33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Pak Dirman : Korupsi Itu Budaya Kuno

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said menyatakan bahwa korupsi adalah budaya kuno dan pasti akan ditinggalkan. Di era informasi seperti saat ini, kejahatan sulit ditutupi dan dalam tempo yang singkat akan terungkap, termasuk korupsi.
“Korupsi itu kuno, harus ditinggalkan. Nanti korupsi itu seperti orang pakai helm. Perlahan tapi pasti, orang akan sungkan korupsi. Tidak korupsi akan menjadi budaya. Seperti kalau keluar rumah naik motor kan harus pakai helm, bukan karena disuruh, tapi karena kesadaran akan keselamatan diri dan keluarga,” terang Pak Dirman kepada media usai memberikan kuliah umum tentang Kepemimpinan yang Bersih, Jalan Menuju Kesejahteraan yang Lestari di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung (Unissula), Semarang, Rabu (14/3).
Lebih lanjut Pak Dirman menyampaikan, saat ini durasi orang menyimpan kejahatan semakin pendek. Sosial media menjadi alat yang ampuh untuk mengungkap segala perbuatan manipulasi dan korupsi. “Jadi sulit menyembunyikan kejahatan di era sekarang. Karena itu, kalau ada yang masih mau korupsi dalam situasi seperti ini, orang itu sudah ketinggalan zaman, kuno,” katanya.
Meski begitu, dalam kuliah umumnya di hadapan komunitas akademik Unissula, Pak Dirman tidak setuju dengan wacana meninjau ulang pemilihan langsung kepala daerah yang dilontarkan pimpinan KPK. KPK berpendapat besarnya biaya Pilkada langsung membuat korupsi tumbuh subur di daerah sehingga pilkada langsung perlu ditinjau ulang.
Pak Dirman menilai, jika wacana itu dijalankan, menjadi sebuah kemunduran dalam proses demokrasi. Demokrasi tidak boleh mundur, harus terus maju dan terus diperbaiki prosesnya.
“Saya tidak setuju dengan wacana itu. Demokrasi tidak boleh ditarik ke belakang. Yang harus dilakukan adalah mendidik masyarakat untuk memilih kandidat yang bersih, memiliki integritas, dan berkompeten dalam Pilkada,” terang dia.
Pemimpin yang bersih, berintegritas, dan kompeten, lanjut Pak Dirman, akan bekerja semata-mata untuk kepentingan rakyat. Bekerja untuk mensejahterakan rakyat, karena tidak ada kepentingan pribadi dan kelompok di belakang kepalanya.
“Karena itu, jika Indonesia ingin maju harus ada pemimpin yang bersih di seluruh level kepemimpinan. Karena, hanya pemimpin yang bersih dan kompeten yang mampu membereskan segala kerumitan, dan mampu memberikan kesejateraan yang lestari,” imbuh Pak Dirman. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemkot Magelang Gandeng Kejari

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pemkot Magelang dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Magelang menandatangi nota kesepahaman bidang hukum. Dengan kerja sama tersebut, Kejari diminta memberikan saran...

Uang Pungli untuk Biayai Kegiatan Kantor

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sidang pembacaan tuntutan terhadap Kepala Subseksi Pemeliharaan Data Pertanahan Nasional pada Kantor ATR atau Kantor Pertanahan Nasional Kota Semarang nonaktif, Windari Rochmawati, terpaksa tertunda. Penundaan...

Tuntut Kesejahteraan GTT & PTT

SEMARANG-Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Jateng berharap Pemprov Jateng memperhatikan kesejahteraan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Jangan sampai ada diskriminasi...

Merelakan Ditinggal Anak, Cucu, Menantu

Oleh Dahlan Iskan Saya sabar menunggu pencernaan saya istirahat. Tidak makan apa pun. Dada dan punggung memang masih sakit tapi sudah turun. Dari skala 9...

Marwan Siap Angkat Potensi Desa

SEMARANG – Bakal Calon Gubernur Jateng yang diusung PKB, Marwan Jafar menilai, angka kemiskinan bisa dipangkas dengan mengangkat potensi-potensi ekonomi di pedesaan. Pasalnya, sebaran...

Daftar Tanggal 17, Ambil Semangat Nasionalisme

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Demak kemarin (17/7) mendaftarkan para calon legislatif (caleg) ke Kantor KPUD setempat. Pendaftaran dipimpin langsung Ketua DPC,...