33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Tangani Jalan Pawiyatan Luhur Butuh Rp 150 M

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Salah satu ruas jalan yang sejauh ini cukup membuat pemerintah kuwalahan adalah Jalan Pawiyatan Luhur, Bendan Duwur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Salah satunya di dekat Kampus Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang. Ruas jalan tersebut memiliki karakteristik jalan bergerak hingga mengakibatkan kondisi jalan amblas dan bergelombang.
Perbaikan jalan dilakukan berkali ulang, tapi kondisi jalan tak bertahan lama dan kembali amblas. Bahkan menggunakan cor sekalipun tak mampu bertahan lama. Persoalan jalan amblas ini telah lama dikaji oleh Pemkot Semarang dengan melibatkan para ahli ilmu mekanika tanah.
Berdasarkan hasil kajian dan penelitian, telah ditemukan titik terjadinya pergeseran lapisan bawah tanah. Sehingga mengakibatkan ruas jalan tersebut berkali ulang ambles. Salah satu alternatif solusi penanganannya diperlukan teknologi borepile. Teknologi borepile ini melahap ratusan miliar hanya untuk menangani jalan ambles itu. Diperkirakan membutuhkan biaya kurang lebih Rp 150 miliar dengan bentang 100 meter.
Sehingga hal itu membuat penanganan yang sedianya akan dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang 2018 ini tertunda. Diperkirakan akan dianggarkan pada 2019. Sebagai penanganan sementara, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang melakukan pengeperasan dan pengerukan tanah untuk kemudian dilakukan pengaspalan.
“Berdasarkan kajian, rekomendasinya menggunakan borepile. Kajian kami, tanah di ruas tersebut kategori labil,” kata Kepala DPU, Iswar Aminuddin, kemarin.
Dikatakannya, teknologi borepile tersebut belum bisa dilakukan tahun ini karena anggaran yang dibutuhkan ratusan miliar dan belum dianggarkan di 2018. “Memang biayanya sangat mahal. Setidaknya dibutuhkan 120 borepile,” katanya.
Borepile tersebut menyerupai teknologi jalan tol yang ditanam ke dalam tanah kurang lebih 100 meter. Sehingga lapisan tanah di wilayah tersebut tidak bergerak. Penanganan masalah tanah bergerak di wilayah tersebut terbilang mendesak. Sebab, apabila tidak segera mendapatkan penanganan juga berdampak terhadap bangunan-bangunan termasuk warga di sekitarnya.
“Saat ini bisanya kami lakukan pemeliharaan, dengan cara dilakukan pengeprasan, pengerukan, dan diaspal,” katanya.
Borepile meski menghabiskan ratusan miliar, dinilai lebih logis daripada membuat jalan baru. Sebab pembuatan jalan baru juga akan menghabiskan biaya lebih besar lagi. Mulai dari pembebasan lahan hingga pembangunan. “Prosesnya juga tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat,” katanya.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan penanganan Jalan Pawiyatan Luhur telah dilakukan dan tak lama lagi bisa digunakan masyarakat. “Sudah dilakukan pengeprasan, hasil pengeprasan tinggal diaspal dan dihotmix,” katanya.
Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi mengakui, Jalan Pawiyatan Luhur memiliki karakteristik berbeda dari jalan lain karena terdapat patahan dan lapisan tanah bergerak atau labil. Hal itu mengakibatkan kondisi jalan mudah amblas. “Beberapa metode sudah kami lakukan, tapi tetap saja ada patahan-patahan,” katanya.
Ia menambahkan, akan membuat solusi alternatif untuk memecahkan permasalahan jalan tersebut. Di antaranya mengkaji pembuatan jalur alternatif.
“Namun saya rasa dengan melihat situasi, tempat ini kita perbaiki dulu sambil kemudian memikirkan jalur alternatif maupun rekayasa konstruksi yang lain yang memungkinkan orang  bisa lewat sini dengan nyaman,” tandasnya. (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...