33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Bersihkan Diri sebelum Nyepi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Di tengah rintik hujan, ribuan umat Hindu Kota Semarang dan sekitarnya mengikuti prosesi ibadah melasti di Pantai Marina Semarang, Minggu (11/3) pagi. Upacara melasti ini sebagai bentuk membersihkan diri sebelum hari Raya Nyepi yang akan berlangsung pada Sabtu (17/3) mendatang.
Diiringi alunan gamelan khas Pulau Dewata, prosesi ibadah berlangsung khusyuk. Para peserta mengenakan busana adat Bali. Selain dari Kota Semarang, mereka datang dari Demak, Kendal, dan Salatiga. Peserta ibadah berangkat pukul 06.00 dari Pura Giri Natha di Jalan Sumbing, Gajahmungkur menuju Pantai Marina.

NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG

Setibanya di pantai mereka menata sarana upacara tersebut dengan rapi. Penjor, Pelinggih dan tedung ditancapkan di tanah, lalu di sekitarnya diletakkan banten. Aneka sesaji juga diletakkan di meja depan. Setelah semua sarana upacara diletakkan pada tempatnya, kemudian umat duduk berbaris menghadap ke laut. Duduk paling depan seorang pemangku yang memimpin jalannya ritual dengan genta di tangan. Sesekali genta dibunyikan, lalu memercikan air suci (tirta). Suasana terasa khusyuk. Setelah doa, seluruh Banten kemudian diletakan di pinggir pantai.
Melasti sendiri merupakan prosesi awal ibadah Nyepi yang akan dilanjutkan dengan Tawur Agung, Nyepi, Ngrembak Geni, dan Darmasanti. “Melasti berlangsung di tepi pantai dengan tujuan menyucikan diri dari segala perbuatan buruk pada masa lalu dan membuangnya ke laut,” jelas Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Semarang, Nengah Wirta Darmayana.
Nengah mengatakan, prosesi melasti esensinya melakukan penyucian alat-alat dan sarana upacara atau pretima. Sebenarnya, kata dia, tidak hanya laut, tetapi bisa juga di sungai, danau maupun sumber air seperti tuk. “Kenapa kok di laut? Karena kita mengharapkan tirta amerta itu berasal dari sumber air yang bisa menyucikan secara spiritual yang disimbolkan menggunakan air laut itu,” terangnya.
Setelah prosesi  mengambil sumber tirta amerta dari laut, dilanjutkan persembayangan bersama yang dipimpin Pinandita Mangku Gede Drs I Nyoman Wedu didampingi semua pinandita yang ada di Kota Semarang dan Kedungsepur. (hid/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Harus Pahami Manajemen Lalu Lintas U-Turn

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pengguna putaran Lemah Bang (U-turn) diminta memahami manajemen lalu lintas. Hal itu dikatakan oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII...

Sekolah Minim Siswa Terancam Dimerger

MAGELANG–Sekolah-sekolah di Kota Magelang yang kekurangan siswa akan dilakukan regrouping alias dimerger. Untuk langkah awal, akan dilakukan kajian. "Rencana regrouping sekolah-sekolah yang siswanya di...

Targetkan Transaksi PRK Rp 12 Miliar

KAJEN-Pekan Raya Kajen (PRK) 2017 yang diresmikan Bupati Pekalongan, Kamis (24/8) kemarin, ditargetkan mampu melakukan nilai transaksi hingga Rp 12 miliar. Jumlah tersebut, naik...

Sita Sekardus Oplosan dan Miras

WONOSOBO—Tim Gabungan masih menemukan penjual yang memperdagangkan minuman keras jenis murni dan oplosan. Tim beranggotakan unsur Kodim 0707, Polres, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas...

Wisatawan Amerika

RADARSEMARANG.COM - Sebanyak 300 wisatawan asing asal Amerika Serikat berkunjung ke Klenteng Sam Pho Kong, Kota Semarang, Sabtu (17/2) kemarin. Mereka merupakan rombongan penumpang...

Mahesa Jenar Masih Produktif

SEMARANG – Sempat seret gol di awal kompetisi Liga 2, tim PSIS Semarang saat ini mampu membuktikan diri sebagai salah satu tim yang subur...