32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Makin Banyak Hotel, Untungkan Wisatawan

RADARSEMARANG.COM – PERTUMBUHAN hotel yang tinggi di Kota Semarang justru dirasa menjadi keuntungan bagi Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita). Sebab, makin banyak hotel, makin banyak pilihan yang ditawarkan untuk wisatawan.
Ketua Asita Jateng, Joko Suratno, menjelaskan, tamu yang ingin bermalam di Semarang, bakal dimanjakan dengan banyaknya pilihan penginapan. Jika isi kantong mepet, bisa menginap di hotel budget. Kalau ingin tinggal di hotel yang mewah, bisa memilih hotel bintang 5.
“Kami jadi lebih mudah menjual paket wisata, tergantung budget wisatawan. Jadi, banyaknya hotel di Semarang itu justru menguntungkan kami dan wisatawan,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Karena itu, dia pun berupaya berkontribusi kepada dunia perhotelan di Kota Atlas agar kebagian tamu secara merata. Yakni, menjual paket bermalam di Kota Semarang meski tujuan wisatanya di luar kota.
Dicontohkan, sudah ada paket wisata 2 hari 1 malam dan 3 hari 2 malam yang dimianti wisatawan nusantara (wisnus).
“Hari pertama, kami ajak city tour di Semarang. Malam menginap di Semarang, besoknya jalan-jalan ke Bandungan, Ambarawa, Gedongsongo, atau daerah yang tidak jauh dari Kota Semarang. Malamnya, kembali ke hotel untuk menginap lagi, besoknya belanja oleh-oleh sekalian check out,” terangnya.
Meski begitu, pihaknya masih merasa belum puas, karena tergolong susah menjual paket longstay di Semarang. Selama ini, yang paling banyak mengambil porsi bermalam di Semarang karena adanya even. Mulai dari even pemerintahan seperti Pekan Olahraga Daerah (Popda), atau perusahaan yang mengadakan acara panjang di Semarang.
“Ini yang menjadi PR (pekerjaan rumah) kami. Bagaimana wisatawan bisa bermalam karena wisatanya. Sebenarnya ada keinginan membuat wisata malam karena atraksi-atraksi yang digelar malam hari, membuat orang memilih menginap di Semarang. Tapi itu tidak bisa menjadi faktor utama,” paparnya.
Sejauh ini, pihaknya selalu menggembar-gemborkan bahwa Semarang menjadi pintu utama wisata Jateng. Meski sebagai pintu utama, bukan berarti wisatawan hanya turun dan lewat saja. Tapi juga harus bermalam. “Semarang masih kalah dengan brand wisata Jogja. Terutama untuk wisman (wisatawan mancanegara). Kemarin ada kapal pesiar yang membawa 2 ribu wisman. Tapi tidak ada yang bermalam di Semarang,” tuturnya.
Dilematis memang. Karena itu, Joko coba melobi operator kapal pesiar agar diarahkan untuk menginap di Ibukota Jateng ini. Tapi tetap saja tidak bisa karena lama tinggal kapal yang bersandar di Tanjung Emas Semarang relatif sebentar.
“Saya sudah komunikasi dengan operator cruise, ternyata brand wisatanya memang Candi Borobudur. Selain itu, lama tinggalnya hanya sebentar dan wisman itu sudah bayar mahal kamar di kapal. Jadi, tidak mungkin menginap di hotel Semarang,” terangnya.
Tak kalah akal, Joko memberikan fasilitas city tour dan memberikan suguhan seni budaya Semarang secara gratis kepada penumpang kapal pesiar. Dengan begitu, wisman akan kepincut dan ke depan punya rencana kembali melancong ke Semarang.
“Ini kan kesempatan baik untuk menarik wisman. Siapa tahu ke depan ingin ke sini lagi tanpa kapal pesiar agar bisa menginap. Entah dengan keluarga atau komunitas mereka. Daripada kami yang melakukan promosi di Eropa, mahal dan belum tentu direspons,” tandasnya.
Di lain pihak, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng juga berupaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang mau menginap di hotel. Yakni, dengan program Jateng Wow. Program yang digelar sejak Februari hingga Maret ini memberikan diskon besar-besaran untuk kamar hotel.
Kepala Disporapar Jateng, Urip Sihabudin, menjelaskan, pada triwulan pertama setiap tahun, okupansi hotel selalu rendah. “Biasanya kunjungan wisata awal tahun sepi. Dengan program ini, semoga wisatawan bisa terangsang untuk melancong dan menikmati berbagai diskon yang ditawarkan,” terangnya.
Agar promo ini efektif, dia meminta seluruh pegiat wisata dan masyarakat ikut mempublikasikan dan mempromosikannya. Termasuk kegiatan pariwisata yang digelar tersebut sehingga bisa diketahui masyarakat luas. “Kami menargetkan kenaikan kunjungan wisatawan sebesar 20 persen pada Februari-Maret,” katanya optimistis. (amh/aro)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here