33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Desak Usut Keterlibatan Sriyono

Kasus Dugaan Suap BPN Kota Semarang

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

“Kami meminta pemberi amplop dari notaris diperiksa semua, jelas ada dugaan ikut berperan, sehingga pungli terus terjadi.”
John Richard Latuihamallo – Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jateng
RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Desakan agar Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Sriyono, kembali diusut dalam kasus dugaan suap dan pungutan liar (pungli) pengurusan sertifikat tanah terus menguat. Sejumlah pihak menyayangkan dilepaskannya Sriyono yang sempat terciduk dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Pidana Khusus (Tipidsus) Kejari Kota Semarang.
Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jawa Tengah, John Richard Latuihamallo, mengaku prihatin atas kejadian OTT itu. Namun ia menyayangkan dalam kasus tersebut, ada tiga orang yang sudah diamankan, justru diloloskan.
“Dalam undang-undang (UU) pertanahanan penanganan tanah harus dilaksanakan terbuka, sehingga kami mendukung sepenuhnya langkah Kejari Kota Semarang untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas. Jangan sampai kejari cuma mengkambinghitamkan satu tersangka saja, tanpa mengembangkan kasusnya, karena menurut kami tidak mungkin pelaku korupsi bertindak sendiri,” katanya saat mendatangi kantor Kejari Kota Semarang, Senin (12/3). Rombongan KAI ditemui ketua tim penyidik kasus tersebut, Waluyo, dan Kasi Intelijen, Tri Yulianto.
Menurut John Richard, masyarakat melihat antara notaris dan oknum BPN seolah ada dugaan kongkalikong. “Ada masalah tanah yang masuk di laporan kami, sudah empat tahun mengurus sertifikat, tidak kunjung jadi, ini aneh. Kami juga meminta pemberi amplop dari notaris diperiksa semua, jelas ada dugaan ikut berperan, sehingga pungli terus terjadi,” desak John Richard.
Pihaknya meminta, kejari menelusuri untuk apa dan siapa saja uang tersebut mengalir. Apakah uang itu atas permintaan oknum BPN, atau notaris yang memberikan. Ia memastikan, kedatangannya bukan untuk mengintervensi penanganan kasus tersebut, tapi hanya ingin memberikan dukungan atas keberanian kejari mengungkap kasus itu.
“Kepala BPN yang sebelumnya sudah ditahan, kok ini kejadian terulang lagi. Seolah tidak kapok melakukan pungli. Kami meminta pemeriksaan ini independen, diproses secara benar. Yang penting lagi, kasus ini dibuka secara terang-benderang,”tandasnya.
Sekretaris DPD KAI Jateng, Osward Lawalatta, menambahkan, seluruh komponen masyarakat berharap Kejari Kota Semarang benar-benar berani menuntaskan kasus tersebut sampai akar-akarnya. Menurutnya, OTT tersebut merupakan lahan basah yang ada di BPN, sehingga jelas menjadi perhatian bersama dan momentum yang baik.
“Masalah ini jangan sampai cuma menjadi antiklimaks, ini harus dituntaskan sampai akar-akarnya. Kami juga akan audiensi ke Kejati Jateng dan Kejagung, agar secara kasat mata penuntasan kasusnya bisa terungkap secepatnya,”katanya.
Kasi Intelijen Kejari Kota Semarang, Tri Yulianto, mengatakan, kasus dugaan suap dan pungli di BPN ini masih tahap penyidikan. Saat ini, kata dia, sudah sampai ke agenda pemanggilan para saksi. Pihaknya mengaku telah bekerja siang malam, dan mengakui dalam kasus itu baru ada satu orang yang dijadikan tersangka, yakni, Kepala Subseksi Pemeliharaan Data Pertahanan Nasional nonaktif di ATR/BPN Kota Semarang, Windari Rochmawati.  “Perkembangannya apa saja nantinya kita melihat proses lebih lanjut,”ujarnya.
Ketua tim penyidik kasus tersebut, Waluyo, yang juga Kasubag Pembinaan Kejari Kota Semarang, menambahkan, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain. Namun sampai saat ini yang sudah cukup bukti baru satu orang. Sedangkan yang lain perlu alat bukti yang cukup, termasuk keterangan saksi. “Kasus ini tetap kami kembangkan. Materi penyidikan nanti dulu, yang jelas kami menilai sudah cukup alat buktinya, dan pastinya semua masukan masyarakat kami tampung,”katanya.
Saat ditanya hasil pengeledahan di mobil dan kediaman pribadi Sriyono, Tri enggan memberikan jawaban. Pihaknya beralasan hal tersebut merupakan materi penyidikan, termasuk siapa-siapa yang diperiksa tidak bersedia dibeberkan.
Sementara dari informasi pegawai Kejari Kota Semarang yang enggan disebut namanya, menyebutkan, sebagian nama yang tertulis dalam amplop sudah diperiksa. Dikatakannya, untuk saksi yang memiliki jabatan di BPN maupun notaris sudah diperiksa sejak Senin kemarin. Termasuk, diakuinya, tim kejari sudah melakukan pengeledahan di sejumlah tempat.
Dikatakannya, kejari masih memperdalam pemeriksaan terhadap keempat terperiksa yang sempat diamankan di hari pertama, termasuk memeriksa pegawai lain di BPN, dan beberapa pemberi amplop yang kebanyakan merupakan notaris. Menurutnya, saat ini timnya juga sudah mulai disebar untuk mencari data di lapangan, karena sebelumnya masih cukup menahan satu orang saja.
Mantan karyawan kantor notaris, Satriya, mengakui banyak praktik pungli di kantor BPN Kota Semarang. Ia menyebutkan, di BPN ada istilah Sput (percepatan) di mana setiap notaris memiliki staf khusus yang ditugaskan mengurus dan stand by di kantor BPN. Diakuinya, setiap bulan staf notaris memang dimintai biaya.  “Sput itu tidak resmi, termasuk setiap pergantian kepala BPN aturan dan prosedur selalu ganti. Jadi kadang staf notaris sampai pusing kalau pergantian, dan memang banyak pungli di BPN itu,”katanya.
Warga Semarang berinisial Lik, mengaku mengurus sertifikat tanah melalui notaris dikenakan biaya Rp 26 juta. Namun sudah 3 tahun tak kunjung selesai. Sehingga pihaknya meminta penyidik segera menuntaskan kasus tersebut, termasuk notaris yang terlibat memberikan uang. (jks/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Pemuda adalah Agen Perubahan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang terus gencar mengajak pemuda yang tergabung dalam ormas kepemudaan untuk bersama membangun Kota. Keberadaan pemuda turut berpengaruh pada...

Suporter Juga Cukup Dirugikan

KETIDAKJELASAN Jadwal pelaksanaan babak delapan besar Liga 2 ternyata dampaknya juga cukup dirasakan oleh dua kelompok suporter setia PSIS Semarang yaitu Panser Biru dan...

Menristek Minta Rektor-Rektor Tindak Tegas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tingggi (Menristek Dikti) M Nasir meminta seluruh rektor di Indonesia tegas menindak penyebar paham radikalisme hingga aksi terorisme...

Bisnis Kue Pie Susu

MENEKUNI bisnis menjadi kesibukan baru Donnatia Manikatami. Gadis kelahiran Semarang, 19 Januari 1993 ini merintis usaha pembuatan kue Pie Susu. Menurut Dona, Pie Susu merupakan...

Targetkan 10 Ribu Peserta

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA-Perhelatan sport tourism bertaraf internasional Bank Jateng Borobudur Marathon 2018 segera digelar pada 18 November mendatang. Event yang mengusung tema Raising Harmony itu...

Polsek Kepil Sita Puluhan Botol Miras

WONOSOBO – Jelang bulan Ramadan 2017, polsek jajaran Polres Wonosobo turut aktif melaksanakan operasi, terutama yang berkaitan dengan penyakit masyarakat (pekat). Seperti yang dilaksanakan...