33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Polisi Masih Kumpulkan Bukti

Dugaan Pencabulan Guru pada Siswi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dugaan kasus pencabulan yang terjadi di sebuah SD di Semarang Barat masih dalam penyelidikan Polrestabes Semarang. Petugas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Semarang dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin sudah mendatangi sekolah korban untuk melakukan klarifikasi. Ini merupakan tindak lanjut dari laporan orangtua korban ke Polrestabes Semarang terkait dugaan pencabulan yang dilakukan FO, salah satu guru korban.
“Tadi kami melakukan verifikasi ke sekolah atas laporan dugaan pelecehan seksual yang terjadi,” kata Bunyamin, Senin (12/3).
Menurut pengakuan korban, dugaan pelecehan seksual terjadi ketika FO memanggil sejumlah siswi untuk masuk ke dalam kelas. Ia kemudian mengunci pintu dan meminta para siswi menanggalkan seragamnya. “Saat ini kami masih menunggu laporan pemeriksaan yang dilakukan atasannya langsung, yakni kepala sekolah atas dugaan pelecehan seksual dan hasilnya akan dikirimkan oleh sekolah yang akan kami tindaklanjuti,” tuturnya.
FO adalah seorang guru berstatus PNS. Sementara korban yang melapor merupakan siswi kelas 3 SD. Kemarin petugas juga memeriksa ruang kelas yang diduga sebagai lokasi pencabulan. Berdasarkan keterangan guru setempat, kemarin FO tidak berangkat ke sekolah.
Dari informasi yang dihimpun, oknum guru tersebut pernah dimutasi dari sekolah lain ke sekolah saat ini karena dugaan kasus yang sama. Disinggung informasi tersebut, Bunyamin mengaku belum mengetahui secara persis informasi yang ada dan enggan berkomentar banyak. “Memang sejak awal tidak ngajar di situ karena dari sekolah lainnya dan kemudian dimutasi. Nanti menunggu hasil pemeriksaan saja,” dalihnya.
Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna mengatakan, kedatangan polisi ke sekolah tersebut untuk menindaklanjuti pengaduan salah satu orang tua siswa. Petugas masih mengumpulkan alat bukti dan saksi untuk bahan penyelidikan selanjutnya. “Kedatangan kami ke sekolah bersangkutan terkait laporan yang masuk pada Sabtu kemarin. Tujuannya untuk mengklarifikasi apakah benar terlapor guru tersebut, begitu juga korban,” ungkapnya.
Disinggung terkait dugaan adanya korban lain, Suwarna membeberkan, hingga saat ini laporan aduan yang masuk baru dari orang tua siswi tersebut. “Baru satu, belum ada yang melapor lagi,” katanya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono menilai kasus tersebut sangat memprihatinkan dan harus cepat diselesaikan. Ia mendorong Pemerintah Kota Semarang untuk melakukan investigasi terhadap dugaan pelecehan seksual itu, agar diketahui bagaimana kebenarannya. “Kalau benar terjadi, harus ada tindakan tegas berupa sanksi. Tujuannya agar kasus tersebut tidak terulang,” katanya kemarin. (mha/den/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pegiat Ilmu Falak Berlatih Pakai Teleskop

SEMARANG - Program Studi S2 Imu Falak UIN Walisongo Semarang bersama Tim Hisab Rukyat (THR) Menara Al-Husna Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), belum lama...

Awalnya Hobi, Kini Bisa untuk Biaya Kuliah

RADARSEMARANG.COM - Hobi melukis mendatangkan pundi-pundi rupiah bagi Alfi Sholehah Dwi Meyrani. Bahkan, hasilnya bisa untuk membiayai kuliahnya di Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri...

Kerangka Baja

PEMUGARAN Pasar Johar yang dirancang oleh Herman Thomas Karsten pada era 1920-an penuh kehati-hatian. Kompleks bangunan cagar budaya penanda sejarah perekonomian Kota Semarang itu...

Bupati dan DPRD akan Galang Dana untuk Persik

KENDAL—Meski lolos sebagai juara satu Laga Liga 3 Jateng dan maju sebagai perwakilan Jateng di Liga 3 Nasional, Persik Kendal masih kesulitan pembiayaan. Pasalnya,...

Puluhan Motor Balap Liar Digaruk Polisi

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 49 unit motor balap liar diamankan jajaran Polres Semarang, Sabtu malam (20/1) kemarin. Puluhan unit motor tersebut hasil razia geng...

Dua Boys Wardah

Oleh: Dahlan Iskan Dua anak lelaki, dua tipe manusia.Sama-sama hebat. Tapi punya kelemahan masing-masing. Bu Nurhayati, ibu mereka, segera ambil kesimpulan: anak sulung dan adiknya itu...