubah

SALATIGA- Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang berlaga dalam Pilwalkot Salatiga harus kerja keras untuk menarik dukungan saat coblosan 15 Februari...

Perpustakaan sebagai Media Pembelajaran yang Efektif

RADARSEMARANG.COM - JIKA  kita berbicara mengenai perpustakaan, seperti perpustakaan umum maupun perpustakaan sekolah semuanya memiliki fungsi yang sama, yaitu sama–sama sebagai tempat kumpulan berbagai...

Jalur Kaligawe-Sayung Banjir dan Macet 

SEMARANG-Banjir menggenang sepanjang jalan nasional, Jalan Kaligawe Kota Semarang-Sayung Kabupaten Demak, Jumat (1/12) kemarin. Akibat hujan deras mengguyur wilayah Jateng, termasuk Kota Semarang dan...

Banjir Bandang Empat Tewas dan Dua Hilang

MUNGKID-Hujan deras yang melanda kawasan Gunung Merbabu sepanjang Sabtu sore (29/4) kemarin, menyebabkan banjir bandang di Hulu Sungai Elo Kabupaten Magelang. Banjir menerjang permukiman...