33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Pemilik Toko Pasar Bandungan Enggan Direlokasi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pembangunan kawasan wisata Bandungan mendapatkan penolakan dari Paguyupan Area Pasar Bandungan. Terutama dalam proses relokasi pedagang di putaran pasar Bandungan.
Ketua Paguyupan Area Pasar Bandungan, Ahmad Ikhwan Setiawan mengatakan para pedagang di pasar bandungan keberatan akan dilakukan relokasi. Pasalnya, beberapa toko yang ada di pasar tersebut status tanahnya sudah bersertifikat hak milik (HM).“Kami meminta rencana pasar tradisional Bandungan yang akan digunakan untuk wilayah Ruang Terbuka Hijau (RTH) supaya dikaji lagi,” kata Ikhwan, Rabu (14/3).
Pasar Bandungan berada di RT 01/RW 07 Kelurahan Bandungan. Dijelaskan Ikhwan, meski pihaknya mendukung adanya langkah dari Pemkab Semarnag untuk membangun kawasan wisata Bandungan namun langkah relokasi pasar dinilainya sesuatu yang tidak tepat.
“Banyak toko yang berdiri di pasar sudah bersertifikat HM. Sehingga keberadaan kami yg lahir, hidup dan mencari nafkah secara sah seharusnya dilindungi oleh Pemerintah Daerah,” katanya.
Karenannya, ia mewakili para pedagang di pasar Bandungan meminta supaya pengembangan kawasan wisata tidak memihak kepada masyarakat kecil yang sudah berpartisipasi mengembangkan ekonomi lokal.
Pertimbangan yang lain yaitu area segi empat atau lingkar Pasar Bandungan tersebut sudah berpuluh-puluh tahun diperuntukkan untuk kegiatan ekonomi dan bisnis dimana terdapat pasar tradisional.
Di pasar tradisional tersebut juga dikelilingi sejumlah warung dan ruko milik pribadi yang mempunyai ijin mendirikan bangunan (IMB) resmi. Sehingga penggunaan wilayah tersebut untuk RTH berpotensi tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten maupun Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi.
“Kami menilai penggunaan area segiempat Bandungan untuk RTH kurang tepat karena di Bandungan sudah terdapat banyak taman atau area hijau yang sudah mampu menjadi paru-paru kota,” ujarnya.
Meski sudah memiliki RTH, namun saat ini belum dikelola dengan baik oleh Pemkab Semarang. sehingga, hal itu juga berdapak pada tidak munculnya Bandungan sebagai ikon wisata Kabupaten Semarang.“Kami mengusulkan agar dana APBD yang ada digunakan untuk membuat jalan alternatif sehingga mampu mengurai masalah kemacetan Bandungan,” ujarnya.
Menurutnya, semua jalur dari daerah lain seperti Ungaran, Ambarawa dan Sumowono ke arah Bandungan selalu melewati segi empat pasar Bandungan.
Sehingga sudah mendesak untuk dibangun jalan lain dengan tujuan selain sebagai pendukung lalu lintas transportasi, juga untuk pemekaran wilayah keramaian. “Kami mengharapkan dana APBD yang merupakan uang rakyat digunakan secara optimal untuk meningkatkan ekonomi rakyat yang saat ini merasakan kesulitan bertahan akibat perlambatan perputaran ekonomi,” ujarnya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Cek PK, Periksa Ruang Karaoke

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Sabtu (26/5) malam lalu mendadak mendatangi seluruh tempat karaoke yang ada di Kota Magelang. Petugas...

Pasang Girder, Siagakan 122 Personel Gabungan

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Sebanyak 112 personel gabungan disiagakan di Gringsing Kabupaten Batang. Hal ini untuk antisipasi tidak diinginkan pada proses pemasangan balok girder flyover...

Akibat Jalan Putus, 1535 Warga Terisolasi

KAJEN-Akibat penghubung antara Desa Klesem menuju Dukuh Pringamba terputus dan belum juga diperbaiki sejak seminggu lalu (26/01), sebanyak 1535 warga di Dukuh Priangamba terisolasi....

Korban Ketiga Dukun Sadis Ditemukan

BATANG - Anggota Polres Batang kembali temukan korban ketiga, dukun maut pengganda uang, Muslimin. Korban diduga Lutfi Abdilah, 25, warga Gondang Cepiring - Kendal....

Puluhan Umat Hindu Siapkan Ogoh-ogoh

KENDAL—Puluhan umat Hindu di Kaliwungu, Kendal mulai mempersiapkan perayaan Hari Raya Nyepi. Yakni dengan menghias pura dan membuat ogoh-ogoh. Sebagian dari mereka mempersiapkan perayaan...

Kilat Khusus untuk Belanja Online

WONOSOBO – Perilaku masyarakat Indonesia berbelanja secara online terus meningkat. Kondisi ini membuat perusahaan jasa pengiriman paket/barang makin bergairah. Peluang ini, turut dicermati dan...