33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Keputusan Bupati Membingungkan

Panitia Desa Tetap Lantik Perangkat

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Keputusan Bupati Demak HM Natsir yang memerintahkan panitia desa untuk membatalkan ujian seleksi perangkat desa (perades) cukup membingungkan masyarakat. Kondisi ini memicu polemik berkepanjangan.
Sebab, sejak awal Bupati bersikukuh berpedoman pada Perda Nomor 1 Tahun 2018. Dalam Perda itu mengamanatkan bahwa, pemilihan perades sepenuhnya ditangan panitia desa. Artinya, kewenangan berada di panitia desa. Bupati HM Natsir  menegaskan, Pemkab Demak tidak mempunyai kewenangan untuk menunda kelanjutan proses pengisian perades termasuk pelantikan perangkat terpilih. “Ini karena, kewenangan berada didesa. Dalam hal ini tim pengisian perangkat desa,” katanya.
Menurut dia, Pemkab Demak juga tidak mempunyai kewenangan membatalkan hasil ujian yang telah diumumkan tim pengisian perades. Namun, dalam perkembangannya, Bupati justru bersikap sebaliknya.
Dalam rapat dengan panitia khusus (pansus) hak angket DPRD Demak, Bupati Natsir menyampaikan, bahwa  pihaknya memerintahkan panitia seleksi perades untuk membatalkan ujian dan MoU dengan pihak ketiga sesuai Perda.  Ini setelah dewan melalui rapat pansus hak angket mendesak agar bupati membatalkan ujian perades. Rapat pansus  digelar maraton di DPRD, Jumat pagi hingga malam (9/3).
Sonhaji dari Fraksi PDI Perjuangan mengatakan, Bupati diminta dapat mengambil hak diskresi  sehingga tidak membuat bingung masyarakat. “Kalau (Bupati) tidak punya wewenang, maka wewenangnya apa. Lalu profesionalnya seperti apa? Kalau proses dinilai tidak sesuai, maka bisa dibatalkan,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Bupati HM Natsir mengatakan, bahwa kalau ada cacat hukum, hal itu kewenangan pengadilan. “Dan, untuk profesionalitas, maka dikembalikan ke Perda 1 Tahun 2018,” katanya.
Sementara itu, dengan sikap Bupati yang membingungkan tersebut, para panitia desa disejumlah desa tetap melaksanakan pelantikan perangkat desa yang telah diumumkan sebelumnya. Pelantikan tersebut mendasarkan peraturan yang berlaku, bahwa setelah terpilih dalam seleksi, maka dapat dilakukan pelantikan. (hib/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Perempuan Dilatih Komputer

WONOSOBO - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB PP PA) Kabupaten Wonosobo menggelar pelatihan komputer dasar di Gedung Wanita,...

Tenaga Ahli Jerman Transfer Ilmu ke Sekolah Vokasi Undip

SEMARANG - Tenaga Ahli Jerman yang tergabung dalam Senior Experten Service (SES) berbagi ilmu mengenai sistem pendidikan vokasi di Jerman secara umum kepada sekolah...

Jukir dan Pak Ogah Juga Sasaran Operasi

MAGELANG—Sebanyak 2.484 pelanggar ditilang pihak Polres Magelang Kota selama pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2017 yang digelar sejak 9-22 Mei. Angka ini melonjak drastis, dibandingkan...

Dibangun Monorel Bandara-Simpang Lima

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejumlah target pembangunan besar di Kota Semarang sedang dipersiapkan dan direalisasikan 2019 mendatang. Di antaranya, pembangunan monorel dari Bandara Ahmad Yani...

Bagikan Susu ke Pasien Anak

SALATIGA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Salatiga membagikan paket susu kepada pasien anak. Secara simbolis Direktur RSUD dr Agus Sunaryo menyerahkan kepada...

Empat Hari Kendaraan Berat Dilarang Beroperasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Jelang libur panjang natal dan tahun baru, Polda Jateng menginstruksikan kepada pengusaha kendaraan berat untuk tidak beroperasi sementara di jalan tol...