33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Sekolahku, Rumah Keduaku

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM – MENGAPA sekolah bisa menjadi rumah kedua setelah rumah dalam arti yang sebenarnya? Tentu saja, karena waktu yang dihabiskan di sekolah sangatlah panjang. Terkadang untuk waktu tertentu, waktu yang dihabiskan di sekolah jauh lebih panjang, dibandingkan ketika berada di rumah sendiri.
Coba berhenti sejenak untuk sedikit merenung. Setiap hari kita berada di sekolah berapa jam. Dihitung saja, sejak berangkat dari rumah katakanlah maksimal berada di sekolah sejak dari pukul 07.00, lalu pulang dari sekolah pukul15.30 bagi sekolah yang telah menerapkan 5 hari sekolah. Atau pukul 13.30 bagi yang menerapkan 6 hari sekolah. Lebih dari 8 jam dalam sehari, baik itu untuk siswa, guru, karyawan dan segenap warga sekolah. Jam ini masih dalam rangka proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Lalu kegiatan yang lain, semisal ekstra kurikuler bagi siswa, kegiatan tugas tambahan bagi guru dan belum kegiatan lain. Tentu saja, waktu yang dihabiskan di lingkungan sekolah sangatlah panjang. Sehingga bisa dikatakan, sekolah adalah rumah kedua bagi kita semua warga sekolah.
Sudah semestinya, kita ingin selama di rumah bisa nyaman dan aman, demikian juga selama di sekolah. Lalu bagaimana menciptakan agar bisa nyaman dan aman di lingkungan sekolah sehingga kerasan. Banyak yang bisa dilakukan, tetapi semua tergantung dari diri pribadi mau atau tidak melakukannya.
Salah satu yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan. Ini kelihatannya mudah, menjaga kebersihan, tetapi menjadi sangat sulit ketika menjaga kebersihan hanya menjadi slogan semata atau kata mutiara yang hanya menempel di dinding. Meskipun dibaca berulang-ulang, kalau tidak  dilaksanakan hanya omong kosong belaka.
Menjaga kebersihan, bisa dimulai dari kebersihan kelas yang meliputi kebersihan ruangan kelas, kebersihan peralatan yang ada di dalam kelas dan kebersihan orang-orang yang ada di dalam kelas tersebut, baik siswa maupun guru.
Kebersihan ruangan kelas sudah pasti menjadi hal penting untuk menjadikan warganya merasa nyaman berada di dalamnya. Kebersihan ini meliputi kebersihan atap ruangan, kebersihan dinding ruangan, termasuk dalam hal ini jendela, pintu dan ventilasi ruangan kelas. Tak kalah adalah kebersihan lantainya. Kebersihan peralatan yang ada di dalam kelas meliputi segala benda yang ada di dalam kelas seperti meja, kursi, almari, pelaralatan LCD proyektor, papan tulis dsb. Termasuk dalam hal ini, segala peralatan seandainya ruangan kelas itu termasuk dalam ruang bengkel praktik maupun laboratorium.
Kebersihan kelas dan lingkungan kelas bisa terus dijaga dan diupayakan. Banyak cara untuk terus menjaganya, semisal membuat jadwal piket kelas. Diusahakan setiap siswa-siswa dalam kelasnya mempunyai tugas yang sama untuk piket. Pengaturan piket untuk menyapu dan membersihkan kelas bisa dilaksanakan pada awal dan akhir pelajaran. Kemudian ada piket mingguan untuk mengepel lantai ataupun membersihkan bagian lain yang tidak bisa dilaksanakan pada piket harian.
Di lingkungan sekitar kelas, kebersihan juga perlu penataan. Misalnya, penempatan bak sampah. Diupayakan sebisa mungkin setiap kelas mempunyai bak sampah, sehingga seluruh warga kelas tidak akan kerepotan setiap akan membuang sampah.
Setelah ruangan kelas, lingkungan sekitar kelas, kebersihan bisa ditingkatkan ke lingkup yang lebih luas. Semisal, kamar mandi dan toilet siswa, sarana taman sekolah, tempat ibadah (musala dan masjid), perpustakaan, dll. Untuk lingkungan ini, bisa diupayakan kebersihannya melalui petugas cleaning service sekolah untuk kegiatan harian dan bisa melibatkan siswa secara bersama-sama, misalnya sebulan sekali melalui program Jumat Bersih atau Sabtu Bersih.
Dalam hal kebersihan ini, pihak sekolah sudah selayaknya menyediakan fasilitas penunjang sarana kebersihan, seperti peralatan kebersihan, air di lingkungan sekolah yang memadai maupun drainase di lingkungan sekolah. Untuk lingkup yang lebih besar, sekolah bisa memfasilitasi keberadaan taman sekolah sebagai bagian dari penghijauan sekolah.
Bila kebersihan ini sudah dijalankan dengan sebaik-baiknya, akan menjadi bagian dari pendidikan karakter siswa-siswi, maka sekolah benar-benar sudah melaksanakan fungsinya dengan baik. Pada akhirnya, sekolah tidak saja sebagai bagian dari proses pembelajaran, namun sekolah benar-benar sudah menjadi bagian hidup bagi siswa dan warga sekolah. Sehingga sekolah menjadi rumah kedua yang nyaman untuk ditempati.
Sebagai bagian dari pendidikan karakter, tentunya tidak selesai sampai disini. Harus ada tindak lanjutnya. Paling tidak, hal ini bisa menjadi salah satu indikator pada penilaian sikap yang terintegrasi pada masing-masing mata pelajaran. Dengan demikian, semua komponen di lingkungan sekolah terlibat, siswa, guru, guru BK, wali kelas, bidang kurikulum, bidang kesiswaan pada  akhirnya sampai pada kepala sekolah.
Pada akhirnya, berpulang pada pribadi masing-masing untuk mewujudkan sekolah sebagai rumah kedua yang aman dan nyaman. Hal itu dimulai dari satu komponen kecil yaitu menjaga kebersihan. Mari kita wujudkan Sekolahku Rumah Keduaku. (as3/ida)
*) Guru SMK Negeri 1 Magelang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pubersitas, Pembelajaran Kreatif di Sekolah

SEKOLAH kejuruan merupakan bentuk dari pendidikan profesi yang memiliki penjenjangan dengan masing-masing tugas yang berbeda. Sekolah menengah kejuruan mempunyai tugas sebagai para eksekutor di...

Kreatif Ciptakan Koreografi Tari dan Musik Pengiring

Untuk melestarikan budaya Jawa, sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kesenian Jawa (KJ). Mereka menciptakan beragam koreografi tari dan...

Berangkatkan Ribuan Kader ke Solo

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Semarang mengirimkan 2.000 orang untuk mengikuti apel siaga PDI Perjuangan ke Stadion Manahan...

Semangati Ortu Bikin Bekal Anak

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – KB TK Mutiara Hikmah Kota Magelang menggelar lomba kreasi bekal anak, Sabtu (21/4). Kegiatan dalam rangkaian peringatan Hari Kartini diharapkan bisa...

Permintaan Elektronik dan Ponsel Melonjak

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Permintaan elektronik dan ponsel menjelang Lebaran 2018, terus mengalami peningkatan signifikan. Seiring agresivitas para pelaku ritel elektronik dan ponsel yang melakukan beragam strategi...

Berprestasi di Dunia Model

MENJADI model sudah keinginan Dameria Gupita. Siswi SMAN 1 Ungaran ini sejak usia 13 tahun sudah mengenal dunia modeling. Hingga akhirnya ia memutuskan bergabung...