33 C
Semarang
Kamis, 29 Oktober 2020

Makin Banyak Hotel, Untungkan Wisatawan

Baca yang Lain

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

RADARSEMARANG.COM – PERTUMBUHAN hotel yang tinggi di Kota Semarang justru dirasa menjadi keuntungan bagi Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita). Sebab, makin banyak hotel, makin banyak pilihan yang ditawarkan untuk wisatawan.
Ketua Asita Jateng, Joko Suratno, menjelaskan, tamu yang ingin bermalam di Semarang, bakal dimanjakan dengan banyaknya pilihan penginapan. Jika isi kantong mepet, bisa menginap di hotel budget. Kalau ingin tinggal di hotel yang mewah, bisa memilih hotel bintang 5.
“Kami jadi lebih mudah menjual paket wisata, tergantung budget wisatawan. Jadi, banyaknya hotel di Semarang itu justru menguntungkan kami dan wisatawan,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Karena itu, dia pun berupaya berkontribusi kepada dunia perhotelan di Kota Atlas agar kebagian tamu secara merata. Yakni, menjual paket bermalam di Kota Semarang meski tujuan wisatanya di luar kota.
Dicontohkan, sudah ada paket wisata 2 hari 1 malam dan 3 hari 2 malam yang dimianti wisatawan nusantara (wisnus).
“Hari pertama, kami ajak city tour di Semarang. Malam menginap di Semarang, besoknya jalan-jalan ke Bandungan, Ambarawa, Gedongsongo, atau daerah yang tidak jauh dari Kota Semarang. Malamnya, kembali ke hotel untuk menginap lagi, besoknya belanja oleh-oleh sekalian check out,” terangnya.
Meski begitu, pihaknya masih merasa belum puas, karena tergolong susah menjual paket longstay di Semarang. Selama ini, yang paling banyak mengambil porsi bermalam di Semarang karena adanya even. Mulai dari even pemerintahan seperti Pekan Olahraga Daerah (Popda), atau perusahaan yang mengadakan acara panjang di Semarang.
“Ini yang menjadi PR (pekerjaan rumah) kami. Bagaimana wisatawan bisa bermalam karena wisatanya. Sebenarnya ada keinginan membuat wisata malam karena atraksi-atraksi yang digelar malam hari, membuat orang memilih menginap di Semarang. Tapi itu tidak bisa menjadi faktor utama,” paparnya.
Sejauh ini, pihaknya selalu menggembar-gemborkan bahwa Semarang menjadi pintu utama wisata Jateng. Meski sebagai pintu utama, bukan berarti wisatawan hanya turun dan lewat saja. Tapi juga harus bermalam. “Semarang masih kalah dengan brand wisata Jogja. Terutama untuk wisman (wisatawan mancanegara). Kemarin ada kapal pesiar yang membawa 2 ribu wisman. Tapi tidak ada yang bermalam di Semarang,” tuturnya.
Dilematis memang. Karena itu, Joko coba melobi operator kapal pesiar agar diarahkan untuk menginap di Ibukota Jateng ini. Tapi tetap saja tidak bisa karena lama tinggal kapal yang bersandar di Tanjung Emas Semarang relatif sebentar.
“Saya sudah komunikasi dengan operator cruise, ternyata brand wisatanya memang Candi Borobudur. Selain itu, lama tinggalnya hanya sebentar dan wisman itu sudah bayar mahal kamar di kapal. Jadi, tidak mungkin menginap di hotel Semarang,” terangnya.
Tak kalah akal, Joko memberikan fasilitas city tour dan memberikan suguhan seni budaya Semarang secara gratis kepada penumpang kapal pesiar. Dengan begitu, wisman akan kepincut dan ke depan punya rencana kembali melancong ke Semarang.
“Ini kan kesempatan baik untuk menarik wisman. Siapa tahu ke depan ingin ke sini lagi tanpa kapal pesiar agar bisa menginap. Entah dengan keluarga atau komunitas mereka. Daripada kami yang melakukan promosi di Eropa, mahal dan belum tentu direspons,” tandasnya.
Di lain pihak, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng juga berupaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang mau menginap di hotel. Yakni, dengan program Jateng Wow. Program yang digelar sejak Februari hingga Maret ini memberikan diskon besar-besaran untuk kamar hotel.
Kepala Disporapar Jateng, Urip Sihabudin, menjelaskan, pada triwulan pertama setiap tahun, okupansi hotel selalu rendah. “Biasanya kunjungan wisata awal tahun sepi. Dengan program ini, semoga wisatawan bisa terangsang untuk melancong dan menikmati berbagai diskon yang ditawarkan,” terangnya.
Agar promo ini efektif, dia meminta seluruh pegiat wisata dan masyarakat ikut mempublikasikan dan mempromosikannya. Termasuk kegiatan pariwisata yang digelar tersebut sehingga bisa diketahui masyarakat luas. “Kami menargetkan kenaikan kunjungan wisatawan sebesar 20 persen pada Februari-Maret,” katanya optimistis. (amh/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...