33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Pengusaha Berharap Dianulir

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejumlah pengusaha keberatan atas dikenakannya pajak untuk penggunaan genset. Mereka ingin agar kebijakan tersebut dapat dianulir layaknya penurunan PBB yang dilakukan oleh pemerintah kota beberapa waktu lalu.
Iswahyudi, Direktur PT Semeru Karya Buana yang bergerak di bidang furniture menilai kebijakan ini tidak masuk akal. ”Kurang adil menurut saya. Kita pakai genset karena kita kena masalah dengan PLN. Harusnya kita dapat ganti rugi. Kalau saya nggak ada listrik dan karyawan tidak bekerja, siapa yang gantiin mereka. Saya harus gaji mereka tidak ada yang ganti,” ujarnya.
Belum lagi kerusakan alat yang ditimbulkan akibat matinya listrik. Ia pernah harus membeli alat dari Jerman karena kerusakan yang disebabkan mati listrik. ”Satu alat 20 juta karena memang harus impor. Ini malah kita dikenai pajak untuk penggunaan genset,” tukasnya.
Kalaupun tetap diterapkan, dirinya berharap kebijakan ini dilakukan dengan melibatkan PLN. Misalnya, dengan memberikan ganti rugi kepada pelanggan jika terjadi listrik mati. ”Setelah itu baru kita bisa bicarakan mengenai pajak genset,” tegasnya.
Sebelumnya, Agus Wuryanto kepala Bidang Pajak Daerah II Bapenda kota Semarang mengatakan bahwa keberatan para pengusaha merupakan hak mereka. Sebagai pelaksana Undang-Undang, pihaknya hanya menjalankan aturan sebagaimana diatur dalam UU no 28 tahun 2009 mengenai pajak daerah dan retribusi daerah. ”Kalau keberatan bisa melakukan yudicial review,” jelasnya.
Pemerintah kota Semarang memang akan mengenai pajak kepada para pengguna genset. Namun tidak semua genset, melainkan genset dengan kapasitas yang besar, yakni di atas 200 KVA. (sga/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Senggolan, Pemotor Luka

MUNGKID— Kecelakaan terjadi di Jalan Magelang-Salatiga, tepatnya di Dusun Sidodadi, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Sabtu (16/9) lalu. Korbannya, seorang pelajar bernama Utari Erwinah, 16,...

Problem Bule Baca Disway

Teman-teman saya di luar negeri ternyata mengikuti disway. Di negara masing-masing. Berkat jasa Google Translate. Mereka pun mengadu. Saat server Disway ‘jebol’. Kebanyakan yang akses....

Cetak Model Berkepribadian Cantik

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Untuk menjadi model tidak hanya dibutuhkan kecantikan fisik, tetapi juga harus cantik pribadinya. Kecantikan batin akan memancarkan pesona tersendiri. Sas Center,...

Jaga Semangat dan Percaya Diri

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Jawa Pos Radar Semarang akan melaju dengan nahkoda baru, yakni Direktur Baehaqi yang menggantikan direktur sebelumnya Abdul Aziz. Di bawah kepemimpinannya, Baehaqi mengajak...

Ikut Sebar Hoax, PNS Diberi Sanksi

PEKALONGAN-Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kota Pekalongan yang turut turut menyebarkan berita hoax, akan ditindak tegas dijatuhi sanksi....

Bermain Peran,Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Jawa

PENGGUNAAN Bahasa Jawa di kalangan pelajar pada saat ini banyak yang kurang memperhatikan unggah-ungguh. Mereka berbicara dengan rekan seusianya maupun kepada yang lebih tua...