33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Harus Selesaikan 43 Ribu Sertifikat

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Negara (BPN) Kendal Meminta dukungan aparat Pemerintah Desa untuk bersama-sama menyukseskan program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL). Pasalnya, tahun ini BPN Kendal ditarget untuk bisa menyelesaikan 43 ribu bidang tanah untuk di sertifikatkan.
Kepala BPN Kendal, Herry Fathurachman, mengatakan sebanyak 43 ribu bidang tanah yang harus disertifikatkan tersebut tersebar 46 desa yang ada di 13 kecamatan. Dengan target tersebut dengan sisa waktu yang ada ini, setidaknya BPN harus menyelesaikan 150 Sertifikat per hari.
“Ya sebanyak itu. Itu pun kami setiap hari harus kerja keras lembur setiap hari. Kalau tidak maka target 43 ribu itu tidak akan selesai. Itupun kami masih dibantu dari siswa Sekolah Tinggi Pertanahan Negara (STPN) dan tenaga dari Kementrian ATR,” katanya, di sela Sosialisasi Program Pertanahan Strategi Mensukseskan Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) di Kabupaten Kendal Tahun 2018 yang digelar Rabu (14/3) di Hotel Sae Inn.
Dia mengatakan, target tersebut harus dirampungkan hingga akhir 2018. Makanya, PTSL ini tidak bisa hanya dilakukan petugas BPN saja. pihaknya perlu dukungan dan kerjasama semua pihak terkait. Seperti aparat pemerintah desa. Sebab PTSL tidak bisa mandiri, melainkan dilakukan secara kolektif .
Selain dukungan dari Pemerintah Desa, pohakya juga mendorong Pemerintah Desa untuk membentuk kelompok masyarakat sadar sertifikat dan sadar batas tanah. Mereka akan dibekali tentang pentingnya dan tata cara penyertifikatan tanah agar tidak ada penipuan atau pungli.
Pembiayaan PTSL telah diatur dalam SKB tiga menteri, yakni kementerian dalam negeri, kementerian ATR/BPN, dan kementerian desa tertinggal. Dari SKB itu dibuatlah peraturan bupati. “Perbub Bupati Nomor 3 Tahun 2018 dan mengatur tentang pembiayaan persertifikatan tanah yang dibiayai masyarakat. Besarnya biaya sekitar Rp 150 ribu,” terangnya.
Dia mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah melakukan pengukuran tanah penerima PTSL sebanyak 6.000 bidang tanah. “Kami terus sosialisasikan program ini. Tahun lalu kami merealisasikan 16 ribu PTSL. Target kami September sudah selesai dilakukan pengukuran,” jelasnya. (bud/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...