32 C
Semarang
Kamis, 24 Juni 2021

Pondok Gaul ala Raudhatul Muhtadin

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Tidak banyak pondok pesantren yang bisa menerapkan pola modern atau gaul dalam pola mengajarnya. Salah satunya Pondok Pesantren Raudhatul Muhtadin di Dukuh Dlisen Desa Dlisen Kecamatan Limpung Kabupaten Batang.
Pondok ini menerapkan pendekatan persuasif kepada santri, serta dalam pola mengajar mengikuti era kekinian. Para tenaga pengajarnya juga menerima perkembangan zaman. Bukti kemoderatan ini bisa dilihat dari metode pembelajaran tentang internet, santri dibebaskan menggunakan android dalam keseharian, sehingga santri lebih betah belajar.
“Teknologi modern seperti internet harus disikapi secara bijak. Kita ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk. Jika kita melarang santri menggunakan android mereka toh tetap akan membukanya secara sembunyi-sembunyi,” ucap Ustadz Ghozi, pengasuh dan pemimpin Ponpes Raudhatul Muhtadin, Rabu (14/3).
Menurutnya, lebih baik santri diperbolehkan tapi dengan filter yang ketat sekaligus sebagai bahan pembelajaran. Karena kata ustadz yang gaul ini, dengan internet melalui android, siapapun bisa melihat sekaligus belajar tentang kemajuan dunia dan berita terbaru. Ponpes ini menerima semua perkembangan dan kemajuan zaman tanpa meninggalkan akidah.
Diungkapan Ustadz Ghozi, pondoknya didirikan oleh KH Nur Khozin (almarhum ayahnya) tahun 1987 dengan dasar Ahlussunah Waljamaah. Awalnya menempati runah sendiri dan menampung santri anak tetangga. Kini ponpes telah memiliki gedung baru karena pada tahun 2000, santri yang mondok lebih dari 300 orang. Setelah KH Nur Khozin wafat, kepengurusan pondok dikelola dirinya.
Ponpes Raudhatul Muhtadin terpilih sebagai tuan rumah Sarasehan Santri se-eks Karesidenan Pekalongan. Acara bertema Pesantren Sebagai Pelopor Anti Kenakalan Remaja, Anti Radikalisne dan Anti Narkoba, pada Rabu (14/3) dihadiri oleh Kabid Kesra Provinsi Jawa Tengah Drs Supriyono MM. Tampil sebagai narasumber adalah Drs H Taslim Sahlan MM dari MUI Jateng, AKBP Drs Moh Toha dari Kabid Binmas Polda Jateng dan Jamaluddin Makruf Kasi Penanggulangan BNN Jateng. (han/sct/ton)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here