31 C
Semarang
Minggu, 29 November 2020

Dipadu dengan Batik, Sudah Produksi 36 Pasang

Siswa SMA Negeri 3 Semarang Ciptakan Sepatu dari Eceng Gondok

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM – Sejumlah siswa SMA Negeri 3 Semarang yang tergabung dalam Satria Ganesha Cooperative Student (Sagasco.sc), menyulap tumbuhan gulma eceng gondok menjadi kerajinan sepatu trendi. Produk tersebut pun dijadikan wahana untuk belajar menggeluti bisnis. Seperti apa?
AJIE MAHENDRA
KERAJINAN dari bahan eceng gondok, seperti tas, kursi, meja dan sebagainya sudah banyak diproduksi. Tapi, untuk produksi sepatu dari tumbuhan gulma ini, rasanya masih jarang ditemukan. Hal ini yang merangsang para siswa SMAN 3 Semarang yang tergabung dalam Sagasco.sc menciptakan sepatu dari eceng gondok.
Salah satu anggota Sagasco.sc, M Zidane Alam Ganjar, menerangkan, terciptanya sepatu eceng gondok ini berawal saat dirinya dan anggota Sagasco.sc lainnya iseng-iseng menciptakan bisnis yang berguna bagi masyarakat. Setidaknya, membuka lapangan pekerjaan bagi perajin industri rumahan.
“Setelah didiskusikan, akhirnya sepakat menciptakan produk dari eceng gondok. Jadi, ada bisnis, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus membantu mengurangi jumlah eceng gondok liar di Rawa Pening,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Kerajinan sepatu dipilih karena sudah banyak varian kerajinan dari eceng gondok kering. Seperti tas, kursi, meja, dan lain sebagainya. “Nah, kami coba yang belum ada, yakni sepatu. Kami juga sepakat menggunakan brand Enchoes, singkatan dari eceng gondok shoes,” katanya.
Sepatu dari eceng gondok ini memiliki ornamen batik pada beberapa bagiannya. Desain terbaru yang sedang dipersiapkan akan lebih memperbanyak kesan batiknya. Untuk pengerjaan satu sepatu, butuh sekitar 5-7 hari, tergantung tingkat kerumitan. Karena itu, sementara ini, pihaknya belum berani menjualnya dalam partai besar.
“Jadi, sistem kami preorder, dibuka setiap minggu setelah kami tutup PO langsung produksi berdasarkan pesanan. Minggu kemarin kami memproduksi 36 pasang sepatu. Ke depannya kami masih akan menambah model baru lagi sebagai pilihan,” bebernya.
Ditanya mengenai modal, mereka memanfaatkan penyelenggara kompetisi bisnis Yayasan Prestasi Junior Indonesia yang menggelontorkan dana sebesar Rp 1 juta. Karena itu, dia juga berharap produknya bisa memenangi perlombaan yang mewakili SMAN 3 Semarang di kancah regional.
Echoes juga memanfaatkan Instagram @sagasco.sc sebagai sarana promosi. Selain menampilkan produk, di sana juga sudah ada informasi terkait harga dan cara pemesanan. Sepasang sepatu ramah lingkungan ini dijual seharga Rp 180 ribu. “Kami punya tagline “Step On It”. Harapannya, produk Echoes dari Sagasco.sc siap menemani berkegiatan sehari-hari,” timpal Wakil Presiden Humas Sagasco.sc, Aditya Manggala.
Aditya menjelaskan, jika tertarik dan ingin membeli produk sepatu eceng gondok ini, calon pembeli wajib mengisi format yang disiapkan di akun Instagram. Di antaranya, nama, jenis kelamin, alamat lengkap (lengkap nama kecamatan), nama kota, kode pos, nomor telp/HP, nama pesanan,  dan ukuran (panjang kaki). Pemesanan cukup lewat WhatsApp (WA) di
081328048142. “Ada beberapa varian model Echoes yang kami tawarkan,” katanya.
Guru pembina Sagasco.sc, Hayatun Nufus, menambahkan, pihaknya berharap produk yang dibuat Alam dkk bisa bermanfaat. Selain itu juga bisa lolos dalam seleksi kompetisi pada Mei 2018 mendatang untuk mewakili Jateng.
Pihak sekolah pun memberikan dukungan terhadap inovasi Echoes ini, bahkan menantang Alam dan teman-temannya untuk mengembangkan bisnisnya dalam skala besar. “Siapa tahu kan malah bisa dijadikan sepatu seragam SMAN 3 Semarang ketika mengenakan batik,” katanya. (*/aro)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...