33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Sebagian Pedagang Pilih Berjualan di Luar

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Pedagang pasar Blauran baru mengeluhkan sepinya pembeli di tempat yang baru diresmikan pemkot 15 Februari lalu itu. Keluhan pedagang semakin menjadi dikalan hujan tiba. Percikan air hujan yang terkena angin masuk hingga sampai ke dagangan. Meski memiliki lapak tetap, mereka memilih kembali berjualan di tepi jalan Pahlawan dan masuk ke pasar baru jika ada petugas satpol PP.
Para pedagang sejak pukul 06.00 memilih tetap berjualan di sepanjang jalan Pahlawan. Mereka mau berjualan masuk ke los pasar Blauran ketika ada operasi atau dijaga oleh Satpol PP. Namun bila tidak ada, mereka akan kembali berjualan di pinggir jalan.
“Kalau berjualan di pinggir jalan langsung dijangkau oleh konsumen yang lewat. Kalau di los meski lokasinya juga di pinggir jalan namun pembeli enggan mampir. Karena masih harus membayar parkir,” kata salah seorang pedagang buah didepan yang enggan disebutkan namanya.
Perempuan setengah baya ini mengeluhkan karena pedagang serupa banyak yang berjualan diluar sehingga jika memaksa bertahan didalam maka dagangannya tidak laku. Pedagang lainnya, Mundrikah, 45, pedagang ikan mengaku tiap pagi memang berjualan diluar. Namun tidak lama dan memilih masuk kedalam jika sudah waktu satpol PP datang, kisaran pukul 08.00-09.00.
Hal itu dibenarkan Sugeng, 50, juru parkir dipasar itu yang menyebutkan jika tiap pagi banyak pedagang yang memilih berjualan keluar. Kebanyakan mengeluh sepinya pembeli yang mau masuk ke pasar Blauran baru. “Sementara jika hujan juga tempyas karena bagian tepi
atas terbuka tanpa penutup,” jelasnya.
Upaya Pemkot sebenarnya dengan membangun pasar ini adalah menata kawasan jalan Pahlawan agar tidak ada pedagang yang berjualan ditepi jalan. Dan keberadaan pedagang yang berjualan di pinggir jalan ini dikeluhkan oleh masyarakat. Karena selain mengganggu arus lalu lintas
dan pemandangan juga dinilai tidak tertib karena sudah dibuatkan pasar yang sangat representatif.
Diketahui, pembangunan los Pasar Blauran sudah rampung dan sudah diresmikan pemanfaatannya oleh Wali Kota, pertengahan bulan Februari lalu. Pembangunan pasar tersebut didanai oleh Kementrian Koperasi dan dana pendamping dari APBD 2017. Los pasar tersebut mampu menampung sekira 129 pedagang. Sehingga para pedagang yang selama ini berjualan
di pinggir jalan Taman Makam Pahlawan bisa masuk ke pasar los tersebut. (sas/bas)

Berita sebelumyaAkreditasi RSUD Terancam Turun
Berita berikutnyaSeni Abstrak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Siapkan Uang Rp 23,2 Triliun

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama 8 bank umum menyediakan layanan penukaran uang melalui mobil kas keliling di area...

Dorong RSUD Tingkatkan Pelayanan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta RSUD K.R.M.T Wongsonegoro untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Hal itu ia ungkapkan saat memimpin apel...

Ambil Sabu Dekat Samsat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Seorang juru parkir (jukir) bernama Etri Kuswinarto, 35, dibekuk petugas Polsek Pedurungan karena mengedarkan narkotika jenis sabu. Barang bukti yang berhasil...

Tak Akan Terjadi Longsor

PAKAR geologi dari Universitas Diponegoro (Undip), Dwiyanto menerangkan bahwa fenomena penurunan tanah di areal Desa Candi Garon Sumowono Bandungan Kabupaten Semarang sepanjang 1kilometer (km)...

Bangkitkan Musisi Jazz Lokal

SEMARANG – Musisi jazz yang ada di Semarang, seakan tidak ada gaungnya di dunia musik Indonesia. Padahal genre musik ini lambat laun terus mengalami...

Februari, MAJT-TV Diluncurkan

SEMARANG – Televisi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) atau MAJT-TV segera direalisasikan. Rencananya, paling lambat awal Februari MAJT-TV sudah mengudara untuk kepentingan syiar Islam...