33 C
Semarang
Sabtu, 8 Agustus 2020

Dua Bocah Tewas di Kubangan Galian C

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Bekas galian C kembali memakan korban. Kali ini, terjadi di bekas galian C di Dusun Ploso, Desa Plososari, Kecamatan Patean. Dua bocah ditemukan tewas tenggelam di kubangan bekas Galian C desa setempat.  Kedua bocah tersebut, yakni Eko Prasetyo, 9, dan Saifudin 8. Keduanya ditemukan sudah tak bernyawa oleh warga Selasa (13/3) sekitar pukul 08.00 kemarin. Tidak ada yang mengetahui persis penyebab keduanya tenggelam. Namun dari informasi yang dihimpun koran ini, keduanya tenggelam setelah bermain di kubangan air sedalam  3 meter dengan lebar 2 meter tersebut.
Kejadian bermula Senin (12/3) sekitar pukul 06.00, keduanya tampak bermain di sekitar kubangan bekas galian C. Saat itu, nenek korban, yakni Rohati, 65, sempat melarang keduanya. “Sudah saya larang agar jangan main di kubangan air, karena tinggi dan dalam airnya. Lalu saya ajak pulang,” ujar Rohati kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Saat itu, diakuinya, kedua bocah tersebut ikut pulang. Tapi, keduanya tanpa sepengetahuan Rohati kembali bermain di sekitar kubangan tersebut. Hingga sore hari, keduanya tidak juga kembali ke rumah. Tentu saja, kedua orang tua korban panik dan berusaha mencari. Namun tak menemukan keberadaan kedua korban. Akhirnya, mereka minta bantuan warga untuk membantu melakukan pencarian. Tapi, setelah dicari hingga tengah malam, korban tak juga ditemukan.

GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

Baru pada Selasa (13/3) pagi sekitar pukul 08.00 kemarin, dua warga, yakni Rohadi, 40, dan Sukardi, 40, menemukan kedua korban mengapung di kubangan bekas galian C. Karuan saja, penemuan mayat kedua korban membuat gempar warga desa tersebut. Kejadian itu pun dilaporkan kepada perangkat dan Kepala Desa Plososari, diteruskan ke Polsek Patean.
“Saat ditemukan, yang tampak baru jasad Saifudin. Sedangkan jasad Eko setelah diperiksa ternyata masih tenggelam di bawah kubangan. Selanjutnya keduanya dievakuasi oleh petugas dibantu warga,” ujar Sukardi.
Kapolsek Patean AKP Abdullah Umar mengatakan, setelah dievakuasi, kedua jasad korban diperiksa oleh tim medis dari Puskesmas Patean. Dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda penganiayaan pada kedua jasad korban. “Jadi kesimpulan awal, kedua korban memang meninggal karena tenggelam,” jelasnya.
Dikatakan, begitu menerima laporan warga, petugas Polsek Patean langsung melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut. Termasuk memeriksa orang tua korban dan keluarganya. Sementara kedua korban setelah disemayamkan, langsung kebumikan di pemakaman umum desa setempat.
Sebelumnya, kasus serupa terjadi di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan. Seorang bocah tewas di kubangan bekas galian C. Kasus ini diduga lantaran tidak adanya tanggung jawab dari penambang untuk melakukan penghijauan atau pemerataan lahan bekas penambangan. (bud/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dari Cara Memasarkan Hingga Dites Membuat Jamu

RADARSEMARANG.COM - Kontes Ratu Jamu Gendong berlangsung gayeng. Puluhan penjual jamu menunjukkan pengetahuan dan keahlian mereka dalam meracik hingga memasarkan jamu. NURUL PRATIDINA “JAMU, jamu, jamune...

Ibu Muh, Potret Gigih Pedagang Warung Nasi di Pasar Induk

Empat kali warung makannya terbakar, Ibu Hj Muh tak menghentikan kebiasaannya bersedekah. Setiap dua hari sekali, ia membagikan 30 porsi nasi bungkus kepada pekerja...

BNPB Pastikan Longsor di Puncak Bogor Hoax

JawaPos.com - Beredar di media sosial sebuah foto kejadian longsor yang terjadi di jalur Puncak, Bogor pada Rabu (12/12). Namun foto tersebut dipastikan hoax...

Wisata Ceria Berubah Jadi Duka

RENCANA wisata kelas X SMK Panca Karya Sentul Bogor di Jogjakarta dan Magelang yang harusnya berlangsung ceria berubah jadi duka. "Kami berangkat dari sekolah...

Uji Skill Bruno Silva saat Lawan Persis

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS kembali kedatangan bomber asing. Kali ini striker asal Brazil, Bruno Silva telah merapat ke Semarang. Bomber berusia 27 tahun itu...

SMP N 9 Juara Poco-Poco

SALATIGA - Tim senam siswa SMPN 9 Salatiga menjadi juara I dalam lomba Senam Poco-Poco Nusantara tingkat nasional di Mahaka Square Kelapa Gading Jakarta...