Bupati Sarankan Petani Kelola Mina Padi

  • Bagikan
MINA PADI : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat meninjau persawahan dengan model Mina Padi di Desa Bugangan, Kedungwuni, kemarin. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
MINA PADI : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat meninjau persawahan dengan model Mina Padi di Desa Bugangan, Kedungwuni, kemarin. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, terkesan dengan kreativitas kelompok Mina Padi, yang memanfaatkan genangan air sawah untuk budidaya ikan air tawar, di Desa Bugangan Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Kamis (15/3).
Ratusan ikan nila dengan ukuran telapak tangan orang dewasa,  terlihat sehat dan berebut makan saat disebar palet makanan oleh Bupati Asip. Bahkan ikan nila yang baru disebar tiga bulan lalu sudah terlihat siap dipanen.
Asip Kholbihi, mengungkapkan bahwa Mina Padi di Desa Bugangan, Kecamatan Kedungwuni, merupakan percontohan. Sawah dengan luas 7 hektare dan terdapat 35 ribu ikan nila tersebut merupakan sawah milik warga. Dalam upaya budidaya tersebut  didampingi oleh Dinas Ketahanan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan. Harapan kedepan dapat menjadikan demplot bagi petani lain yang berminat.
Menurutnya dari pengamatan sekilas,  hasilnya akan sesuai harapan pada saat panen nanti, baik hasil padi maupun ikannya. Karena tanaman padi terlihat subur dengan bulir padi yang berisi dan ukuran ikan yang mulai besar serta terlihat sehat.
“Mudah-mudahan hasil dari Mina Padi ini dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi petani. Dan ini menjadi hal yang baik karena Kabupaten Pekalongan, memiliki potensi untuk pengembangan Mina Padi ini, baik luas areal maupun sumber mata air yang melimpah,” terang bupati.
Bupati Asip mengatakan bahwa potensi lahan persawahan wilayah Kabupaten Pekalongan dapat dimaksimalkan dengan pendampingan yang kontinyu dari  Dinas Ketahanan dan Pertanian.
Menurutnya Mina Padi ini harus didayagunakan, karena akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Serta padi yang dikembangkan adalah padi organik, maka padi pun akan terasa enak dan sehat dimakan, ikannya pun memiliki standar sehat layak konsumsi, mengingat tidak menggunakan bahan kimia untuk pupuk maupun memberantas hama.
“Saat ini sedang dilakukan ujicoba Mina Padi ini seluas 28 hektare yang tersebar di beberapa kecamatan dan harapannya pada akhir tahun 2019 nanti, petani akan bertambah banyak beralih ke Mina Padi ini, hingga areal meningkat mencapai 500 hektare,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Siswanto menjelaskan, Kabupaten Pekalongan dari 24 ribu hektare lahan sawah, ada 15 ribu lahan sawah yang potensial untuk dikembangkan Mina Padi.
Menurutnya jika dihitung estimasi pendapatan dari 35 ribu bibit yang disebar, maka dapat menghasilkan paling tidak 3 kwintal ikan tawar. JIka ikan dijual satu kilogram Rp 15 ribu maka akan mendapatkan hingga Rp 4,5 juta. “Itu pun hanya  dari hasil ikan saja,belum ditambah padi organik yang yang cukup tinggi pula dipasaran,” ujarnya. (thd/zal)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *