PENYULUHAN : Tim Satgas Preemtif Polres Magelang Kota memberikan giat binluh kepada pedagang pasar dalam rangkaian Operasi Keselamatan Candi 2018, Kamis (15/3) kemarin. (Satlantas For JP Radar Kedu)
PENYULUHAN : Tim Satgas Preemtif Polres Magelang Kota memberikan giat binluh kepada pedagang pasar dalam rangkaian Operasi Keselamatan Candi 2018, Kamis (15/3) kemarin. (Satlantas For JP Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Untuk menekan jumlah pelanggaran dan menyadarkan tertib berlalu lintas dalam Operasi Keselamatan Candi tahun 2018 yang berlangsung sejak 5-25 Maret mendatang, Kepolisian Resor Magelang Kota membentuk satgas preemtif. Sasaran satgas ini adalah sekolah, pasar, pangkalan ojek dan lainnya.

Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan melalui Kasatlantas AKP Marwanto, Kamis (15/3) kemarin menyebutkan bahwa hingga hari ke sepuluh pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi, pihaknya rutin mengadakan kegiatan preemtif.

“Giat satgas preemtif dari tanggal 5-15 Maret 2018, telah mengadakan giat pembinaan dan penyuluhan (binluh) sebanyak 40 kali dan giat dikmas lantas hampir 34 kali,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya telah membentuk satgas preemtif yang rajin menyambangi sekolah, pasar, pangkalan ojek baik ojek konvensional maupun ojek online serta tempat lainnya. Kegiatan tersebut, menurut Marwanto, sebagai upaya menekan jumlah pelanggaran. Marwanto juga mencatat bahwa sampai dengan Rabu (14/3) lalu sebanyak 123 pengendara dikenai tilang. Sedangkan teguran tercatat 588 kasus.

”Pelanggaran lalu lintas masih didominasi pengendara roda dua. Sekitar 80 persen adalah roda dua, di antaranya tidak mengenakan helm, melawan arus, menerobos jalur lambat, dan lainnya,” kata Marwanto.

Dijelaskan, sasaran utama Operasi Keselamatan tahun ini adalah tindakan preventif selain tindakan preemtif kepada pengguna jalan. Misalnya, instruksi untuk memakai sabuk pengamanan roda empat dan standarisasi kendaraan roda dua.

”Sabuk keselamatan dan pemakaian helm jadi sasaran kami selama operasi. Diharapkan, pascaoperasi pun, masyarakat tetap memperhatikan kewajiban ini,” tutur Marwanto.

Kanit Turjawali, Satlantas Polres Magelang Kota, Iptu Sukardiyana mengatakan operasi ini merupakan bentuk preventif yang didukung tindakan penegakan hukum berupa tilang atau represif.

”Kegiatan lainnya yaitu edukasi kepada masyarakat juga dalam berlalu lintas di jalan raya agar menciptakan keamanan, ketertiban, displin berlalu lintas,” beber Sukardiyana.

Selama pelaksanaan Operasi Keselamatan 2018 pihaknya juga menggelar beberapa kali hunting sistem. Namun, tidak hanya tindakan represif tilang kepada pengendara, pihaknya cenderung menekankan sikap persuasif berupa teguran.

”Kita beri arahan, misalnya helm digunakan untuk melindungi kepala. Lalu dua kaca spion dapat membantu penglihatan pengendara dalam berkendara dan kelengkapan kendaraan lainnya. Tidak lupa juga soal melawan arus di jalur lambat yang dapat mengganggu pengguna jalan lainnya,” pungkas Sukardiyana. (had/lis)