31 C
Semarang
Selasa, 1 Desember 2020

Eksekutif Sampaikan Jawaban atas Pendapat Umum Fraksi Terhadap Pengajuan 5 Raperda

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi terhadap pengajuan 5 raperda. Sebelumnya pendapat itu disampaikan dalam rapat paripurna pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap 5 rapeda pemerintah daerah.
Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD, Afif Nurhidayat didampingi Wakil Ketua DPRD, Muhammad Albar, Heru Irianto dan Sumardiyo, Senin (12/3) Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo mengatakan terima kasih dan apresiasi kepada legislatif, yang telah memberikan pendapat umum terhadap 5 rapeda yang disampaikan eksekutif.
Lima raperda itu adalah, Raperda tentang Badan Permusyawaratan Desa, Raperda tentang Penetapan Desa, Raperda tentang Usaha Pariwisata, Raperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 6 Tahun 2009 tentang Administrasi Kependudukan dan Raperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 2 Tahun 2013 tentang Penataan Dan Pembangunan Menara Telekomunikasi Bersama.
Menurut Agus Subagiyo, untuk Raperda tentang Badan Permusyawaratan Desa, sudah direncanakan dengan cukup baik. Penyusunan Perda Pilkades misalnya, disusun pada tahun 2016 karena pada tahun tersebut banyak kepala desa yang berakhir jabatannya.
Perda Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Desa telah dijadikan pedoman untuk penyelenggaraan pilkades serentak tahun 2016 yang menghasilkan 30 kepala desa baru. Demikian halnya dengan Perda Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pencalonan, Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa telah dijadikan pedoman untuk pengisian perangkat desa tahun 2017 yang menghasilkan 118 perangkat desa baru.
“Adapun Raperda Badan Permusyawaratan Desa disusun pada 2018 ini karena memang pada tahun ini seluruh anggota BPD di Kabupaten Wonosobo akan berakhir masa jabatannya,” ujarnya.
Pihaknya mengharapkan agar Raperda BPD dapat segera ditetapkan sehingga dapat memperlancar proses pengisian anggota BPD baru secara serentak pada 2018 ini.
Untuk Rapeda tentang Penetapan Desa, terkait dengan kode wilayah desa yang diatur dalam raperda, seluruhnya sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2015 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan.
“Sedangkan untuk penetapan batas desa akan diatur lebih lanjut dalam peraturan bupati dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 45 Tahun 2016 tentang Pedoman Penetapan dan Penegasan Batas Desa,” jelasnya.
Untuk Raperda tentang Usaha Pariwisata, disampaikan Agus, bahwa sebagaimana kaedah-kaedah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan berikut peraturan pelaksanaannya, dalam penyusunan sebuah perda di dalamnya termasuk Perda Usaha Pariwisata sudah melibatkan pihak lain di luar pemerintah.
“seperti akademisi dalam tahap penyusunan naskah akademis, pelaku usaha pariwisata, masyarakat melalui mekanisme public hearing sebelum raperda ini diajukan kepada DPRD,” imbuhnya.
Terkait dengan sinkronisasi dengan RPJMD tahun 2016-2021, dijelaskan Agus, Raperda Usaha Pariwisata pada dasarnya menjadi upaya pemerintah daerah dalam mempercepat pencapaian sasaran pembangunan di bidang kepariwisataan. Utamanya untuk menyediakan kelembagaan dan sumber daya manusia usaha pariwisata yang kompeten dan berdaya saing serta membangun citra kepariwisataan sebagaimana semangat Sapta Pesona.
“Oleh karena itu, hadirnya Raperda Usaha Pariwisata ini akan mengarahkan sinkronisasi/keselarasan pembangunan pariwisata di bidang jasa usaha. Karena dengan rancangan peraturan daerah ini akan ada standarisasi dan sertifikasi usaha pariwisata,” paparnya.
Untuk Raperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan, khususnya terkait dengan penertiban administrasi kependudukan, mengingat masih banyak penduduk yang menggunakan surat keterangan (su-ket) dan KTP manual, disampaikan wabup bahwa surat keterangan pengganti KTP-El memiliki fungsi yang sama dengan KTP-El. Sehingga dapat digunakan untuk kepentingan perbankan, imigrasi, kepolisian, perpajakan, asuransi, BPJS, pernikahan dan lain-lain.
“Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil senantiasa berkoordinasi dengan sejumlah lembaga. Seperti perbankan, imigrasi, kepolisian, perpajakan, asuransi, BPJS dan lain-lain agar pemegang surat keterangan dapat dilayani sebagaimana pemegang KTP-El sesuai dengan fungsinya,” tandasnya.
Sementara untuk Raperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 2 Tahun 2013 tentang Penataan Dan Pembangunan Menara Telekomunikasi Bersama, Agus menyampaikan bahwa teknologi dan industri telekomunikasi saat ini sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Terutama untuk sistem komunikasi nirkabel dan/atau bergerak. “Hal ini mengakibatkan peningkatan kebutuhan fasilitas-fasilitas yang mendukung terbangunnya suatujaringan nirkabel,” tambahnya. (ali/lis)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...