33 C
Semarang
Sabtu, 26 September 2020

Tolak RKUHP, Gelar Aksi Tutup Mulut

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Aksi tutup mulut dilakukan oleh belasan aktivis perempuan sebagai wujud penentangan terhadap upaya pemerintah pusat yang akan mengesahkan Revisi Undang-Undang KUHP. Aksi menutup mulut dan berjalan kaki dari depan kantor Dinas Sosial sampai Bundaran Air Mancur Jalan Pahlawan Semarang, inipun menarik perhatian masyarakat yang sedang berolahraga di kawasan Car Free Day, Minggu (11/10) kemarin.
Tak hanya jalan kaki dan menutup mulutnya saja, tiga orang aktivis beraksi dengan masuk ke dalam kurungan ayam dan ditaburi bunga serta ditarik oleh rekan-rekannya. Aksi yang diinisiasi oleh lima organisasi di Semarang macam LRC-KJHAM, LBH Apik hingga Setara ini merupakan bentuk keprihatinan atas tindakan pemerintah yang berusaha membungkam kebebasan pendapat.
“Makanya, kami secara tegas menolak pengesahan RKUHP. Sebab, jika aturan itu disahkan, malah berpotensi melanggar HAM. Misalnya, jika ada kekerasan seksual, korban dari pihak perempuan pasti kembali mengalami diskriminasi,” ungkap kordinator aksi dari Komunitas Masyarakat Penolak RKUHP, Ummy Hanik.
Upaya untuk menggagalkan pengesahan RKUHP, dalam waktu dekat pihaknya akan mengajukan judicial review kepada Mahkamah Konstitusi (MK). Dengan begitu, lanjutnya, masih ada secercah harapan agar RKUHP tidak disahkan sekaligus mengembalikan marwah UUD 1945.
Pemerintah, sambung dia, seharusnya lebih memperhatikan pada RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang kebijakannya masih menggantung. Ummy menjelaskan, adanya RUU PKS nantinya justru menjadi senjata untuk menindak pelaku kekerasan seksual di Indonesia.
“Di Jateng sendiri, selama Januari 2018 sampai pertengahan bulan ini, sudah ada 704 kasus yang muncul akibat kekerasan terhadap perempuan. Dari jumlah itu, 78,80 persen jadi korban kekerasan seksual, 11,00 persen kekerasan fisik dan 10,20 persen kekerasan psikis,” jelasnya.
Ummy mengaku prihatin dengan kondisi tersebut mengingat tingginya korban kekerasan justru diabaikan oleh pemerintah. Bahkan, banyak di antaranya yang belum mendapat proses hukum yang layak. “Kebanyakan prosesnya mandek karena aturannya tidak membela perempuan sebagai korban kekerasan,” tandasnya. (tsa/hid/ida)

Berita sebelumyaKostrad Turun Tangan
Berita berikutnyaPolda Percepat Pelayanan BPKB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...