33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Panen Perdana Mekongga Menggembirakan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Padi varietas unggul jenis mekongga yang dikembangkan di Dusun Punduhsari, Tempurejo Tempuran Kabupaten Magelang oleh kelompok Tani Ngudi Hasil Rabu (14/3) kemarin dipanen.

Padi mekongga yang mempunyai rasa pulen ini dikembangkan secara khusus oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang. Koordinator Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang wilayah Tempuran, Gunawan mengatakan dari 11 hektare sawah areal pertanian yang ditanami mekongga mampu menghasilkan panen 66,3 ton per hektare.

“Jumlah ini melebihi target yaitu target provitas yang ditetapkan adalah 62,5 ton per hektare. Ini merupakan salah satu panen yang hasilnya sangat bagus,” tutur Gunawan.

Menurutnya saat ini terdapat 1.578 hektare lahan persawahan yang ada di Kecamatan Tempuran dan merupakan lahan padi cukup produktif. Gunawan menjelaskan, program percepatan tanam yang telah dilakukan, saat ini wilayah Tempuran sudah masuk pada indek pertanian 2 (IP2).

“Dukungan dari pemerintah daerah dan pusat dengan pendampingan babinsa terhadap petani menjadi salah satu hal yang berdampak positif dalam usaha pertanian, khususnya di wilayah Kecamatan Tempuran,” imbuh Gunawan.

Salah satu kendala yang dihadapi saat ini, menurut dia, adalah semakin kurangnya tenaga tanam dan tenaga panen. “Kendala tersebut pasti akan menaikkan biaya atau ongkos usaha tani. Untuk itu, dalam pelaksanaan panen perdana ini para petani juga dikenalkan dengan mesin panen agar memangkas biaya,” jelasnya.

Camat Tempuran, Daryoko Umar Singgih menuturkan penggunaan alat panen combine hardvester merupakan jawaban yang diberikan oleh pemerintah guna merespons salah satu kendala yang dihadapi oleh petani. (cr3/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

KKP Permudah Perizinan Kapal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sejumlah nelayan di Pantura Jateng mengajukan pengukuran ulang kapal setelah mendapat kemudahan proses perizinan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Proses...

Kalapas Terancam Sanksi

”Yang jelas sampai saat ini masih dalam pemeriksaan secara menyeluruh. Kalau terbukti (melibatkan) petugas lapas, pasti akan kita beri sanksi tegas dan itu pasti....

Lelang Jabatan, Utamakan ASN Pemkot Pekalongan

PEKALONGAN-Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan akan mengutamakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya sendiri, dalam lelang jabatan untuk mengisi kekosongan 9 jabatan eselon II. Kendati...

Kisah Para Zoo Keeper Taman Margasatwa Mangkang Semarang

Para zoo keeper adalah pekerjaan penting di setiap kebun binatang. Mereka yang merawat, menjaga, sekaligus mengerti keinginan setiap hewan peliaraannya. BUAYA dan ular adalah...

Silaturahmi Nasional, Undang Puluhan Ribu Ulama dan Warga

KAJEN–Puluhan ribu ulama dan warga dari berbagai daerah di Indonesia akan diundang dalam acara Silaturahmi Nasional Ulama, TNI dan Polri Mengawal NKRI yang dipusatkan...

Tangga JPO Terlalu Curam

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Konstruksi tangga sisi barat di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) depan Pasar Babadan dinilai membahayakan. Konstruksi tangga yang terlalu curam dan ketinggian...