33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

IPPAT Siap Beri Pendampingan

Dugaan Pungli BPN

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pengurus Wilayah (Pengwil) Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Jateng memastikan siap memberikan pendampingan bagi anggotanya, apabila diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang. Hal itu menyikapi sejumlah informasi terkait adanya beberapa anggota yang diduga sebagai pemberi amplop perkara dugaan suap dan pungutan liar (pungli) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang  beberapa waktu lalu.
“Mengenai anggota kami yang dipanggil, semua memang menjadi kewenangan kejaksaan. Nmun terkait pemeriksaan terhadap mereka, kami siap melakukan pendampingan apabila diminta anggota,” kata Ketua Pengwil IPPAT Jateng Siswoyo, Selasa (13/3).
Terkait kedatangan ke Kejari Semarang, Siswoyo hanya ingin mendorong agar penanganan kasus tersebut dapat diselesaikan sebagaimana mestinya. Ia juga memberikan apresiasi atas keberanian penyidik mengungkap kasus tersebut.
“Semua Pengurus Kota IPPAT Semarang sebanyak 169 nantinya juga dipanggil, yang jelas kami tetap menunggu proses yang dilakukan kejaksaan,”sebutnya.
Ia juga mempersilakan penyidik bila ingin memanggil anggotanya, karena dalam kasus tersebut sangat dimungkinkan masih membutuhkan keterangan, baik sebagai saksi ataupun ahli. “Apa yang dilakukan kejaksaan ya monggo saja. Kita memang tidak mendorong terkait pemeriksaan nama-nama yang ada dalam amplop, semua biar menjadi kewenangan kejaksaan,”katanya.
Terpisah, Dewan Pembina Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kota Semarang Theodorus Yosep Parera menyebutkan, dalam kasus tersebut, perlu dilihat kembali apakah kasusnya gratifikasi, pungli atau pemberian suap.
Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang ini mengatakan, kalau gratifikasi maka pejabat terkait memiliki waktu 30 hari untuk melapor ke KPK. Berbeda lagi kalau suap dan pungli. “Yang jelas mau Rp 1 jutaan sekalipun, (untuk suap atau pungli) tetap bisa diproses sidang, hanya saja biaya sidang memang lebih mahal daripada barang bukti yang diamankan. Cuma keuntungannya para pelaku atau yang ingin melakukan tidak mengulangi perbuatannya,” katanya. (jks)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Wayan di New York

Oleh: Dahlan Iskan Sayang. Sudah terlanjur janji: DisWay hari ini akan menulis tentang anak Indonesia itu. Yang tasnya mencapai nilai Rp 10 miliar itu. Yang...

Taksi Argometer Mulai Beroperasi di Bandara

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Masyarakat Semarang dan pengguna jasa layanan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang bisa sedikit bergembira. Sebab, sejak Sabtu (21/7) kemarin, taksi berargometer...

Difteri Serang Pasien Dewasa

Akibat Imunisasi Tidak Lengkap 8 Pasien Dirawat di RSUP dr Kariadi RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak empat dari delapan pasien yang masuk dengan kasus suspect...

Pentaskan 60 Tari Tradisional, UNNES Raih Leprid

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menyabet penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid). Kali ini, penghargaan diraih tepat pada peringatan Hari Tari...

Tradisi Iriban Tanam Ribuan Pohon

UNGARAN–Ratusan warga Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat melaksanakan tradisi Iriban sebagai bentuk menjaga kelestarian alam, Minggu (12/11) kemarin. Tradisi yang dimulai sejak pukul 07.00...

Ke Luar Negeri Berkat Bridge

BERKAT cabang olahraga bridge, Monica Ayu Triana bisa keliling Indonesia bahkan hingga ke mancanegara. ”Saya kenal bridge saat ikut ekskul di SMP tahun 2009. Sampai...