33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Prioritaskan Kesetaraan Gender

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memprioritaskan kesetaraan gender dalam pembangunan Kota Semarang. Hal ini tercermin dalam program kerja Wali Kota-Wakil Wali Kota Semarang, Hendi-Ita yang disusun selama lima tahun terakhir ini.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi mengatakan bahwa pemerintah tidak ingin adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki. Untuk itu, pemerintah terus berjuang dan mensosialisasikan akan hal ini.
”Kami selalu sosialisasikan. Selain itu, kami juga telah membentuk Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, mengaktifkan SERUNI dan lembaga-lembaga pemberdayaan perempuan lainnya, agar masyarakat mudah untuk melaporkan diskriminasi dan intimidasi terhadap perempuan dan anak,” jelasnya beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, data BPS tahun 2016 menunjukkan bahwa 40 persen dari jumlah perempuan di Indonesia mengalami kekerasan. Mulai dari kekerasan fisik hingga pembatasan berkarir. Hal inilah yang membuat pemerintah kota Semarang semakin terpacu dalam membuat program kerja berbasis kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.
”Kita tidak boleh ninggal kodrat, tapi bukan berarti kita harus menjadikan perempuan di bawah laki-laki,” jelasnya.
Sementara itu Raden Rara Ayu Hermawati Sasongko, koordinator divisi pelayanan hukum dan advokat LBH APIK Semarang mengatakan, kasus kekerasan terhadap perempuan di Jawa Tengah memang masih tinggi. Terlebih banyak yang tidak dapat terungkap karena banyak korban yang tidak memiliki keberanian untuk melapor.
Ayu –sapaan akrabnya- menambahkan, selain kekerasan, perempuan juga mengalami diskriminasi oleh aparat penegak hukum. ”Kami menemukan aparat penegak hokum kurang sensitif gender ketika menangani perempuan yang berhadapan dengan hukum. Banyak diskriminasi yang dihadapi perempuan korban saat berhadapan dengan hukum,” jelasnya usai mengikuti peringatan International Woman Day di Semarang. (sga/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pelayanan SIM Bertema Perjuangan

WONOSOBO–Berbagai upaya dilakukan Satlantas Polres Wonosobo dalam memaknai kemerdekaan Indonesia ke-72 tahun ini. Setelah mengenakan atribut merah putih jelang Hari Kemerdekaan, pada Jumat (18/8)...

Puasa dan Sikap Toleran

BAGI saya pribadi, Puasa tahun ini bermakna sangat penting dalam merekatkan kembali bingkai persaudaraan sebangsa yang sempat retak. Saya, dan mungkin banyak orang yang...

Dubes untuk Rusia Motivasi Pelajar

PURWOREJO—Untuk mencapai kesuksesan, harus berani kerja keras dan pantang menyerah. Selain itu, harus berani berorganisasi. Pengalaman berorganisasi menjadi pendukung untuk mencapai kesuksesan. Penegasan itu disampaikan...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

Manfaat Senyum kepada Siswa Zaman Now

RADARSEMARANG.COM - BANYAK faktor yang membuat guru sulit untuk tersenyum. Namun banyaknya faktor tersebut, setelah dikumpulkan menjadi satu kata, yakni permasalahan. Padahal untuk tersenyum...

Asal Belok, Truk Hajar Pengendara

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Seorang pengendra motor bernama Suyati, 60, tewas secara tragis. Warga Randugarut, Kecamatan Tugu, Semarang, itu tewas terlindas truk di depan SPBU,...