33 C
Semarang
Minggu, 25 Oktober 2020

Cegah Kebocoran, Mirna Luncurkan E-Retribusi

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Bupati Kendal Mirna Annisa kembali membuat terobosan atau inovasi baru. Upayanya mencegah kebocoran dalam penarikan retribusi pasar, bupati yang akrab disapa Mbak Mirna itu meluncurkan kartu E-Retribusi.
Kartu yang diperuntukkan pedagang pasar tersebut di-launching di Pasar Kendal, Rabu (3/14) kemarin. Kartu tersebut diluncurkan atas kerjasama dengan Bank Jateng untuk memudahkan pedagang pasar tradisional dalam membayar retribusi pasar. 
“Dengan memangkas kebocoran retribusi pasar yang selama ini terjadi, bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar. Selain itu, sebagai transparansi pendapatan daerah di sektor retribusi pasar,” katanya.
Mirna menjelaskan jika selama ini penarikan retribusi pasar dilakukan secara manual. Dimana pedagang membayar kepada petugas pasar dalam bentuk uang. “Dengan kartu ini, pedagang cukup menggesekkan kartunya,” tandasnya.
Dengan begitu, uang retribusi dari pedagang pasar bisa langsung ke kas daerah. “Dengan demikian, yang diuntungkan masyarakat, karena PAD tinggi juga untuk pembangunan Kendal, termasuk pembangunan pasar,” jelasnya.
Kartu E-Retribusi ini baru diterapkan di Pasar Kendal sebagai pilot project. Selanjutnya, menyusul 12 pasar tradisional lain di seluruh wilayah Kendal yang ditargetkan bisa selesai hingga akhir bulan ini.
Pendapatan retribusi pasar di Kabupaten Kendal pada 2017 terealisasi Rp 7,7 miliar. Sementara pada 2018 ia menargetkan bisa mencapai Rp 10,2 miliar. “Target itu naik sekitar 40 persen dari tahun 2017. Dengan program kartu ini, kami yakin bisa tercapai, karena tidak ada lagi bocor dimana-mana. Semua pembayaran E-Retribusi masuk ke rekening kas daerah,” tandasnya.
Kepala Bank Jateng Cabang Kendal, Rucahyo Yudhiarso mengatakan teknis pembayaran menggunakan E-Retribusi, dimana seluruh pedagang Pasar Kendal berjumlah 1.600 pedagang telah menerima kartu E-Retribusi dari Bank Jateng.
“Kartu ini hampir sama dengan kartu E-Toll atau E-Money. Jadi, pedagang tidak harus membuka rekening di Bank Jateng. Karena kartu ini bisa diisi ulang sesuai nomor serinya. Nominal isi ulang berapapun, mulai dari Rp 10 ribu,” jelasnya.
Cara penggunaan, pedagang melakukan isi ulang bisa dilakukan di Bank Jateng, atau dua sepekan sekali mobil keliling Bank Jateng ke pasar untuk melayani isi ulang. “Untuk teknis pembayaran retribusi, pedagang cukup menggesek pada mesin EDC yang sudah disedikan di petugas pasar,” tambahnya.
Setiap kali membayar retribusi, pedagang akan menerima struk pembayaran sebagai bukti yang sah. Dalam waktu dekat, Bank Jateng akan melakukan sosialisasi E-Retribusi ini ke pedagang di 12 pasar tradisional lainnya di Kendal. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...