32 C
Semarang
Kamis, 24 Juni 2021

Pemerintah dan Ulama Harus Bersinergi

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Sinergitas pemimpin daerah dengan para ulama harus tetap dijaga. Tujuannya untuk menjaga dan membangun daerah. Sehingga bisa tercipta daerah yang kondusif, rakyatnya aman dan sejahtera.
Demikian disampaikan KH Anwar Zahid saat memberikan tausiyah dalam Pengajian Umum memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1939 Hijriah. Sebab, menurutnya sinergi antara pemerintah dan ulama dalam membangun Kendal juga tak kalah penting.
“Jadi seorang kiai wajib mengingatkan pemerintah jika melanggar syariat Islam. Sebaliknya, jika membiarkan kezaliman yang dilakukan pemimpin, maka kiai juga akan mendapatkan dosanya,” katanya, kemarin.
Pemimpin disini tidak hanya pemerintah saja, tapi  juga polisi dan TNI yang merupakan aparat keamanan juga harus peduli terhadap kiai. “Kiai itu tugasnya mengingatkan dan membimbing masyarakat ke jalan yang benar,” tuturnya.
Sinergitas pemimpin dan ulama ini di Indonesia sudah ditunjukkan sejak jaman kerajaan. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya masjid yang dibangun tidak jauh dari pendapa ataupun alun-alun kabupaten. Hal ini untuk menjaga komunikasi keduanya harus sejalan.
Sinergitas inilah yang menurutnya sekarang ini harus dibangun kembali. Kiai harus mendapat perhatian dari pemerintah. “Jika terdapat kiai yang sampai melarat, itu menjadi dosa bagi umara. Kesejahteraan kiai harus diperhatikan,” tandasnya.
Pembangunan masjid di sekitar alun-alun juga bentuk strategi ulama terdahulu untuk mengembangkan ajarannya. Sebab, di sekitar alun-alun, ada bermacam-macam orang dan budaya. Mereka berkumpul menjadi satu. Islam itu menyatukan budaya yang ada di masyarakat agar menjadi lebih baik.
Generasi muda yang menjadi pengurus remaja masjid itu sangat luar biasa. Mereka merupakan orang yang baik. Terbukti hingga kini tidak ada peristiwa tawuran antar remaja masjid. Saya belum pernah mendengarnya,” tambahnya.
Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur yang hadir mengatakan, seluruh jamaah senantiasa waspada terhadap berbagai berita bohong di media sosial. Masyarakat agar mencermati berita dan mencari kebenaran berita tersebut. Berita yang diterima jangan ditelan mentah-mentah dan jangan ikut menyebarkannya. “Jangan mudah menelan berita yang belum tahu kebenarannya,” tuturnya. (bud/bas)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here