Apakah Trigonometri Digunakan Pada Tata Boga?

  • Bagikan
Oleh: Muh Idris S.Pd.,M.Pd
Oleh: Muh Idris S.Pd.,M.Pd

RADARSEMARANG.COM – APA hubungan antara trigonometri dan ilmu tata boga? Lantas, kenapa pada kurikulum SMK program keahlian tata boga dalam mata pelajaran Matematika, terdapat kompetensi dasar tentang trigonometri yang membahas ukuran sudut, besar sudut perbandingan trigonometri aturan sinus, aturan cosines, sampai pada menentukan luas segi tiga?
Trigonometri berasal dari bahasa Yunani: trigonon: tiga sudut dan me tro: mengukur. Menurut istilah, trigonometri adalah cabang Matematika yang berhadapan dengan sudut, segi tiga, perbandingan dan fungsi trigonometri misalnya sinus, cosinus, dan tangen.
Aplikasi ilmu trigonometri banyak digunakan. Salah satunya pada teknik triangulasi, yang digunakan astronomi untuk menghitung jarak bintang. Pada geografi, digunakan untuk menghitung jarak suatu titik ke titik lain. Juga digunakan dalam sistem navigasi satelit, navigasi laut, udara, angkasa, teori musik, akustik, optik, analisis pasar finansial, elektronik, teori probabilitas, statistika, dan lainnya. Harus diakui, kegunaan trigonometri penting dalam sains, teknik, dan tidak ketinggalan juga dalam tata boga, arsitektur, bahkan farmasi.
Bagaimana dengan tata boga? Tata boga adalah pengetahuan di bidang seni mengolah masakan yang mencakup ruang lingkup makanan, mulai persiapan pengolahan, sampai pada menghidangkan makanan itu sendiri. Dari yang bersifat tradisional sampai internasional. Tata boga membicarakan berbagai macam makanan, mulai bahan, proses, hasil, sampai menghidangkan.
Dari dua pengertian di atas, penulis menyimpulkan bahwa antara trigonometri dan jasa boga, belum ada hubungannya. Trigonometri membicarakan titik sudut garis bidang, perbandingan antarsisi bangun segitiga, menghitung jarak antara dua titik, menghitung luas daerah berbentuk segitiga, dan lainnya. Sedangkan tata boga membicarakan makanan, mulai cara pembuatan, sampai menghidangkan, baik makanan daerah sampai menu internasional.
Hanya saja, pada kurikulun SMK program keahlian tata boga dalam mata pelajaran matematika, terdapat kompetensi dasar tentang trigonometri yang membahas ukuran sudut, besar sudut perbandingan trigonometri aturan sinus, aturan cosines, sampai menentukan luas segi tiga. Padahal, pada kompetensi dasar produktif tata boga, masalah-masalah yang dipelajari tidak ada yang menggunakan trigonometri, seperti penulis sampaikan di atas.
Spektrum tata boga sendiri terdiri atas tata hidang pengolahan dan penyajian makanan kontinental, serta pengolahan dan penyajian makanan Indonesia. Juga hidangan kesempatan khusus dan fusion food, pengelolaan usaha boga, produk pastry dan bakery produk cake, kue Indonesia, roti , kue diet khusus dan kue teknik “Fusion”. Lantas, pengelolaan usaha pastry dan bakery.
Teknik pembelajaran pada tata boga lebih ditekankan pada kegiatan praktik setiap hari. Artinya, lebih mengutamakan teknik pengolahan produk makanan berstandar internasional. Harapannya, program keahlian jasa boga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan di bidang kuliner dan profesionalisme. Lulusan program keahlian jasa boga dipersiapkan bisa langsung bekerja di dunia usaha dan dunia industri misalnya perhotelan, rumah makan, resto, juga melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Dari uraian di atas, penulis menyimpulkan bahwa antara pelajaran trigonometri dan jasa boga tidak ada kaitannya. Artinya, trigonometri tidak digunakan dalam tata boga. Karena itu, penulis menyarankan pihak-pihak terkait untuk mengkaji ulang kompetensi dasar trigonometri yang masuk di jasa boga pada khususnya; dan program keahlian kelompok teknologi kerumahtanggaan dan pariwisata. (*/isk)
Guru SMK Negeri 2 Temanggung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *