33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Pedagang Yaik Tolak Penetapan Zonasi

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sosialisasi rencana relokasi pedagang Pasar Yaik Baru berjalan alot. Para pedagang menolak Dinas Perdagangan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang turut campur dalam penetapan zonasi atau penempatan pedagang di areal relokasi tahap II Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).
Mereka meminta penentuan zonasi diserahkan kepada pedagang agar bisa mengatur sendiri. “Kalau penentuan zonasi dilakukan oleh Dinas Perdagangan, kami khawatir akan terjadi keributan antar pedagang. Maka dari itu, kami meminta penentuan zonasi diserahkan kepada kami,” kata Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa (PPJ) Pasar Yaik Baru, Mudasir, saat sosialisasi rencana pemindahan pedagang Pasar Yaik Baru di tempat relokasi tahap II Pasar Johar di kompleks MAJT, Kamis (15/3).
Dikatakannya, Dinas Perdagangan tidak mengetahui persis kondisi di lapangan seperti apa. Kalau pembagian disamaratakan, maka akan muncul konflik baru. Sebab, kebutuhan pedagang tidak sama. “Kami yang mengetahui persis kondisi di lapangan, termasuk kebutuhan pedagang seperti apa,” katanya.
Dijelaskannya, meskipun jenis dagangan sama, tetapi spesifikasi dan kemampuan pedagang berbeda-beda. Misalnya, sama-sama pedagang konveksi, tetapi ada yang spesifikasi grosir dan eceran. “Kalau dijadikan satu, pedagang kecil akan kalah dan mati. Nanti malah kasihan,” katanya.
Lebih lanjut, para pedagang juga memiliki naungan organisasi baik Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ) dan Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP). “Maka, sebaiknya urusan pembagian zonasi biar diurus oleh internal organisasi pedagang. Pemerintah cukup menyediakan tempat saja,” katanya.
Kepala Dinas Perdagangan Pemkot Semarang, Fajar Purwoto mengatakan bahwa pada prinsipnya pihaknya harus segera memindahkan pedagang Pasar Yaik ke tempat relokasi tahap II di kawasan MAJT. Sebab, lahan Pasar Yaik Baru akan segera dilakukan pembangunan.
“Sesuai rencana, selain menyediakan tempat, kami juga akan mengatur zonasi pedagang. Tetapi karena ada permintaan pedagang yang ingin mengatur sendiri zonasi, maka kami persilakan. Asalkan berjalan sesuai jadwal dan lancar,” katanya.
Dia justru mendukung apabila pedagang juga terlibat aktif melakukan penataan. Apalagi di relokasi tersebut, pedagang juga membangun kios secara mandiri. “Tidak ada masalah, silakan pedagang mengatur sendiri mengenai zonasi,” katanya.
Meski begitu, pengaturan zonasi yang diserahkan kepada pedagang tersebut hanya berlaku di lokasi relokasi tahap II MAJT. Sedangkan apabila nanti kembali ke Pasar Johar Baru, maka penentuan zonasi tetap dilakukan oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang. Sebab, penetapan zonasi tersebut disesuaikan dengan Detail Engineering Design (DED).
“Akhir Maret ini, pemindahan pedagang Pasar Yaik Baru ke MAJT harus sudah selesai. Sebab, awal April jaringan listrik di Pasar Yaik Baru akan dimatikan untuk kemudian dilakukan pembongkaran dan dilanjutkan proses pembangunan,” katanya.
Setelah Yaik Baru dibongkar, nantinya akan dibangun alun-alun atau dikembalikan sebagaimana fungsi awal. Relokasi tahap II ini diperkirakan menampung kurang lebih 2.500 pedagang. Pedagang yang akan direlokasi meliputi seluruh pedagang Yaik Baru, ditambah pedagang yang berjualan di depan Hotel Metro.
Di lain sisi, pembangunan penguatan Pasar Johar Cagar Budaya tahap I dengan Rp 50 miliar, dalam lelang dimenangkan Rp 48 miliar, tahun ini juga akan segera dilanjutkan dengan bantuan dari pemerintah pusat, yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sedangkan pembangunan di lahan eks Pasar Kanjengan nilai pembangunan Rp 93 miliar, dimenangkan dalam lelang Rp 87 miliar, akan dilanjutkan dengan menunggu anggaran dari Kementerian Perdagangan. (amu/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Jajaran Polres Waspadai Peredaran Uang Palsu

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO—Masyarakat Wonosobo diimbau untuk mewaspadai peredaran uang palsu pada momen menjelang Lebaran 2018. Sebab, tingginya penggunaan uang pada saat Lebaran, dikhawatirkan memicu maraknya...

Perlu Program Spesifik Tanggulangi Kemiskinan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kemiskinan di Jawa Tengah (Jateng) terus mengalami penurunan. Sejumlah program yang lebih spesifik perlu diterapkan guna terus menekan angka kemiskinan tersebut. Badan...

Sembunyikan WNA, Didenda Rp 2 Juta

"Ini sebagai pembelajaran bagi masyarakat, bahwa tidak melaporkan keberadaan orang asing di rumahnya yang ternyata masa tinggalnya telah habis itu dapat juga dipidana dengan...

Hidup Sehat Sejak Usia Muda

RADARSEMARANG.COM - BEBERAPA tahun terakhir, banyak sekali jenis penyakit yang datangnya tanpa disadari. Tak cuma menyasar mereka yang berusia lanjut, penyakit berbahaya kini juga...

PT Simoplas Kini Digugat Dua Pemilik Saham

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Nasib apes menerpa perusahaan legendaris, PT Simongan Plastik Factory (Simoplas) yang berkantor pusat di Jalan Raya Randugarut Km 12,9, Kelurahan Randugarut,...

Siapkan Promo Akhir Tahun

SALATIGA –  Grand Wahid Hotel Salatiga  menghadirkan  Christmas  Package  dengan harga Superior Room Rp 677.000/nett/room/1 malam dan Rp 1.177.000/nett/room/2 malam. Sedangkan untuk Deluxe Room...