32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Cegah Kebocoran, Mirna Luncurkan E-Retribusi

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Bupati Kendal Mirna Annisa kembali membuat terobosan atau inovasi baru. Upayanya mencegah kebocoran dalam penarikan retribusi pasar, bupati yang akrab disapa Mbak Mirna itu meluncurkan kartu E-Retribusi.
Kartu yang diperuntukkan pedagang pasar tersebut di-launching di Pasar Kendal, Rabu (3/14) kemarin. Kartu tersebut diluncurkan atas kerjasama dengan Bank Jateng untuk memudahkan pedagang pasar tradisional dalam membayar retribusi pasar. 
“Dengan memangkas kebocoran retribusi pasar yang selama ini terjadi, bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar. Selain itu, sebagai transparansi pendapatan daerah di sektor retribusi pasar,” katanya.
Mirna menjelaskan jika selama ini penarikan retribusi pasar dilakukan secara manual. Dimana pedagang membayar kepada petugas pasar dalam bentuk uang. “Dengan kartu ini, pedagang cukup menggesekkan kartunya,” tandasnya.
Dengan begitu, uang retribusi dari pedagang pasar bisa langsung ke kas daerah. “Dengan demikian, yang diuntungkan masyarakat, karena PAD tinggi juga untuk pembangunan Kendal, termasuk pembangunan pasar,” jelasnya.
Kartu E-Retribusi ini baru diterapkan di Pasar Kendal sebagai pilot project. Selanjutnya, menyusul 12 pasar tradisional lain di seluruh wilayah Kendal yang ditargetkan bisa selesai hingga akhir bulan ini.
Pendapatan retribusi pasar di Kabupaten Kendal pada 2017 terealisasi Rp 7,7 miliar. Sementara pada 2018 ia menargetkan bisa mencapai Rp 10,2 miliar. “Target itu naik sekitar 40 persen dari tahun 2017. Dengan program kartu ini, kami yakin bisa tercapai, karena tidak ada lagi bocor dimana-mana. Semua pembayaran E-Retribusi masuk ke rekening kas daerah,” tandasnya.
Kepala Bank Jateng Cabang Kendal, Rucahyo Yudhiarso mengatakan teknis pembayaran menggunakan E-Retribusi, dimana seluruh pedagang Pasar Kendal berjumlah 1.600 pedagang telah menerima kartu E-Retribusi dari Bank Jateng.
“Kartu ini hampir sama dengan kartu E-Toll atau E-Money. Jadi, pedagang tidak harus membuka rekening di Bank Jateng. Karena kartu ini bisa diisi ulang sesuai nomor serinya. Nominal isi ulang berapapun, mulai dari Rp 10 ribu,” jelasnya.
Cara penggunaan, pedagang melakukan isi ulang bisa dilakukan di Bank Jateng, atau dua sepekan sekali mobil keliling Bank Jateng ke pasar untuk melayani isi ulang. “Untuk teknis pembayaran retribusi, pedagang cukup menggesek pada mesin EDC yang sudah disedikan di petugas pasar,” tambahnya.
Setiap kali membayar retribusi, pedagang akan menerima struk pembayaran sebagai bukti yang sah. Dalam waktu dekat, Bank Jateng akan melakukan sosialisasi E-Retribusi ini ke pedagang di 12 pasar tradisional lainnya di Kendal. (bud/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here